Sherina Nyaris Menyerah Saat Padamkan Api di Kalimantan: 'Saya Rasakan Sesak Nafas!'

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Sherina Nyaris Menyerah Saat Padamkan Api di Kalimantan: 'Saya Rasakan Sesak Nafas!'
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Sherina Munaf ikut memadamkan kebakaran hutan gambut di Kalimantan Tengah selama 3 hari.
  • Medan sangat berat, api muncul kembali meski sudah dipadamkan, dan banyak relawan terkena ISPA.
  • Sherina mengaku hampir putus asa dan berharap publik lebih peduli pada perjuangan para relawan.

Nadia Putri — Artis sekaligus pegiat lingkungan Sherina Munaf baru-baru ini membagikan pengalaman menegangkan saat terjun langsung memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan Tengah. Bukan sekadar datang foto-foto, Sherina benar-benar ikut turun ke lapangan bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan merasakan sendiri beratnya perjuangan memadamkan api di lahan gambut.

Hari ketiga menjadi puncak tantangan. Di area belakang Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya, Sherina mengaku medannya jauh lebih ekstrem dibanding pengalaman rewetting sebelumnya di Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu. "Kami di sana cukup lama, dari pagi sampai sore, break makan siang, lanjut lagi sampai malam," ujarnya dalam unggahan pada Kamis (3/9).

Yang bikin syok, batang-batang kayu di atas gambut masih menyimpan bara panas. "Setiap kali melangkah ke depan, kami harus mendinginkan dulu karena baranya sangat aktif. Lebih panas lagi," cerita Sherina. Belum cukup, api yang sudah dipadamkan seringkali menyala kembali. "Kami ke kanan padamkan yang kanan, yang kiri nyala lagi. Jadi aku mengerti kadang-kadang yang di lapangan rasanya pasti mendekati putus asa," ungkapnya dengan jujur.

Kondisi udara yang penuh asap juga berdampak pada kesehatan. Sherina merasakan sesak napas dan staminanya turun drastis di hari kedua. "Yang ISPA udah bertambah terus jumlahnya. Banyak relawan terkena ISPA. Aku pun merasakan sesaknya. Enggak kebayang mereka yang harus berjam-jam di situ dan melihat tempat yang mereka cintai terbakar," katanya haru.

Lewat pengalaman ini, Sherina berharap kesadaran publik tentang kebakaran hutan meningkat. "Aku di sini bersama Powerful Voice, dengan kacamataku sendiri, bisa membawa testimoni ini ke teman-teman yang melihat dari layar handphone. Apa yang dilakukan para pejuang lapangan sangat melelahkan, tapi semua demi memulihkan hutan, biodiversitas, dan kesehatan kita semua. Bantuan kalian matters! Mari pulihkan hutan milik kita bersama," pungkasnya.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop yang juga aktif menyoroti isu lingkungan, saya merasa kisah Sherina ini bukan sekadar cerita selebriti. Ini adalah potret nyata betapa krisis iklim sudah menyentuh kehidupan kita sehari-hari. Kebakaran hutan gambut di Kalimantan bukan masalah baru, tapi setiap tahun selalu berulang dengan skala yang mengkhawatirkan. Yang menarik, kehadiran figur publik seperti Sherina memberikan face pada tragedi yang seringkali hanya kita lihat sebagai angka statistik. Ia berhasil menerjemahkan kompleksitas pemadaman gambut—yang melibatkan api bawah tanah, titik panas yang sulit dijangkau, dan asap beracun—menjadi narasi yang emosional dan mudah dicerna.

Namun, saya juga melihat ada sisi kritis yang jarang dibahas. Mengapa api selalu muncul di area yang sama? Apakah ada pola pembakaran lahan yang disengaja untuk membuka kebun? Pertanyaan ini menggantung, dan kesaksian Sherina bahwa api "nyala lagi" mengindikasikan bahwa pemadaman hanya solusi sementara. Yang dibutuhkan adalah kebijakan tegas dari pemerintah dan penegakan hukum yang konsisten terhadap pelaku pembakaran, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar tidak bergantung pada metode membakar. Relawan dan BOSF sudah luar biasa, tetapi mereka seperti memadamkan api dengan gayung di tengah lautan.

Dari sisi dampak sosial, saya mengapresiasi Sherina yang jujur mengakui kelelahan fisik dan mental. Ini membuka mata banyak orang bahwa menjadi relawan bukanlah ajang pamer kebaikan, melainkan pengorbanan nyata. ISPA yang menyerang banyak relawan adalah alarm bagi kita semua—polusi asap tidak mengenal batas wilayah. Jika orang di Palangka Raya sesak, maka dampaknya bisa dirasakan hingga ke kota-kota besar tetangga. Saya harap cerita ini memicu gerakan bersama, bukan hanya dari selebriti, tapi dari kita semua untuk mendukung restorasi hutan dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Karena pada akhirnya, hutan yang terbakar adalah rumah kita juga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu kebakaran hutan gambut dan mengapa sulit dipadamkan?
    A: Lahan gambut terdiri dari material organik yang sangat mudah terbakar dan bisa menyala di bawah permukaan. Api bisa merambat ke akar dan batang kayu di dalam tanah, sehingga meski permukaan sudah padam, bara di bawah masih bisa menyala kembali.
  • Q: Siapa Sherina Munaf dan apa hubungannya dengan BOSF?
    A: Sherina Munaf adalah penyanyi dan pemeran Indonesia yang aktif dalam kampanye lingkungan. Ia bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) untuk membantu pemadaman kebakaran dan menyuarakan pentingnya konservasi hutan.
  • Q: Apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu mengatasi kebakaran hutan?
    A> Masyarakat bisa ikut mendonasikan dana ke lembaga seperti BOSF, tidak membeli produk yang berasal dari pembakaran lahan, serta menyebarkan kesadaran melalui media sosial. Selain itu, mendukung kebijakan perlindungan hutan dan mengurangi penggunaan kertas/bahan kayu ilegal juga sangat berarti.
Meow! Tanya Nesi!
😸