Mitsubishi Pajero Bangkit dari Mati Suri! Generasi Kelima Siap Gempur Toyota Land Cruiser pada 2026

Otomotif
Raka MahendraRaka Mahendra
Raka Mahendra
Raka Mahendra
Jurnalis Otomotif

Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Mitsubishi Pajero Bangkit dari Mati Suri! Generasi Kelima Siap Gempur Toyota Land Cruiser pada 2026
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Mitsubishi Pajero resmi mengakhiri produksi pada 2021, namun kembali diluncurkan pada 2026 dengan desain futuristis dan teknologi mutakhir.
  • Generasi kelima hadir dengan platform monokok terbaru, mesin 3.5L V6 GDI MIVEC dan diesel 3.2L Di-D, serta sistem Super Select 4WD-II yang semakin canggih.
  • Perdana diluncurkan di Thailand, Pajero anyar akan menyebar ke 100 negara, termasuk Indonesia, dan siap menantang dominasi Toyota Land Cruiser di segmen SUV premium.

Sejarah panjang Mitsubishi Pajero dimulai pada 1982, saat permintaan kendaraan 4WD melonjak. Sejak awal, Pajero—yang juga dikenal sebagai Shogun—didesain untuk menaklukkan medan berat sekaligus memberikan kenyamanan layaknya sedan. Tapi Mitsubishi tak puas hanya di jalan raya; mereka membawa Pajero ke ajang reli paling ganas di dunia, Paris-Dakar Rally, untuk membuktikan bahwa SUV ini adalah monster sesungguhnya.

Generasi pertama (1982) langsung menyabet perhatian, lalu disusul bodi panjang (1983), transmisi otomatis (1985), dan mesin bensin V6 serta diesel turbo intercooler (1988). Namun puncak evolusi terjadi pada generasi kedua (1991) yang menghadirkan empat tipe bodi dan fitur legendaris Super Select 4WD—pengemudi bisa beralih dari 2WD ke 4WD di kecepatan di bawah 100 km/jam, sebuah terobosan yang mengubah cara orang memandang SUV.

Generasi ketiga (1999) mengguncang pasar dengan konstruksi monokok, menggantikan rangka terpisah, plus mesin 3.5L V6 GDI dan diesel 3.2L Di-D. Lalu pada 2006, generasi keempat lahir dengan DNA Dakar: suspensi independen, Super Select 4WD-II, dan sistem Active Stability & Traction Control (ASTC) yang disempurnakan. Tapi kejutan datang pada 2021—Mitsubishi menghentikan produksi Pajero, menutup pabrik Sakahogi pada 2023, dan 900 pekerja dialihkan ke pabrik lain. Permintaan yang terus menurun menjadi biang keladinya.

Namun, 2026 menjadi tahun kebangkitan. Pajero generasi kelima hadir dengan desain futuristis yang mengingatkan pada Destinator, tapi dengan dimensi lebih bongsor dan teknologi yang tak main-main. Diluncurkan perdana di Thailand, SUV ini akan menyapa Jepang, Australia, dan lebih dari 100 negara lain—termasuk Indonesia. Dengan rival utama Toyota Land Cruiser yang sudah mapan, Pajero baru mengusung mesin 3.5L V6 GDI MIVEC dan opsi diesel 3.2L Di-D, dipadu Super Select 4WD-II serta differential lock belakang yang ditingkatkan. Apakah ini cukup untuk merebut takhta SUV premium? Hanya waktu yang menjawab, tapi satu hal pasti: Pajero kembali, dan ia haus kemenangan.

Analisis Pakar

Doni Surya di sini. Saya telah mengikuti Pajero sejak generasi pertama, dan saya bisa katakan bahwa kebangkitan ini adalah langkah paling berani Mitsubishi dalam satu dekade terakhir. Mereka tidak sekadar menghidupkan nama legendaris, tetapi benar-benar merombak filosofi desain dan teknik. Penggunaan konstruksi monokok yang semakin matang, ditambah peningkatan pada sistem Super Select 4WD-II dan ASTC, menunjukkan bahwa Mitsubishi serius menjawab tantangan modernitas—bukan hanya untuk off-road ekstrem, tapi juga untuk kenyamanan harian. Namun, apakah mereka cukup berani menanamkan motor listrik atau hybrid? Di era elektrifikasi, keputusan mempertahankan mesin V6 dan diesel terasa agak konservatif. Saya menduga ini adalah strategi jangka pendek untuk pasar berkembang, sementara versi plug-in hybrid mungkin menyusul.

Secara teknis, saya sangat menyoroti pilihan suspensi independen yang dipertahankan dari generasi keempat. Ini memberikan kestabilan luar biasa di kecepatan tinggi, tapi bagi penggemar off-road sejati, solid axle di belakang masih lebih diandalkan. Mitsubishi jelas memilih kompromi: kenyamanan jalan raya lebih diutamakan, meski tetap mampu melibas medan berat. Saya juga penasaran dengan transmisi—apakah mereka menggunakan 8-percepatan otomatis atau tetap 4-percepatan seperti dulu? Informasi teknis yang dirilis masih minim, dan ini menjadi catatan kritis saya. Para pecinta otomotif butuh data detil, bukan sekadar gambar futuristis.

Lalu, soal persaingan dengan Toyota Land Cruiser—ini adalah duel kelas berat. Land Cruiser sudah memiliki basis penggemar yang fanatik dan reputasi tak tergoyahkan. Pajero baru harus menawarkan sesuatu yang lebih, entah dari sisi harga, fitur keselamatan, atau aksesori aftermarket. Yang menarik, Mitsubishi memilih Thailand sebagai pangkal peluncuran, bukan Jepang. Ini sinyal bahwa mereka membidik pasar ASEAN sebagai prioritas, dan Indonesia jelas menjadi target utama. Saya perkirakan harga di Indonesia akan berada di kisaran Rp 1,2–1,5 miliar, bersaing ketat dengan LC200. Jika Mitsubishi berani memberikan garansi mesin seumur hidup atau paket servis gratis, itu bisa menjadi nilai jual tambahan.

Kesimpulan saya: Pajero generasi kelima adalah pernyataan bahwa Mitsubishi belum menyerah di segmen SUV besar. Namun, mereka harus segera merilis spesifikasi teknis secara transparan dan menjawab keraguan soal elektrifikasi. Saya akan menantikan uji jalan pertama—apakah Pajero baru masih memiliki jiwa petualang seperti pendahulunya, atau justru menjadi SUV mewah yang kehilangan jati diri? Mari kita buktikan di lintasan off-road dan jalanan perkotaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan Mitsubishi Pajero generasi kelima resmi diluncurkan?
    A: Pajero baru telah diluncurkan perdana di Thailand pada tahun 2026, dan akan menyusul ke Jepang, Australia, serta lebih dari 100 negara lainnya dalam waktu dekat.
  • Q: Apakah Pajero baru akan dijual di Indonesia?
    A: Sangat mungkin, karena Indonesia menjadi pasar potensial untuk SUV premium, dan Mitsubishi secara aktif memasarkan model-modelnya di ASEAN. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Mitsubishi Indonesia.
  • Q: Apa perbedaan utama Pajero generasi kelima dibanding generasi sebelumnya?
    A: Perubahan terbesar ada pada desain futuristis, peningkatan sistem Super Select 4WD-II, fitur Active Stability & Traction Control (ASTC) yang disempurnakan, serta penggunaan material pelat baja lebih banyak untuk ketahanan. Mesin tetap mengandalkan V6 bensin dan diesel 3.2L, namun dengan tuning baru yang lebih efisien.
Meow! Tanya Nesi!
😾