Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Guncangan Internal Partai Ummat: Ketum dan Sekjen Mundur Serentak, Ada Apa?

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Guncangan Internal Partai Ummat: Ketum dan Sekjen Mundur Serentak, Ada Apa?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Ketua Umum Ridho Rahmadi dan Sekjen Taufik Hidayat resmi mengundurkan diri dari jabatan pimpinan DPP Partai Ummat.
  • Majelis Syura telah menunjuk Ansufri ID Sambo sebagai Plt Ketua Umum dan Muhammad Sadiq sebagai Plt Sekjen.
  • Pengunduran diri ini diklaim sebagai satu paket, namun keduanya tetap berada dalam struktur kepengurusan partai.

JAKARTA โ€“ Peta politik internal Partai Ummat kembali mengalami guncangan signifikan. Dua pucuk pimpinan tertinggi partai, Ketua Umum Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal Taufik Hidayat, secara mengejutkan memutuskan untuk meletakkan jabatan mereka.

Konfirmasi mengenai pengunduran diri ini datang langsung dari Taufik Hidayat. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut berlaku efektif sejak 20 Agustus 2026. Taufik menjelaskan bahwa mundurnya dirinya merupakan konsekuensi logis karena posisi Sekjen dan Ketum dipilih dalam satu paket kepemimpinan.

Menanggapi kekosongan kekuasaan di tingkat pusat, Majelis Syura Partai Ummat bergerak cepat dengan merujuk pada Anggaran Dasar partai, tepatnya Bab VII Pasal 14 ayat (1). Pihak partai menyatakan telah menerima surat pengunduran diri tertulis tersebut dan menghormati keputusan kedua tokoh tersebut.

Untuk menjaga stabilitas organisasi, partai kini menunjuk Ansufri ID Sambo, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Majelis Syura, untuk mengisi posisi Plt Ketua Umum DPP Partai Ummat. Sementara itu, posisi Plt Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Muhammad Sadiq.

Dalam keterangan resminya, Partai Ummat mengklaim bahwa penunjukan formasi transisi ini didasarkan pada prinsip meritokrasi, integritas, dan loyalitas. Hal ini dilakukan guna memastikan roda administrasi dan operasional partai tetap berjalan efektif di tengah masa transisi kepemimpinan.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis yang telah lama mengamati dinamika politik tanah air, saya melihat fenomena mundurnya dua pimpinan utama secara serentak bukanlah hal yang lumrah dalam organisasi politik, kecuali ada tekanan internal yang hebat atau pergeseran visi yang fundamental. Penggunaan istilah 'satu paket' dalam pengunduran diri ini mengindikasikan adanya solidaritas, namun di sisi lain, ini bisa menjadi sinyal adanya ketidakpuasan kolektif terhadap arah kebijakan partai atau tekanan dari faksi tertentu di dalam Majelis Syura.

Kita harus kritis melihat klaim 'meritokrasi' yang digaungkan partai. Dalam politik praktis, penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) seringkali hanyalah langkah darurat untuk meredam kegaduhan publik (damage control) agar partai tidak terlihat sedang mengalami krisis kepemimpinan. Pertanyaan besarnya adalah: mengapa pemimpin yang terpilih harus mundur secara bersamaan? Apakah ada konflik kepentingan yang tidak terungkap ke publik, ataukah ini merupakan bagian dari strategi reorganisasi besar-besaran menjelang kontestasi politik mendatang?

Keterangan bahwa kedua tokoh tersebut 'tetap aktif berjuang di struktural partai' menurut saya adalah upaya untuk menjaga citra agar tidak terlihat ada perpecahan (split). Namun, secara psikologi organisasi, penurunan jabatan dari pucuk pimpinan ke posisi struktural biasa seringkali menjadi bentuk 'pembuangan halus' atau kompromi politik yang pahit. Jika Partai Ummat tidak segera melakukan konsolidasi yang transparan, ketidakpastian ini akan melemahkan posisi tawar mereka di mata konstituen.

Ke depan, publik perlu mengawasi apakah Plt yang ditunjuk mampu membawa stabilitas atau justru menjadi jembatan menuju konflik internal yang lebih tajam. Partai yang dibangun dengan basis ideologi kuat seperti Partai Ummat seharusnya tidak terjebak dalam drama pergantian elit yang terkesan terburu-buru tanpa penjelasan yang komprehensif kepada kader di akar rumput.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat mundur dari Partai Ummat?
A: Secara resmi, mereka mengajukan pengunduran diri tertulis yang diterima oleh Majelis Syura, dengan alasan Taufik bahwa mereka terpilih sebagai satu paket kepemimpinan.

Q: Siapa yang menggantikan posisi Ketua Umum Partai Ummat saat ini?
A: Jabatan Ketua Umum saat ini diisi oleh Ansufri ID Sambo sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Q: Apakah Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat keluar dari partai?
A: Tidak, mereka dinyatakan tetap aktif berjuang di dalam kepengurusan struktural partai dengan formasi penugasan yang baru.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ