Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Dari Liburan Jadi Tentara Kamboja hingga Tepuk Tangan untuk Prabowo di Rusia: Kilas Berita Dunia yang Menggugah

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dari Liburan Jadi Tentara Kamboja hingga Tepuk Tangan untuk Prabowo di Rusia: Kilas Berita Dunia yang Menggugah
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Presiden AS Donald Trump mengaku senang Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali ke Inggris, dan menyatakan dirinya bukan penggemar pasangan itu.
  • Presiden RI Prabowo Subianto mendapat lima kali tepuk tangan meriah saat pidato di Eastern Economic Forum di Rusia di hadapan Vladimir Putin, menekankan kerja sama bilateral dan politik luar negeri Indonesia.
  • Seorang perempuan Indonesia, Nur Ainanta, memutuskan bergabung menjadi tentara Kamboja setelah awalnya berlibur, karena ketertarikannya pada aparat keamanan setempat.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia hingga kisah perempuan asal Indonesia yang bergabung dengan tentara Kamboja menjadi sorotan berita internasional pada Kamis (3/9). Tiga peristiwa yang tampak berbeda—sebuah pernyataan kontroversial dari Gedung Putih, pidato strategis di Timur Jauh Rusia, dan keputusan personal seorang wisatawan—mewarnai lanskap global hari itu.

Trump dan Kerajaan Inggris
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya "senang" Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, telah meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke Inggris. Dalam pernyataan blak-blakan kepada wartawan di Oval Office, Trump mengaku bukan penggemar pasangan tersebut. "Saya senang dengan hal itu. Saya memang bukan penggemar mereka," ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency. Komentar ini memicu reaksi beragam, mengingat hubungan Trump dengan keluarga kerajaan Inggris sempat tegang, terutama setelah Harry dan Meghan mengkritik kebijakan imigrasi dan isu rasial di AS.

Prabowo Menerima Tepuk Tangan di Vladivostok
Di sisi lain, Presiden RI Prabowo Subianto mendapat lima tepuk tangan meriah saat menyampaikan pidato pada ajang Eastern Economic Forum (EEF) yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Pidato tersebut disampaikan di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin negara lain, serta dihadiri ratusan tamu undangan. Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, kerja sama bilateral RI-Rusia di bidang energi, pertahanan, dan ekonomi, serta komitmen untuk memperkuat kemitraan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. Kehadiran Indonesia di tengah konflik geopolitik global—terutama pasca-invasi Rusia ke Ukraina—menunjukkan posisi pragmatis yang terus dijaga oleh pemerintahan baru.

Dari Wisatawan Menjadi Serdadu Kamboja
Seorang perempuan Indonesia bernama Nur Ainanta memilih menjadi tentara Kamboja setelah awalnya hanya datang untuk berlibur ke negara tersebut. Ia kemudian tertarik bergabung menjadi aparat keamanan dan akhirnya mendapat izin untuk menjadi bagian dari tentara Kamboja. Nur mengatakan keputusannya bermula dari keisengan saat berada di Kamboja—ia awalnya hanya ingin berjalan-jalan, tetapi kemudian tertarik mencoba bergabung dengan aparat. Kisah ini menjadi perbincangan hangat karena jarang terdengar warga negara asing, terutama perempuan, bergabung dengan militer negara lain, serta menyoroti kebijakan kewarganegaraan dan rekrutmen militer di Kamboja yang relatif terbuka.

Analisis Pakar

Ketiga peristiwa ini, meski tampak lepas, sebenarnya mencerminkan dinamika hubungan internasional yang semakin kompleks. Pertama, pernyataan Trump tentang Harry dan Meghan bukan sekadar gosip selebritas. Ini adalah cerminan dari politik identitas dan polarisasi yang masih kuat di AS, di mana figur kerajaan Inggris kerap dijadikan alat perdebatan domestik. Trump, yang sedang berusaha kembali ke kursi kepresidenan, menggunakan isu ini untuk menggalang basis pendukung konservatif yang tidak menyukai pasangan tersebut karena sikap progresif mereka. Di sisi lain, kepulangan Harry dan Meghan ke Inggris juga menandai pergeseran hubungan antara monarki Inggris dan Amerika, yang selama ini menjadi simbol 'hubungan khusus' kedua negara.

Kedua, pidato Prabowo di Rusia menunjukkan bahwa Indonesia berusaha mempertahankan politik luar negeri yang non-blok di tengah tekanan untuk memilih kubu. Tepuk tangan lima kali yang diterima—sebuah penghormatan tidak biasa di forum resmi—bisa dibaca sebagai pengakuan atas pendekatan diplomatik Indonesia yang dianggap seimbang. Namun, kritik patut dialamatkan: apakah kehadiran Prabowo di Rusia, di tengah sanksi Barat dan investigasi kejahatan perang, tidak akan memengaruhi citra Indonesia sebagai negara demokratis? Pemerintah harus transparan mengenai hasil konkret dari pertemuan tersebut, bukan sekadar seremoni. Kerja sama di bidang energi dan pertahanan memang penting, namun perlu dipastikan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan komitmen Indonesia terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.

Ketiga, kisah Nur Ainanta yang menjadi tentara Kamboja mungkin terlihat sebagai anekdot, tetapi memicu pertanyaan serius tentang kedaulatan dan kewarganegaraan. Apakah hukum Kamboja mengizinkan warga asing menjadi bagian dari angkatan bersenjata? Bagaimana dengan kewajiban militer dan loyalitas? Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan mobilitas tenaga kerja global yang semakin cair, di mana seseorang dapat mengejar karir di luar bidang dan negara asalnya. Namun, pemerintah Indonesia perlu memberikan perhatian kepada warganya yang bekerja di sektor keamanan di luar negeri, memastikan perlindungan hukum dan hak-hak mereka, serta mencegah potensi penyalahgunaan atau konflik kepentingan. Secara keseluruhan, berita-berita ini mengingatkan kita bahwa dalam dunia yang saling terhubung, keputusan personal dan kebijakan negara saling memengaruhi, dan media memiliki tanggung jawab untuk menyajikannya secara kritis dan kontekstual.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa tujuan kunjungan Prabowo ke Rusia dan apa hasilnya?
    A: Kunjungan dalam rangka menghadiri Eastern Economic Forum di Vladivostok, dengan fokus pada peningkatan kerja sama ekonomi, energi, dan pertahanan Indonesia-Rusia. Belum ada kesepakatan konkret yang diumumkan, namun pidatonya mendapat sambutan hangat dari peserta forum.
  • Q: Mengapa Trump merasa senang Harry dan Meghan kembali ke Inggris?
    A: Trump secara terbuka menyatakan bukan penggemar pasangan tersebut, kemungkinan karena pernyataan kritis mereka terhadap kebijakannya dan dukungan mereka terhadap isu-isu progresif yang berlawanan dengan basis konservatifnya. Kepulangan mereka dianggap mengurangi pengaruh mereka di AS.
  • Q: Apakah warga negara Indonesia boleh bergabung dengan militer negara lain?
    A: Secara hukum, Indonesia tidak melarang warganya menjadi tentara asal jika memenuhi syarat negara tersebut, namun bisa berimplikasi pada kewarganegaraan dan kewajiban hukum. Kasus Nur Ainanta di Kamboja menjadi perhatian karena relatif langka dan menunjukkan adanya kebijakan rekrutmen yang longgar di Kamboja.
Meow! Tanya Nesi!
😸