Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kapolda Metro Kini Komjen: Kapolri Rombak Total Jajaran Polda Metro dan Mabes Polri

HukumSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kapolda Metro Kini Komjen: Kapolri Rombak Total Jajaran Polda Metro dan Mabes Polri
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menaikkan pangkat Wakapolda Metro Jaya Dekanto Eko Purwono menjadi Irjen Pol untuk menyesuaikan jabatan Kapolda yang kini dijabat Komjen Asep Edi Suheri.
  • Sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya mengalami rotasi dan promosi, termasuk pengangkatan Irjen Roycke Harry Langie sebagai Astamaops dan Brigjen Yudo Hermanto sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
  • Pergantian pejabat ini disebut sebagai bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran karier, namun juga menandai konsolidasi struktur komando di wilayah hukum terpenting Indonesia.

Jakarta โ€“ Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara Korps Raport kenaikan pangkat Wakapolda Metro Jaya, Dekanto Eko Purwono, menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) atau jenderal bintang dua di Gedung Rupattama Mabes Polri, Rabu (2/9). Kenaikan pangkat ini merupakan konsekuensi logis dari penunjukan Komjen Asep Edi Suheri sebagai Kapolda Metro Jaya, sehingga posisi wakilnya harus memiliki kesetaraan struktural yang memadai dalam hierarki kepolisian.

Selain promosi Dekanto, terdapat penyesuaian pangkat setingkat lebih tinggi bagi sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya dari Kombes menjadi Brigjen, meliputi Irwasda, Karo Rena, dan Karo Ops. Langkah ini mengindikasikan penguatan kapasitas manajerial dan pengawasan di Polda Metro Jaya seiring dengan peningkatan status kepemimpinan wilayah tersebut. Di tingkat Mabes Polri, Kapolri melantik Irjen Roycke Harry Langie sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) menggantikan Komjen Fadil Imran yang pensiun, serta Irjen Jawari sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM menggantikan Irjen Anwar.

Rombakan juga menyentuh jabatan kewilayahan. Brigjen Yudo Hermanto, mantan Karo Paminal Propam Polri, ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Utara menggantikan Irjen Roycke. Sementara itu, Irjen Ruslan Effendi mengisi pos Koordinator Staf Ahli Kapolri, dan Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru beralih tugas menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Kapolda Papua Barat Daya kini dipercayakan kepada Brigjen Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi ini adalah bentuk pembinaan karier dan penyegaran organisasi yang rutin dilakukan.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi yang telah puluhan tahun mengamati dinamika internal Polri, saya melihat mutasi kali ini bukan sekadar prosedur administratif biasa, melainkan sebuah sinyal kuat mengenai arah kebijakan keamanan nasional di bawah kendali Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penyesuaian pangkat Wakapolda Metro Jaya menjadi bintang dua adalah langkah taktis yang sangat signifikan. Secara historis, ketimpangan pangkat antara Kapolda dan Wakapolda sering kali menciptakan friksi birokrasi atau hambatan dalam rantai komando operasional. Dengan menyamakan level bintang, Kapolri memastikan bahwa Dekanto Eko Purwono memiliki otoritas penuh untuk menjalankan mandat operasional harian tanpa bayang-bayang inferioritas struktural, terutama mengingat kompleksitas ancaman keamanan di Jakarta yang terus berevolusi.

Lebih jauh, penempatan figur-figur seperti Irjen Roycke Harry Langie di posisi Astamaops dan Brigjen Yudo Hermanto di Sulawesi Utara menunjukkan pola meritokrasi yang berbasis pada rekam jejak lapangan dan integritas, bukan semata-mata senioritas angkatan. Roycke dikenal memiliki pengalaman operasi yang mumpuni, sementara Yudo membawa bekal disiplin internal dari Propam ke wilayah yang kerap rawan konflik vertikal. Ini adalah indikasi bahwa Kapolri sedang membangun tim inti yang tidak hanya loyal secara institusional, tetapi juga kompeten secara teknis dan adaptif terhadap tantangan kontemporer. Dalam perspektif investigatif, komposisi baru ini patut dipantau ketat: apakah mereka akan mampu menerjemahkan visi reformasi Polri menjadi output penegakan hukum yang berkeadilan, atau justru terjebak dalam rutinitas birokrasi lama.

Namun, kita tidak boleh naif menganggap rotasi ini bebas dari dimensi politik kekuasaan. Setiap pergantian pejabat di level jenderal selalu membawa implikasi pada keseimbangan faksi dan jaringan patronase di dalam tubuh kepolisian. Kenaikan pangkat massal di Polda Metro Jaya, misalnya, bisa dibaca sebagai upaya memperkuat soliditas internal di tengah potensi tekanan eksternal menjelang agenda-agenda politik nasional. Sebagai pengamat, saya menekankan bahwa legitimasi para pejabat baru ini tidak ditentukan oleh upacara serah terima yang megah, melainkan oleh transparansi kinerja dan akuntabilitas publik dalam enam bulan pertama masa jabatan. Jika penyegaran ini hanya menjadi ritual pergantian wajah tanpa perubahan substansial dalam kultur pelayanan dan penegakan hukum, maka kepercayaan publik yang sudah rapuh akan semakin terkikis.

Terakhir, penempatan Brigjen Hengki Haryadi di Papua Barat Daya dan pergeseran Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru ke Lemdiklat mencerminkan perhatian serius terhadap manajemen SDM di wilayah timur Indonesia. Papua bukan lagi sekadar pos penugasan, melainkan laboratorium uji kompetensi kepemimpinan polisi di daerah otonomi khusus yang sensitif. Keberhasilan atau kegagalan para pejabat baru di sana akan menjadi barometer sesungguhnya dari efektivitas kebijakan SDM Polri. Saya berharap, analisis kritis ini tidak dianggap sebagai skeptisisme berlebihan, melainkan sebagai bentuk pengawasan publik yang konstruktif agar reformasi kultural Polri tidak berhenti di slogan semata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa pangkat Wakapolda Metro Jaya dinaikkan menjadi Irjen?
A: Kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol dilakukan untuk menyesuaikan dengan jabatan Kapolda Metro Jaya yang kini dipegang oleh Komjen, sehingga tercipta kesetaraan struktural dan efektivitas komando.

Q: Siapa saja pejabat Polri yang dilantik selain Dekanto Eko Purwono?
A: Pejabat lain yang dilantik antara lain Irjen Roycke Harry Langie (Astamaops), Irjen Jawari (Asisten SDM), Brigjen Yudo Hermanto (Kapolda Sulut), Irjen Ruslan Effendi (Koordinator Staf Ahli), dan Brigjen Hengki Haryadi (Kapolda Papua Barat Daya).

Q: Apa alasan resmi Polri melakukan mutasi dan promosi ini?
A: Menurut Kadiv Humas Polri, mutasi dan promosi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk pembinaan karier dan penyegaran struktur kepolisian agar tetap responsif terhadap tantangan keamanan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ