Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Sekjen Kemendagri Desak Pemda Jaga Harga Acuan: Ancaman Inflasi di Puncak

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Sekjen Kemendagri Desak Pemda Jaga Harga Acuan: Ancaman Inflasi di Puncak
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Tomsi Tohir menegaskan pentingnya stabilitas harga acuan untuk beras, minyak goreng, dan cabai.
  • Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi digabungkan dengan evaluasi program 3 Juta Rumah dan dipimpin secara hybrid di Jakarta.
  • Pemda diminta turun ke lapangan, gunakan data BPS, dan lakukan intervensi tepat sasaran agar tidak melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Ringkasan Singkat

  • Tomsi Tohir menegaskan pentingnya stabilitas harga acuan untuk beras, minyak goreng, dan cabai.
  • Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi digabungkan dengan evaluasi program 3 Juta Rumah dan dipimpin secara hybrid di Jakarta.
  • Pemda diminta turun ke lapangan, gunakan data BPS, dan lakukan intervensi tepat sasaran agar tidak melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Dalam Tomsi Tohir selaku Sekjen Kemendagri memimpin Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang menunjukkan kenaikan tajam pada beras, minyak goreng, dan cabai, ia menegaskan bahwa Harga Acuan Penjualan (HAP) harus dijaga. Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang sekaligus menjadi Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah berlangsung secara hybrid di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Senin (24/8).

Tomsi menekankan bahwa pemda harus turun langsung ke pasar, memverifikasi harga, dan mengimplementasikan langkah‑langkah pengendalian yang berbasis data. “Tujuan kita agar harga tidak melebihi HAP. Oleh sebab itu, kita berusaha sekeras‑kerasnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menyoroti bahwa kenaikan harga beras telah tercatat di 132 kabupaten/kota, sehingga intervensi harus difokuskan pada daerah‑daerah yang paling terdampak. Untuk minyak goreng, Tomsi mengandalkan peran BUMN dalam penyaluran untuk menstabilkan pasokan. Sedangkan untuk cabai, ia mengajak kementerian/lembaga terkait bersama pemda menambah produksi cabai rawit dan merah, dengan menyesuaikan penanaman pada wilayah yang mengalami lonjakan harga.

Data BPS menjadi acuan utama. “Minta data sebelum hari Senin, daerah mana yang mengalami kenaikan harga, supaya upaya tidak melenceng,” tegasnya, menegaskan pentingnya kebijakan berbasis bukti.

Analisis Pakar

Penekanan pada Harga Acuan Penjualan (HAP) bukan sekadar formalitas administratif; ia menjadi barometer kestabilan inflasi mikro. Bila HAP terlampaui, efek domino akan terasa pada indeks inflasi nasional, menekan daya beli konsumen, terutama kelas menengah ke bawah yang menghabiskan proporsi besar pendapatan untuk pangan.

Kebijakan yang menuntut pemda turun ke lapangan menandakan pergeseran paradigma dari kontrol sentralistik ke pendekatan desentralisasi berbasis data. Ini memberi ruang bagi pemerintah daerah yang memiliki intelijen pasar lokal untuk melakukan intervensi cepat, misalnya dengan mengaktifkan stok pemerintah atau mengatur distribusi BUMN secara dinamis.

Namun, tantangan terbesar tetap pada koordinasi lintas‑instansi. BUMN, BPS, dan Badan Pangan Nasional harus menyelaraskan data real‑time, sehingga pemda tidak hanya mengandalkan laporan mingguan yang dapat menunda respons. Pengembangan platform digital terpadu, misalnya dashboard harga pangan berbasis API, dapat mempercepat proses pengambilan keputusan.

Secara makro, menjaga HAP pada tiga komoditas utama ini berpotensi menahan tekanan inflasi hingga kuartal berikutnya. Jika berhasil, kebijakan ini dapat memperkuat kredibilitas pemerintah dalam mengelola stabilitas harga, yang pada gilirannya menurunkan biaya pinjaman riil dan meningkatkan iklim investasi domestik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu Harga Acuan Penjualan (HAP) dan mengapa penting?
    A: HAP adalah harga maksimum yang ditetapkan pemerintah untuk penjualan komoditas pokok; menjaga HAP mencegah inflasi pangan dan melindungi daya beli konsumen.
  • Q: Bagaimana peran BUMN dalam menstabilkan harga minyak goreng?
    A: BUMN mengatur penyaluran minyak goreng melalui stok strategis dan distribusi terkoordinasi, sehingga mengurangi fluktuasi pasokan dan harga.
  • Q: Apa langkah konkret yang harus diambil pemda untuk mengendalikan harga cabai?
    A: Pemda harus mengidentifikasi daerah dengan kenaikan harga, meningkatkan produksi lokal melalui penyuluhan petani, dan mengoptimalkan distribusi dari gudang provinsi.
Meow! Tanya Nesi!
😸