Ketua Umum dan Sekjen Partai Ummat Mundur Serentak: Kader Senior Anggap Dua Jabatan Tak Seimbang
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Ridho Rahmadi mundur dari Ketua Umum Partai Ummat karena kesulitan membagi waktu antara partai dan jabatan sebagai Direktur Politeknik AI di Yogyakarta, serta dampaknya pada kesehatannya.
- Sekjen Taufik turut mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas dan untuk memberikan penyegaran di DPP, namun tetap aktif dengan penugasan baru.
- Keduanya tetap berkontribusi di internal partai, Ridho menjadi anggota Majelis Syuro, Taufik sebagai sekretaris eksekutif membantu sekjen baru.
Jakarta, 2 September 2026 โ Pergantian pucuk pimpinan Partai Ummat terjadi secara mengejutkan. Ketua Umum Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal Taufik secara resmi menyatakan mundur dari jabatan mereka. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum, Ansufri ID Sambo, mengungkapkan bahwa keputusan Ridho bukan karena konflik internal, melainkan karena benturan tanggung jawab yang tidak lagi mampu ia jalankan.
Menurut Sambo, selama satu tahun terakhir, Ridho harus bolak-balik antara Yogyakarta dan Jakarta untuk menjalankan dua peran besar: memimpin partai dan menjabat sebagai Direktur politeknik AI di Jogja yang baru berdiri setahun. "Kedua posisi itu sama-sama membutuhkan perhatian, tenaga, dan pikiran penuh. Beliau sudah mencoba, tapi fisiknya tidak kuat," ujar Sambo di hadapan wartawan, Rabu (2/9).
Kondisi kesehatan Ridho disebut menjadi faktor penentu. Aktivitas padat dan perjalanan rutin membuatnya sering sakit. Setelah merenung dan berkonsultasi dengan keluarga, Amien Rais selaku Ketua Majelis Syuro, serta sejumlah pihak internal, Ridho memantapkan hati untuk melepas jabatan ketua umum. Namun, ia tetap berkiprah sebagai anggota Majelis Syuro.
Di sisi lain, Taufik menyusul mundur dari posisi sekjen. Sambo menjelaskan, langkah itu diambil sebagai solidaritas terhadap Ridho dan upaya penyegaran di DPP. "Pak Taufik tetap aktif membantu partai dengan penugasan baru, insyaallah," tambah Sambo. Taufik dijadwalkan mendampingi sekjen baru sebagai sekretaris eksekutif.
Meski terjadi perombakan, Sambo menekankan pentingnya soliditas. "Mari menatap ke depan dengan bekerja lebih baik, lebih solid. Semoga Allah memberikan pertolongan," pungkasnya.
Analisis Pakar
Keputusan mundur Ridho Rahmadi dan Taufik bukan sekadar soal manajemen waktu, tetapi menyoroti celah struktural dalam partai yang masih berusia muda. Partai Ummat yang didirikan dengan semangat reformasi dan moralitas politik, justru menunjukkan kerapuhan regenerasi ketika seorang ketua umum harus merangkap jabatan akademik eksekutif. Ini bukan alasan teknis, melainkan kegagalan sistem kaderisasi yang seharusnya mampu menyiapkan pengganti tanpa harus menunggu kesehatan pemimpinnya terganggu.
Kita patut bertanya: apakah partai ini hanya mengandalkan figur sentral? Jika pemimpin puncak tidak bisa membagi waktu antara partai dan karier pribadi, maka ini adalah sinyal bahwa partai belum memiliki mekanisme pembagian beban kerja yang matang. Skenario idealnya, seorang ketua umum harus mampu mendelegasikan dan mengawal, bukan justru kelelahan fisik. Ini ironis, karena partai yang mengusung nilai-nilai keumatan seharusnya menjadi teladan dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Yang lebih mengkhawatirkan, pengunduran diri sekjen atas dasar "solidaritas" mengesankan bahwa ada ketidakpuasan atau kejenuhan kolektif di jajaran pimpinan. Alih-alih menyegarkan, langkah ini bisa menimbulkan vakum kepemimpinan dan spekulasi publik tentang adanya tekanan eksternal atau internal yang tidak diungkapkan. Sambo hanya menyebut konsultasi dengan Amien Rais, tetapi tidak ada penjelasan terbuka mengenai pembagian tugas baru yang lebih efektif. Masyarakat berhak tahu apakah partai ini masih relevan sebagai penyeimbang politik nasional.
Kita tunggu langkah nyata Partai Ummat dalam memilih ketua umum definitif. Jika tidak segera diisi dengan kader yang kompeten dan berkomitmen penuh, maka partai ini hanya akan menjadi monumen nostalgia, bukan kekuatan politik yang diperhitungkan. Kader dan simpatisan layak mendapatkan kepastian, bukan sekadar pernyataan harapan yang klise.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah mundurnya Ridho Rahmadi dan Taufik disebabkan oleh konflik internal Partai Ummat?
A: Tidak. Menurut Plt Ketua Umum Ansufri ID Sambo, alasan utama adalah kesulitan membagi waktu dan dampak kesehatan, serta konsultasi dengan keluarga dan Majelis Syuro. Tidak ada indikasi konflik horizontal. - Q: Apa jabatan baru Ridho dan Taufik setelah mundur?
A: Ridho tetap menjadi anggota Majelis Syuro, sementara Taufik akan menjadi sekretaris eksekutif yang membantu sekjen baru di DPP Partai Ummat. - Q: Siapa yang akan menggantikan posisi Ketua Umum dan Sekjen Partai Ummat?
A> Hingga berita ini diturunkan, partai belum mengumumkan pengganti definitif. Saat ini Partai Ummat dipimpin oleh Plt Ketua Umum Ansufri ID Sambo, dan proses pemilihan pengganti akan dilakukan sesuai mekanisme partai.
BERITA TERKAIT (Politik)

Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana untuk Koordinasi Kebijakan

Demokrat Nilai Gibran Tak Lagi Memenuhi Syarat Wapres Usai MA Putuskan Suket Tidak Sah

Klarifikasi Wamendagri: Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Cakup Stunting, Rumah, dan Inflasi
