Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kebakaran TPA Putri Cempo Meluas: 6 Hektar Ludes, Angin Kencang Sulitkan Pemadaman, Warga Diimbau Siaga

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kebakaran TPA Putri Cempo Meluas: 6 Hektar Ludes, Angin Kencang Sulitkan Pemadaman, Warga Diimbau Siaga
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, meluas hingga 6 dari 17 hektar tumpukan sampah, dengan titik api menyebar ke Blok C setelah Blok B dan D berhasil dikendalikan.
  • Angin kencang yang terus berembus menjadi kendala utama, menyebabkan api kembali berkobar meskipun sempat dipadamkan pada Rabu dini hari.
  • Pemerintah Kota Solo menyiapkan titik evakuasi bagi warga terdampak asap, meskipun api belum merambah permukiman.

Kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, memasuki hari ketiga dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Hingga Kamis (3/9) sore, api telah melalap sekitar 6 hektar dari total 17 hektar tumpukan sampah, menyisakan kepulan asap tebal yang mulai meresap ke pemukiman dan sekolah-sekolah di sekitarnya.

Upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berjalan pasang surut. Pada Rabu (2/9) dini hari, api sempat berhasil dijinakkan, namun angin kencang yang bertiup keesokan paginya membuat bara api kembali menyala. "Kecepatan angin di wilayah Solo yang cukup ekstrem menjadi faktor utama penyulit," ujar salah satu petugas di lokasi. Siang harinya, angin kembali berhembus kencang, meniup sisa bara dan memunculkan titik-titik api baru di sejumlah lokasi, terutama di Blok C yang sulit dijangkau.

Kepala DLH Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, menjelaskan bahwa Blok B dan D kini sudah dapat dikendalikan. "Tinggal Blok C yang menjadi tantangan karena medannya sulit dan akses air terbatas," katanya saat ditemui di posko darurat. Meski api belum merambat ke permukiman warga, asap pekat mulai memasuki rumah-rumah dan sejumlah sekolah, memicu kekhawatiran akan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Pemerintah Kota Surakarta melalui BPBD telah menyiapkan titik evakuasi bagi warga yang terdampak asap. Herwin menegaskan bahwa koordinasi antardinas terus berjalan, dan segala sarana prasarana darurat sudah disiagakan. "Sewaktu-waktu jika evakuasi diperlukan, kami siap," tegasnya.

Analisis Pakar

Fenomena kebakaran TPA Putri Cempo bukanlah insiden pertama, dan ironisnya menjadi cermin kelalaian sistemik dalam pengelolaan sampah di kota-kota besar Indonesia. Sebagai jurnalis investigasi yang telah mengikuti dinamika lingkungan hidup selama dua dekade, saya menilai bahwa akar masalahnya bukan sekadar pada faktor angin atau musim kemarau, melainkan pada ketiadaan strategi jangka panjang yang holistik. TPA dengan sistem open dumping seperti ini adalah bom waktu yang setiap tahun siap meledak—baik dalam bentuk kebakaran, pencemaran tanah, maupun ancaman gas metana.

Yang lebih memprihatinkan adalah respons yang selalu bersifat reaktif: pemadaman dilakukan setelah api membesar, evakuasi disiapkan saat asap sudah mengganggu, dan perhatian publik hanya terfokus saat bencana terjadi. Tidak ada upaya preventif yang terukur, seperti pengelolaan sampah berbasis zero waste, pengomposan, atau pengolahan menjadi energi terbarukan. Padahal, TPA Putri Cempo telah lama menjadi perhatian aktivis lingkungan karena lokasinya yang dekat dengan pemukiman dan sekolah. Jika pemerintah kota serius, seharusnya telah ada rencana penutupan bertahap dan relokasi sampah ke tempat pengolahan terpadu sejak lima tahun lalu.

Kita juga patut mengkritisi ketersediaan infrastruktur pemadaman. Kendala akses ke Blok C dan keterbatasan air menunjukkan bahwa kesiapan teknis masih rendah. Apakah anggaran untuk peralatan kebakaran dan water supply sudah dialokasikan secara memadai? Ataukah dana tersebut terserap ke proyek-proyek lain yang kurang prioritas? Saya mendorong Komisi D DPRD Solo untuk memanggil DLH dan BPBD dalam rapat dengar pendapat, tidak hanya untuk mengevaluasi respons darurat kali ini, tetapi juga meminta peta jalan penanganan sampah yang jelas dan terukur, dengan target waktu dan indikator kinerja yang transparan.

Terakhir, ancaman kesehatan dari asap kebakaran sampah tidak bisa disepelekan. Partikel halus dan dioksin yang dilepaskan dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, bahkan kanker dalam jangka panjang. Pemerintah wajib menyediakan masker gratis dan layanan kesehatan keliling bagi warga terdampak, serta melakukan pemantauan kualitas udara secara real-time. Jangan sampai kita hanya sibuk memadamkan api di permukaan, sementara bara persoalan tata kelola sampah tetap membara di bawah tanah. Inilah saatnya perubahan paradigma: dari clean-up menjadi prevention, dari insidental menjadi sistemik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah kebakaran TPA Putri Cempo sudah mencapai pemukiman warga?
    A: Belum. Api masih terbatas di area tumpukan sampah, namun asapnya telah menyebar ke rumah-rumah dan sekolah-sekolah di sekitar TPA.
  • Q: Apa penyebab utama kebakaran TPA Putri Cempo?
    A: Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, namun diduga kuat akibat gas metana yang terbakar secara spontan di tumpukan sampah, ditambah angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
  • Q: Bagaimana cara warga terlindung dari dampak asap kebakaran?
    A> Warga diimbau tetap di dalam rumah, menggunakan masker N95 jika terpaksa keluar, dan menutup ventilasi rumah. BPBD juga menyediakan titik evakuasi jika kondisi memburuk.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸