Gibran Janjikan Huntap Segera Dibangun di Tapsel, Namun Setahun Lewat Penyintas Masih Terkendala
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Ringkasan Singkat
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan 699 unit hunian tetap (huntap) untuk korban banjir Tapsel dimulai September 2026.
- Hampir setahun pascabencana November 2025, penyintas masih tinggal di hunian sementara (huntara) dan sebagian bahkan mengontrak rumah di luar lokasi.
- Gubernur Sumut Bobby Nasution menyebut pemprov terus mendukung, namun warga menilai realisasi huntap terlalu lambat dan mengkhawatirkan kelayakan hidup mereka.
Tapian Nauli, Tapanuli Selatan – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjanjikan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Dalam kunjungan kerjanya Jumat (4/9), Gibran yang didampingi Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau lokasi huntara di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, dan menegaskan bahwa proses konstruksi akan dimulai pada bulan ini.
"Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan huntap," ujar Gibran di hadapan puluhan warga yang masih menempati tenda-tenda darurat dan barak semipermanen. Namun, pernyataan itu disambut dengan ekspresi gamang oleh para penyintas yang sudah nyaris setahun – sejak bencana hidrometeorologi November 2025 – belum juga mendapatkan kepastian tempat tinggal tetap.
Sebanyak 699 unit rumah direncanakan dibangun di atas lahan 18 hektare yang bersebelahan dengan huntara saat ini. Gibran meminta maaf atas keterlambatan dan berjanji bahwa pembangunan akan tuntas secepatnya. "Saya menyampaikan permohonan maaf karena hingga kini warga masih harus tinggal di huntara. Sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman," katanya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa janji tersebut baru tahap awal. Salah satu warga, Eti, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa mengontrak rumah di luar lokasi karena huntara yang disediakan tidak layak huni secara permanen, meski biaya sewa ditanggung pemerintah. Ia berharap huntap segera direalisasikan, bukan sekadar wacana. "Kami bersyukur juga, sebab pemerintah udah bangun rumah. Tapi harapanku, huntap cepat dibangun," ujarnya dengan nada harap-harap cemas.
Bobby Nasution menambahkan bahwa Pemprov Sumut terus memberikan dukungan, termasuk bantuan logistik dan pendampingan, serta menyebut beberapa lokasi lain sudah memiliki huntap jadi. "Yang terpenting itu masyarakat yang terdampak bencana bisa segera hidup lebih baik. Dan bisa memperbaiki kehidupan ekonominya. Karenanya yang dipikirkan bukan hanya hunian saja, tetapi faktor pendukung lainnya," tutur Bobby.
Kunjungan tersebut juga diisi dengan peninjauan infrastruktur rehabilitasi pascabencana, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian anggaran, desain huntap, maupun jadwal pasti tahapan konstruksi yang disampaikan kepada publik. Warga dan pengamat menilai bahwa percepatan yang dimaksud masih bersifat retorika tanpa target terukur.
Analisis Pakar
Sebagai jurnalis yang telah bertahun-tahun meliput bencana dan penanganannya di Indonesia, saya menilai janji Gibran ini patut diwaspadai. Bukan karena niat baiknya diragukan, tetapi karena pola penanganan bencana di negeri ini selalu terjebak pada siklus seremonial – pejabat datang, berfoto, berjanji, lalu hilang ditelan birokrasi. Tapsel bukan kasus pertama; kita ingat Palu, Lombok, bahkan Jakarta, di mana huntap kerap molor bertahun-tahun akibat konflik lahan, keterbatasan anggaran, dan koordinasi lintas sektor yang buruk. Setahun tinggal di huntara bukanlah waktu yang singkat; itu adalah masa di mana anak-anak kehilangan akses pendidikan layak, orang tua kehilangan mata pencaharian, dan trauma kolektif semakin mengakar.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah tidak adanya transparansi mengenai kesiapan teknis. Lahan 18 hektare itu statusnya apa? Hak milik, hak pakai, atau sedang dalam sengketa? Siapa kontraktornya? Berapa anggaran per unit? Dan yang paling krusial, bagaimana memastikan huntap itu benar-benar tahan bencana, mengingat lokasi Tapsel rawan banjir dan longsor? Pemerintah pusat dan daerah seharusnya sudah menyusun peta jalan yang jelas sejak bencana terjadi, bukan malah baru 'memastikan' pembangunan akan dimulai setelah hampir satu tahun. Ini menunjukkan kegagalan perencanaan yang sistemik, dan Gibran sebagai Wakil Presiden semestinya mendorong reformasi manajemen tanggap darurat, bukan sekadar menyampaikan permohonan maaf yang terkesan basa-basi.
Di sisi lain, kehadiran Bobby Nasution yang merupakan adik ipar Gibran justru menimbulkan pertanyaan etis. Apakah kunjungan ini adalah bentuk sinergi pemerintah atau justru ajang pencitraan keluarga politik? Masyarakat tidak butuh foto bersama; mereka butuh kepastian. Saya melihat ada kesenjangan antara narasi optimistis pejabat dan realita penderitaan warga yang bahkan harus mengontrak rumah di tengah keterbatasan. Jika benar pembangunan dimulai September ini, maka target penyelesaian 699 unit dengan standar kelayakan – yang meliputi akses air bersih, sanitasi, dan listrik – membutuhkan waktu minimal 6-8 bulan. Artinya, warga baru bisa menempati pada pertengahan 2027. Apakah mereka akan terus bertahan di huntara selama itu? Pemerintah wajib menyediakan rencana transisi yang humanis, termasuk bantuan sewa dan dukungan psikososial, bukan sekadar kata-kata manis.
Kritik saya bukan untuk menggugurkan semangat, melainkan untuk mengingatkan bahwa tanggung jawab negara adalah memastikan setiap warga negara mendapatkan hak dasar tempat tinggal yang layak, sebagaimana amanat UUD 1945. Jika janji ini gagal, maka itu akan menjadi catatan hitam bagi kepemimpinan Gibran dan Bobby, serta memperkuat sinisme publik terhadap pemerintah. Saya berharap ada mekanisme pengawasan publik yang melibatkan warga, LSM, dan media untuk memantau setiap tahap pembangunan, agar huntap Tapsel tidak menjadi proyek batu gamping yang menghilang begitu saja. Masyarakat berhak tahu, dan kami akan terus mengawal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan pembangunan huntap di Tapanuli Selatan akan dimulai?
A: Wakil Presiden Gibran menyatakan pembangunan dimulai pada September 2026, namun belum ada tanggal pasti dan detail teknis yang diumumkan. - Q: Berapa jumlah unit huntap yang akan dibangun dan di mana lokasinya?
A: Sebanyak 699 unit akan dibangun di atas lahan 18 hektare di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, tepat di sebelah huntara saat ini. - Q: Apa yang menjadi penyebab keterlambatan pembangunan huntap selama hampir setahun?
A> Pemerintah belum menjelaskan secara rinci, namun faktor perizinan lahan, anggaran, dan koordinasi antarinstansi kerap menjadi penghambat dalam proyek serupa.


