Mantan PM Israel Naftali Bennett Kritisi Persepsi Genosida di Amerika: Apa Penyebabnya?

Ringkasan Singkat
- Naftali Bennett menyatakan bahwa generasi muda Amerika kini mengaitkan Israel dengan istilah “genosida”.
- Ia menuding pengaruh Qatar selama 25 tahun sebagai faktor utama perubahan persepsi publik AS.
- Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kritik internasional atas operasi militer Israel di Gaza.
Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan akhir-September, Naftali Bennett, mantan Perdana Menteri Israel, mengungkapkan keprihatinannya atas citra negatif yang kini melekat pada negara Zionis di kalangan warga Amerika, khususnya generasi Z. Menurutnya, pertanyaan sederhana kepada mahasiswa Amerika tentang apa yang terlintas di benak mereka ketika mendengar kata “Israel” kini sering dijawab dengan kata “genosida”.
Bennett menekankan bahwa asosiasi semacam itu tidak pernah terjadi sejak berdirinya negara Israel pada 1948. Ia membandingkan persepsi tersebut dengan stereotip yang melekat pada negara lain, seperti Italia yang identik dengan “pasta atau spageti”. “Tidak adil bila Israel dikaitkan dengan pembunuhan bayi atau genosida,” ujarnya, menambahkan bahwa realitas saat ini memang berbeda dari harapan historis.
Menurut mantan pemimpin itu, salah satu penyebab utama pergeseran opini publik adalah peran Qatar dalam membangun jaringan lobi dan media selama lebih dari dua dekade. “Sebagian dari hal ini disebabkan karena kita mengizinkan Qatar untuk beroperasi dan membangun pengaruh selama 25 tahun,” kata Bennett, menyinggung bagaimana dana dan kampanye informasi yang dikelola Doha dapat memengaruhi narasi di Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut muncul di tengah gelombang kritik internasional yang memuncak setelah operasi militer Israel di Gaza pada Oktober 2023. Meskipun ada gencatan senjata antara Israel dan Hamas, data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka sejak konflik tersebut. Sementara itu, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri yang sedang menjabat, kini menjadi subjek penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Analisis Pakar
Perubahan persepsi publik di Amerika Serikat terhadap Israel tidak dapat dipandang sekadar sebagai fenomena emosional; ia mencerminkan dinamika geopolitik yang lebih luas. Selama dua dekade terakhir, Qatar telah memposisikan dirinya sebagai mediator regional sekaligus sponsor media yang menyoroti penderitaan Palestina. Pendanaan tersebut, dipadukan dengan jaringan sosial media yang sangat tersegmentasi, memungkinkan narasi yang menekankan aspek kemanusiaan konflik, sementara menyoroti kebijakan Israel sebagai “genosida”.
Di sisi lain, kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang selama ini mendukung Israel secara militer dan diplomatik kini menghadapi tekanan domestik yang meningkat. Generasi Z, yang tumbuh dalam era informasi real‑time, cenderung menilai konflik melalui lensa hak asasi manusia dan keadilan sosial, bukan semata‑mata aliansi strategis. Hal ini menjelaskan mengapa pertanyaan sederhana tentang Israel dapat memicu respons yang sangat kritis.
Namun, penting untuk menekankan bahwa istilah “genosida” memiliki konotasi hukum yang sangat spesifik. Penggunaan istilah tersebut dalam wacana publik dapat mengaburkan perbedaan antara kejahatan perang, pelanggaran hak asasi manusia, dan genosida yang diatur oleh Konvensi Genosida 1948. Oleh karena itu, pernyataan Bennett menyoroti dilema antara persepsi populer dan standar hukum internasional.
Ke depan, kebijakan Israel dalam menanggapi kritik internasional, serta upaya diplomatik Amerika untuk menyeimbangkan dukungan tradisional dengan tekanan domestik, akan menjadi faktor penentu apakah citra negatif ini akan berlanjut atau dapat dipulihkan. Dialog yang melibatkan semua pemangku kepentingan—termasuk peran media, lembaga internasional, dan masyarakat sipil—kritis untuk menghindari polarisasi yang semakin tajam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa generasi muda Amerika mengaitkan Israel dengan istilah “genosida”?
A: Kombinasi laporan media yang menyoroti korban sipil di Gaza, kampanye lobi pro‑Palestina, dan meningkatnya kesadaran hak asasi manusia di kalangan Gen Z berkontribusi pada persepsi tersebut. - Q: Apa peran Qatar dalam memengaruhi opini publik Amerika?
A: Qatar telah mendanai jaringan media dan organisasi non‑pemerintah yang menyoroti konflik Palestina‑Israel, serta menggunakan platform digital untuk menyebarkan narasi yang menekankan penderitaan Palestina. - Q: Apakah tuduhan genosida terhadap Israel memiliki dasar hukum?
A: Hingga kini, tidak ada keputusan pengadilan internasional yang menyatakan tindakan Israel di Gaza sebagai genosida. Tuduhan tersebut lebih bersifat politik dan moral, sementara proses hukum internasional masih menilai dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Eisenkot Bongkar Ambisi Netanyahu Giring Pemilu Ulang, Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing

Suhu Politik Global Memanas: Iran Siaga, Sorotan Dampak Pemilu Israel-AS dan Isu Elektoral India
