Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kebakaran Kapal Muatan Chemical di Selayar: 2 ABK Meninggal, Kebocoran Jadi Tanda Bahaya Industri Maritim

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kebakaran Kapal Muatan Chemical di Selayar: 2 ABK Meninggal, Kebocoran Jadi Tanda Bahaya Industri Maritim
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kapal motor KM Legenda Nusantara 99 terbakar di perairan antara Pulau Selayar dan Pulau Kabaena pada dini hari 1 September.
  • Sepuluh awak selamat dievakuasi, tiga orang dirawat serius karena paparan chemical, dan dua ABK meninggal dunia.
  • Operasi SAR selesai pada pukul 10.40 WITA; semua korban dibawa ke RSUD L.M. Baharuddin untuk perawatan.

Jakarta, 1 September 2026 – Sebuah tragedi menimpa kapal motor KM Legenda Nusantara 99 yang tengah mengangkut muatan chemical dan alat berat dari Jakarta menuju Morowali, Sulawesi Tengah. Pada pukul 01.00 WITA, kebakaran melanda kapal di perairan selat yang memisahkan Pulau Selayar (Sulawesi Selatan) dan Pulau Kabaena (Sulawesi Tenggara). Menurut Plh. Kepala KPP Kendari Iwan Gunawan, kebakaran dipicu oleh kebocoran cairan kimia berbahaya yang menguap dan menyulut api.

Segera setelah menerima laporan pada pukul 08.35 WITA, tim SAR gabungan Rescue Unit Siaga SAR Muna dan potensi SAR bergegas dengan speedboat milik Polair menuju titik pertemuan bersama kapal penolong KM KBR Benua Dua. Dari total 13 orang awak, 12 berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Tampo dan tiba sekitar pukul 10.40 WITA. Mereka kemudian dipindahkan dengan ambulans Puskesmas Tampo ke RSUD L.M. Baharuddin untuk penanganan medis.

Namun, tiga awak dilaporkan mengalami kondisi kritis akibat paparan kimia. Di antaranya, Yudi Bagus (22) yang bekerja di bagian jurusan minyak, dan John Petro (42) yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Nakhoda kapal, Sahriar (42), juga mengalami keracunan kimia dan harus dirawat intensif. Operasi penyelamatan dinyatakan selesai setelah semua 13 awak berhasil dievakuasi, dan unit SAR kembali ke pangkalan masing‑masing.

Analisis Pakar

Insiden ini menyoroti kegagalan regulasi keselamatan transportasi kimia di perairan Indonesia. Meskipun ada standar internasional seperti IMO (International Maritime Organization) yang mengatur pengangkutan bahan berbahaya, implementasinya masih lemah. Pengawasan dokumen muatan, inspeksi kapal, serta pelatihan penanganan kebocoran kimia tampaknya belum memadai. Kebocoran yang memicu kebakaran ini mengindikasikan adanya celah dalam prosedur penanganan muatan berbahaya, baik dari sisi penyimpanan di dalam tangki maupun prosedur darurat.

Selain itu, respons cepat tim SAR menunjukkan peningkatan kapabilitas penanganan bencana maritim, namun masih terdapat keterbatasan dalam penanganan kontaminasi kimia. Tim medis di pelabuhan tampak belum dilengkapi dengan peralatan deteksi dan dekontaminasi yang memadai, sehingga korban harus dipindahkan ke rumah sakit darurat. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan fasilitas kesehatan tepi laut dalam menghadapi insiden serupa.

Secara ekonomi, kecelakaan ini dapat menambah beban biaya operasional bagi industri logistik kimia, terutama bila pemerintah memutuskan memperketat regulasi. Sektor alat berat yang diangkut bersama muatan kimia juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jika terjadi tumpahan di laut. Pemerintah daerah dan pusat harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap semua kapal yang mengangkut bahan berbahaya, serta memperkuat koordinasi antara otoritas maritim, kepolisian, dan lembaga kesehatan.

Terakhir, tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pemilik kapal dan operator logistik: keamanan bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab moral terhadap nyawa awak kapal dan lingkungan. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran keselamatan harus menjadi prioritas, agar insiden serupa tidak terulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab utama kebakaran kapal KM Legenda Nusantara 99?
    A: Kebocoran cairan kimia berbahaya yang menguap dan menyulut api di perairan antara Pulau Selayar dan Pulau Kabaena.
  • Q: Berapa jumlah korban jiwa dalam insiden ini?
    A: Dua awak kapal, yaitu John Petro (42) dan Yudi Bagus (22), dinyatakan meninggal dunia.
  • Q: Bagaimana respons tim SAR terhadap kejadian tersebut?
    A: Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 12 orang ke Pelabuhan Tampo, sementara satu orang (nakhoda) dirawat karena keracunan kimia; operasi SAR selesai pada pukul 10.40 WITA.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸