Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Super Garuda Shield 2026: Latihan Militer Besar-Besaran TNI dengan 21 Negara, Apa Sebenarnya Tujuannya?

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Super Garuda Shield 2026: Latihan Militer Besar-Besaran TNI dengan 21 Negara, Apa Sebenarnya Tujuannya?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Latihan gabungan SuperGarudaShield V 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara di tiga pulau Indonesia.
  • Pembukaan oleh PanglimaTNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan fokus pada diplomasi, interoperabilitas, serta kemampuan siber dan bantuan kemanusiaan.
  • Materi latihan mencakup operasi udara, pertempuran darat, evakuasi medis, serta siber dan humanitarianassistanceanddisasterrelief di Kalimantan Utara.

Jakarta – Super Garuda Shield (SGS) V 2026 resmi dimulai pada 31 Agustus 2026, menandai rangkaian latihan gabungan terbesar yang pernah diselenggarakan TNI di tiga pulau utama: Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Dengan 4.743 personel multinasional dari 21 negara, latihan ini tidak sekadar demonstrasi kekuatan militer, melainkan arena diplomasi militer yang sarat kepentingan strategis.

Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI, membuka acara di Sesko TNI, Bandung, menegaskan bahwa SGS “dilaksanakan setiap tahun di Indonesia” dan menambahkan bahwa tahun ini terdapat 12 materi latihan yang mencakup operasi udara, lintas‑udara, pertempuran darat, serta evakuasi medis. Namun, sorotan utama jatuh pada dua bidang yang baru muncul: siber dan humanitarianassistanceanddisasterrelief.

Pengembangan kemampuan siber menjadi keharusan setelah satuan siber TNI baru dibentuk tiga tahun lalu. Latihan bersama posko siber negara‑negara mitra diharapkan menjadi “sarana bertukar kemampuan” yang dapat menutup kesenjangan teknologi. Di sisi lain, penambahan materi HADR (Humanitarian Assistance and Disaster Relief) di Kalimantan Utara menandakan upaya TNI mengintegrasikan kesiapsiagaan bencana ke dalam doktrin operasi gabungan.

Negara‑negara peserta meliputi Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brazil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Keberagaman ini menimbulkan pertanyaan: apakah latihan ini lebih mengedepankan kepentingan geopolitik luar negeri Indonesia atau sekadar menampilkan kekuatan militer di panggung internasional?

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat Super Garuda Shield bukan sekadar latihan rutin. Di tengah dinamika Indo‑Pasifik yang semakin kompetitif, kehadiran USINDOPACOM dan negara‑negara Barat lainnya menandakan upaya memperkuat aliansi militer yang dapat menyeimbangkan pengaruh China di wilayah ini. Namun, Indonesia tetap menegaskan posisi netralitasnya, menjadikan latihan ini sebagai “diplomasi militer” yang berisiko menjeratnya dalam persaingan kekuatan besar.

Fokus pada siber mengungkapkan kekhawatiran TNI akan ancaman dunia maya yang semakin kompleks. Satu‑satunya satuan siber yang masih muda harus bersaing dengan kemampuan cyber‑power negara‑negara peserta yang sudah mapan. Tanpa investasi jangka panjang dalam infrastruktur, pelatihan singkat ini berpotensi menjadi “showcase” belaka, bukan solusi struktural.

Penambahan materi humanitarianassistanceanddisasterrelief di Kalimantan Utara tampak responsif terhadap meningkatnya frekuensi bencana alam. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan logistik TNI di daerah terpencil. Apakah latihan ini cukup untuk mengatasi tantangan geografis Indonesia yang luas, atau hanya simbolik?

Terakhir, keberadaan 21 negara dalam satu latihan menimbulkan risiko “over‑dependence” pada standar operasional militer luar negeri. Interoperabilitas memang penting, tetapi Indonesia harus memastikan bahwa doktrin nasional tidak tergerus oleh kepentingan asing. Pengawasan ketat terhadap transfer teknologi dan taktik militer menjadi keharusan agar latihan ini tidak berbalik menjadi pintu masuk bagi pengaruh geopolitik yang tidak diinginkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa tujuan utama latihan Super Garuda Shield 2026?
    A: Tujuannya adalah meningkatkan interoperabilitas, memperkuat diplomasi militer, serta mengembangkan kemampuan siber dan bantuan kemanusiaan TNI.
  • Q: Negara mana saja yang berpartisipasi dalam SGS 2026?
    A: 21 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia.
  • Q: Di mana saja lokasi latihan berlangsung?
    A: Latihan dilaksanakan di tiga pulau utama Indonesia: Jawa (Bandung, Jakarta, Lampung), Sumatra (Baturaja), dan Kalimantan Utara (Nunukan).
Meow! Tanya Nesi!
😸