Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Siasat Baru Trump: Puji Sikap Pasif China di Selat Hormuz Demi Muluskan Pertemuan dengan Xi Jinping

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Siasat Baru Trump: Puji Sikap Pasif China di Selat Hormuz Demi Muluskan Pertemuan dengan Xi Jinping
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Washington DC dalam beberapa pekan mendatang.
  • Trump memuji sikap China yang dinilai "relatif pasif" dan tidak ikut campur dalam eskalasi konflik di Selat Hormuz.
  • Langkah diplomasi ini beriringan dengan sinyal dari Kementerian Keuangan AS yang batal menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap bank-bank besar China.

Ketegangan geopolitik antara Washington dan Beijing tampaknya sedang memasuki fase jeda taktis. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan melontarkan pujian hangat kepada Presiden China, Xi Jinping, menjelang rencana kunjungan pemimpin tertinggi Negeri Tirai Bambu tersebut ke Washington DC.

Dalam pernyataannya, Trump mengonfirmasi bahwa Xi Jinping akan bertandang ke AS dalam waktu dekat. Meski tidak merinci tanggal pastinya, Trump menegaskan bahwa kedua pemimpin memiliki hubungan personal yang sangat kuat dan saling menghormati.

"Dia akan datang dalam beberapa pekan mendatang. Dia menantikannya, dan saya juga sangat menantikan kedatangannya. Kami memiliki hubungan yang sangat baik," ujar Trump kepada media.

Menariknya, Trump secara khusus menyoroti dinamika di Timur Tengah, khususnya di kawasan krusial Selat Hormuz. Di tengah memanasnya konfrontasi antara AS dan faksi-faksi yang didukung Iran, Trump memuji Beijing karena memilih untuk tidak mengintervensi wilayah tersebut secara agresif.

"Bahkan terkait Selat Hormuz, dia (Xi Jinping) relatif tidak aktif. Dia relatif menahan diri dibanding apa yang sebenarnya bisa dia lakukan," tambah Trump, mengisyaratkan bahwa sikap pasif China ini membantu AS menjaga stabilitas di jalur perdagangan minyak global tersebut.

Pernyataan diplomatis ini muncul hampir bersamaan dengan sinyalemen positif dari sektor ekonomi. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengindikasikan bahwa Washington kemungkinan besar tidak akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap bank-bank China. Sebelumnya, lembaga-lembaga keuangan China sempat terancam sanksi berat karena dituduh memfasilitasi transaksi keuangan yang membantu jaringan perdagangan Iran.

Analisis Pakar

Dari perspektif hubungan internasional, pujian yang dilayangkan Donald Trump kepada Xi Jinping bukanlah sekadar basa-basi diplomatik biasa, melainkan sebuah manifestasi dari gaya diplomasi transaksional khas Trump. Dengan memberikan apresiasi publik atas sikap pasif China di Selat Hormuz, Trump sedang membangun landasan negosiasi yang menguntungkan sebelum pertemuan bilateral berlangsung. Ini adalah taktik klasik untuk melunakkan posisi tawar Beijing sekaligus menetapkan batasan perilaku yang diharapkan AS dari China di panggung global.

Sikap "relatif tidak aktif" China di Selat Hormuz sebenarnya mencerminkan kalkulasi strategis Beijing yang sangat pragmatis. Sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia, China memiliki kepentingan vital untuk menjaga kelancaran arus energi melewati Selat Hormuz. Namun, Beijing memilih untuk tidak terlibat dalam konfrontasi militer langsung atau mendukung salah satu pihak secara terbuka. Dengan tetap berada di balik layar, China berhasil mengamankan pasokan energinya tanpa harus mengorbankan hubungannya dengan Iran maupun memicu kemarahan langsung dari Washington.

Keputusan AS untuk tidak menjatuhkan sanksi pada bank-bank China juga menunjukkan adanya kompromi ekonomi yang realistis. Menjatuhkan sanksi pada institusi keuangan raksasa China berisiko memicu guncangan hebat pada sistem keuangan global yang saat ini masih rapuh. Langkah Scott Bessent ini mengonfirmasi bahwa pemerintahan Trump lebih memilih stabilitas pasar domestik dan konsesi dagang langsung daripada memicu perang finansial skala penuh yang dapat merugikan kepentingan ekonomi AS sendiri.

Secara keseluruhan, dinamika terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun rivalitas sistemik antara AS dan China tetap membara di sektor teknologi dan keamanan Pasifik, kedua negara masih memiliki ruang untuk pragmatisme taktis. Pertemuan mendatang antara Trump dan Xi Jinping kemungkinan besar akan fokus pada kesepakatan-kesepakatan transaksional yang dapat dipamerkan sebagai kemenangan politik domestik bagi kedua pemimpin, alih-alih menyelesaikan akar konflik ideologis dan geopolitik yang mendalam di antara kedua negara adidaya tersebut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa Donald Trump memuji sikap China di Selat Hormuz?
A: Trump mengapresiasi keputusan China untuk tidak mengintervensi atau memperkeruh konflik di Selat Hormuz, yang dinilai membantu AS dalam menjaga stabilitas keamanan di jalur pelayaran energi vital tersebut.

Q: Kapan pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping akan berlangsung?
A: Trump menyatakan bahwa kunjungan Xi Jinping ke Washington DC akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang, meskipun rincian tanggal dan agenda resmi belum dirilis secara detail.

Q: Mengapa AS batal menjatuhkan sanksi kepada bank-bank China terkait isu Iran?
A: Pembatalan sanksi ini diindikasikan sebagai langkah pragmatis untuk menghindari eskalasi perang dagang yang lebih luas dan menjaga stabilitas pasar keuangan global menjelang pertemuan tingkat tinggi kedua kepala negara.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ