Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pertamax Green 95 Melonjak ke Rp19.150: Sinyal Kenaikan Biaya Energi Ramah Lingkungan?

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pertamax Green 95 Melonjak ke Rp19.150: Sinyal Kenaikan Biaya Energi Ramah Lingkungan?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Harga Pertamax Green 95 naik signifikan menjadi Rp19.150 per liter per 2 September 2026.
  • Kenaikan sebesar Rp2.550 per liter ini mengikuti tren penyesuaian BBM nonsubsidi lainnya.
  • Produk ini merupakan BBM RON 95 dengan campuran bioetanol untuk mendukung energi hijau.

PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga untuk produk BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95. Terhitung mulai 2 September 2026 pukul 00.00 WIB, konsumen kini harus merogoh kocek lebih dalam, yakni sebesar Rp19.150 per liter.

Kenaikan ini tergolong cukup tajam jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp16.600 per liter, atau terdapat selisih kenaikan sebesar Rp2.550 per liter. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan sinkronisasi harga dengan produk BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite yang telah mengalami penyesuaian sebelumnya.

Meskipun harga melonjak, pihak manajemen menegaskan bahwa kualitas produk dan standar layanan tetap menjadi prioritas utama. Sebagai informasi, Pertamax Green 95 adalah bahan bakar dengan oktan 95 yang menggunakan campuran bioetanol, sebuah inovasi yang dirancang untuk menekan emisi karbon dan mendorong transisi energi di Indonesia.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat ekonomi makro, saya melihat kenaikan harga Pertamax Green 95 ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan refleksi dari tingginya biaya produksi energi terbarukan di tingkat hulu. Kenaikan sebesar Rp2.550 per liter adalah angka yang cukup agresif. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pengadaan bioetanol atau fluktuasi harga minyak mentah dunia sedang memberikan tekanan hebat pada margin keuntungan Pertamina, sehingga beban tersebut akhirnya diteruskan kepada konsumen akhir (cost-push inflation).

Secara strategis, langkah ini menciptakan dilema bagi konsumen. Di satu sisi, pemerintah mendorong penggunaan energi hijau untuk mencapai target Net Zero Emission. Namun di sisi lain, ketika harga 'bahan bakar hijau' menjadi jauh lebih mahal daripada BBM konvensional, insentif bagi masyarakat untuk beralih ke energi ramah lingkungan menjadi hilang. Ada risiko terjadinya backlash di mana konsumen justru kembali ke BBM dengan oktan lebih rendah atau bahkan beralih ke BBM subsidi yang membebani APBN.

Dari perspektif bisnis, Pertamina sedang mencoba melakukan repositioning Pertamax Green 95 sebagai produk premium yang eksklusif. Namun, jika kenaikan harga tidak dibarengi dengan edukasi yang masif mengenai efisiensi jangka panjang bagi mesin kendaraan dan dampak lingkungan, maka volume penjualan produk ini berpotensi menurun. Pertamina harus berhati-hati agar tidak menciptakan persepsi bahwa 'menjadi ramah lingkungan itu mahal'.

Ke depannya, saya memprediksi bahwa volatilitas harga BBM nonsubsidi akan semakin tinggi seiring dengan ketidakpastian geopolitik global. Perusahaan dan pelaku bisnis yang bergantung pada logistik harus mulai menghitung ulang struktur biaya mereka. Kenaikan harga energi adalah katalisator bagi kenaikan harga barang dan jasa lainnya, yang jika tidak dikelola dengan tepat, dapat menggerus daya beli masyarakat kelas menengah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Berapa harga terbaru Pertamax Green 95?
A: Harga terbaru adalah Rp19.150 per liter mulai 2 September 2026.

Q: Mengapa harga Pertamax Green 95 naik?
A: Penyesuaian dilakukan untuk mengikuti harga produk BBM nonsubsidi lainnya dan menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Q: Apa itu Pertamax Green 95?
A: BBM dengan RON 95 yang mengandung campuran bioetanol untuk mengurangi emisi gas buang dan lebih ramah lingkungan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ