Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

SUTET di Ambang Bencana: Keteledoran Sistemik di Balik Kebakaran Raksasa TPA Putri Cempo

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

SUTET di Ambang Bencana: Keteledoran Sistemik di Balik Kebakaran Raksasa TPA Putri Cempo
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kebakaran melanda Blok B dan D TPA Putri Cempo dengan titik api berada persis di dekat menara SUTET dan gardu listrik.
  • Puluhan armada pemadam dari tiga daerah dikerahkan untuk mencegah meluasnya api di area seluas 7 hektar.
  • Pihak kelurahan menyebut kejadian ini sebagai rutinitas musim kemarau, sebuah pengakuan atas lemahnya mitigasi bencana lingkungan.

Pantauan di lapangan pada Rabu (2/9) malam menunjukkan situasi yang hampir tak terkendali di Kota Solo. Api berkobar di Blok B dan D Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres. Yang paling mengkhawatirkan, lokasi tersebut hanya beberapa meter dari jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Kehadiran satu unit pemadam yang secara khusus disiagakan untuk menyemprot gardu listrik dan menara SUTET mengindikasikan betapa rentannya infrastruktur vital tersebut terhadap insiden ini. Kebakaran yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB itu melalap gunungan sampah lebih dari 7 hektar, memaksa Solo, Karanganyar, dan Klaten mengerahkan puluhan armada.

Menurut Lurah Mojosongo, Katarina Kartika, warga di RW 30 dan RW 39 relatif aman karena jarak permukiman yang cukup jauh. Namun, pernyataan Katarina bahwa kebakaran ini adalah 'tahunan' dan 'biasa terjadi saat kemarau' justru memantik tanda tanya besar bagi kami.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis yang telah puluhan tahun meliput tragedi lingkungan, saya melihat kebakaran TPA Putri Cempo bukan sekadar musibah cuaca, melainkan produk dari keteledoran sistemik yang berlarut-larut. Fakta bahwa SUTET—aset strategis nasional—berdiri tegak di tengah lautan sampah yang mudah terbakar adalah sebuah ironi yang memalukan. Mengapa PLN dan Pemerintah Kota Solo membiarkan jalur transmisi listrik sekelas SUTET 'berdampingan' dengan gunungan sampah organik yang memproduksi gas metana? Ini bukan soal kemarau, ini soal tata ruang yang cacat.

Pernyataan Lurah yang menganggap kebakaran sebagai hal 'wajar' setiap tahun adalah cerminan dari mentalitas birokrasi yang apatis. Jika setiap tahun asap membubung dan gardu listrik terancam, seharusnya ada audit teknis dan relokasi jalur SUTET, atau minimal pemagaran zona aman yang ketat. Alih-alih, kita disuguhi drama pemadaman yang selalu dilakukan secara reaktif ketika api sudah membubung tinggi.

Lebih jauh lagi, minimnya transparansi terkait pemicu awal kebakaran menunjukkan buruknya tata kelola data di TPA tersebut. Apakah ini karena pembakaran liar, short-circuit dari instalasi liar, atau memang dekomposisi sampah yang tak terkontrol? Tanpa investigasi independen, warga Solo hanya akan terus menjadi penonton dari bom waktu lingkungan yang siap meledak kapan saja, mengancam bukan hanya kesehatan pernapasan, tapi juga kestabilan pasokan listrik Jawa Tengah.

Pemkot harus berhenti menyalahkan cuaca. Mereka wajib mempertanggungjawabkan anggaran mitigasi bencana yang selama ini diklaim telah disiapkan. Jika SUTET sampai rubuh karena kebakaran sampah, maka birokrat yang membiarkan hal ini terjadi harus digugat secara hukum karena kelalaian yang berakibat fatal bagi negara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Di mana lokasi pasti kebakaran TPA Putri Cempo?
A: Kebakaran terjadi di Blok B dan D TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, dekat dengan jaringan SUTET.

Q: Apakah warga sekitar terancam bahaya kebakaran ini?
A: Untuk sementara aman karena lokasi blok kebakaran cukup jauh dari permukiman terdekat (RW 30 dan RW 39).

Q: Mengapa TPA Putri Cempo sering kebakaran?
A: Menurut pihak kelurahan, hal ini rutin terjadi saat musim kemarau akibat cuaca ekstrem, namun secara teknis disebabkan oleh dekomposisi sampah dan kurangnya mitigasi sistemik.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸