188 Ribu Warga NTT Masih dalam Pengungsi, Korban Meninggal Tetap 111 – BNPB Perpanjang Darurat hingga 2026

Ringkasan Singkat
- 188.161 jiwa masih mengungsi setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT, menurun 4.142 orang dari tiga kabupaten.
- Korban meninggal tetap 111, luka 1.631 (223 berat, 1.408 ringan); gempa susulan mencapai 9.765 kali dengan magnitudo maks 6,2.
- Status tanggap darurat diperpanjang 14 hari hingga 12 September 2026 untuk distribusi logistik dan bantuan yang lebih terkoordinasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa jumlah pengungsi di NTT masih mencapai 188.161 jiwa per 30 Agustus. Angka tersebut turun 4.142 orang dibandingkan minggu sebelumnya, terutama dari Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.
Berton menegaskan bahwa tidak ada penambahan korban meninggal sejak kemarin; total tetap 111 jiwa. Korban luka tercatat 1.631 orang, terdiri dari 223 luka berat dan 1.408 luka ringan. Selain itu, hingga minggu ini tercatat 9.765 kejadian gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,0. Menurut BNPB, aktivitas gempa susulan dapat berlangsung hingga tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.
Dalam hal darurat, Gubernur NTT Emmanuel Melkiades Laka Lena telah memperpanjang status tanggap darurat penanganan gempa bumi selama 14 hari, sehingga berlaku hingga 12 September 2026. Berton menambahkan bahwa perpanjangan ini merupakan langkah pertama setelah gempa magnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2025, dan bertujuan untuk memastikan penyebaran logistik dan bantuan humanis dapat dilakukan tanpa hambatan administrasi.
Analisis Pakar
Sebagai jurnalis investigasi yang telah menutupi berbagai bencana di Indonesia, saya mengamati bahwa angka pengungsi yang masih tinggi meski menurun menunjukkan adanya kesenjangan dalam distribusi bantuan serta kurangnya data terintegrasi tentang lokasi sementara yang tepat. Penurunan 4.142 orang hanya mencerminkan pengembalian sebagian warga ke rumah yang belum layak huni, bukan solusi struktural.
Kebijakan perpanjangan status tanggap darurat hingga 2026, meski terlihat proaktif, justru menimbulkan pertanyaan tentang kapasitas logistik dan koordinasi antarlembaga. BNPB perlu membuka akses data real‑time mengenai stok barang kebutuhan dasar, tenda, dan air bersih agar tidak terjadi tumpang tindih atau kekurangan di lapangan. Selain itu, transparansi penggunaan dana darurat harus ditingkatkan agar publik dapat memantau apakah alokasi benar‑benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Fenomena gempa susulan yang masih aktif dengan frekuensi tinggi menegaskan pentingnya sistem peringatan dini yang lebih sensitif dan edukasi masyarakat tentang prosedur evakuasi. Saat ini, banyak komunitas masih mengandalkan informasi lisan dan media sosial yang tidak terverifikasi, yang berisiko memicu panik atau kelalaian. Pemerintah daerah dan BNPB sebaiknya bekerja sama dengan lembaga geofisika untuk menyebarkan infografis mudah dipahami melalui radio komunitas dan aplikasi darat.
Akhirnya, saya menantang BNPB dan pemerintah NTT untuk tidak hanya memperpanjang status darurat, tetapi juga merancang rencana pemulihan jangka panjang yang melibatkan partisipasi masyarakat, pembangunan infrastruktur anti‑gempa, dan pembiayaan asuransi bencana yang inklusif. Tanpa langkah strategis seperti itu, angka pengungsi akan tetap fluktuasi dan korban sosial‑ekonomi akan terus menumpuk.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa jumlah pengungsi terkini di NTT setelah gempa Agustus 2025?
- A: BNPB mencatat 188.161 jiwa masih mengungsi per 30 Agustus 2025, dengan penurunan 4.142 orang dari minggu sebelumnya.
- Q: Apakah ada penambahan korban meninggal atau luka sejak laporan terakhir?
- A: Tidak ada penambahan korban meninggal (total tetap 111 jiwa); korban luka tetap 1.631 orang (223 berat, 1.408 ringan).
- Q: Sejakapan status tanggap darurat diperpanjang dan hingga kapan?
- A: Status tanggap darurat diperpanjang 14 hari hingga 12 September 2026, sesuai keputusan Gubernor NTT dan konfirmasi BNPB.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Wagub Bali Pantau Langsung Pencarian 2 Wisatawan Hilang di Glamping Pelaga Pascan Longsor

TNI AL Uji Kelayakan Operasi Helikopter di KRI Siriwjaya-100, Simulasikan Penanggulangan Bencana

Kadin Proyeksi Peluang Ekspansi Pajak Digital Nasional Mulai 9 November 2026
