Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

12 Gudang Bulog Rusak Akibat Gempa di NTT: Stok Beras Tetap Aman, Mobilisasi Besar-besaran

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

12 Gudang Bulog Rusak Akibat Gempa di NTT: Stok Beras Tetap Aman, Mobilisasi Besar-besaran
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat 12 gudang Bulog di NTT mengalami kerusakan dinding setelah gempa bumi.
  • Stok beras tetap aman karena dipindahkan ke tenda BNPB dan TNI serta disimpan di atas palet.
  • Mobilisasi nasional menambah persediaan menjadi 93.782 ton, cukup untuk menutup kebutuhan jangka pendek dan darurat.

Ringkasan Singkat

  • 12 gudang Bulog di NTT mengalami kerusakan dinding setelah gempa bumi.
  • Stok beras tetap aman karena dipindahkan ke tenda BNPB dan TNI serta disimpan di atas palet.
  • Mobilisasi nasional menambah persediaan menjadi 93.782 ton, cukup untuk menutup kebutuhan jangka pendek dan darurat.

Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani mengonfirmasi bahwa 12 gudang Bulog di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak pada bagian dinding setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Kerusakan struktural terbatas pada dinding, sehingga stok beras yang tersimpan tidak terancam.

Bulog mengoperasikan total 46 gudang di NTT dengan kapasitas gabungan 50.400 ton. Menanggapi kerusakan, Rizal menugaskan Direktur SDM Bulog untuk segera memperbaiki 12 gudang yang terdampak, khususnya memperkuat dinding yang jebol. “Kami sudah berangkatkan Direktur SDM untuk perbaikan‑perbaikan,” ujarnya di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, pada 23 Agustus.

Kerusakan paling parah terjadi di wilayah Ruteng, yang mengakibatkan penurunan kapasitas penyimpanan. Untuk menghindari kontaminasi air, beras dipindahkan ke tenda milik BNPB dan TNI, kemudian diletakkan di atas palet. “Kami geser beras ke tenda, beri palet di bawahnya supaya tidak kena air,” jelas Rizal.

Selanjutnya, kepala cabang Bulog di Ruteng diarahkan menyalurkan beras yang telah dipindahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saat ini, stok beras Bulog di NTT tercatat 26.336 ton. Untuk menutup kesenjangan, pemerintah menggerakkan mobilisasi nasional (mobnas) sebesar 67.446 ton dari Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan & Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

Dengan tambahan tersebut, total persediaan beras di NTT diproyeksikan mencapai 93.782 ton. Kebutuhan beras daerah diperkirakan 46.368 ton, termasuk bantuan bencana (1.890 ton), cadangan darurat (18.900 ton), dan program bantuan pangan Presiden selama tiga bulan (25.578 ton). Dengan perhitungan ini, Bulog masih memiliki surplus sekitar 47.414 ton untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak.

Analisis Pakar

Secara makro, respons cepat Bulog menunjukkan ketangguhan rantai pasokan pangan nasional dalam menghadapi guncangan alam. Pengalihan stok ke tenda BNPB dan TNI bukan sekadar langkah logistik darurat, melainkan strategi mitigasi risiko kontaminasi yang dapat menggerus nilai gizi dan menurunkan kepercayaan konsumen. Penyimpanan di atas palet menurunkan peluang kerusakan akibat kelembaban, sebuah praktik standar di industri logistik pangan internasional.

Namun, fakta bahwa 12 dari 46 gudang mengalami kerusakan struktural menandakan perlunya audit infrastruktur gudang secara menyeluruh. Investasi pada perkuatan bangunan, terutama di zona rawan gempa, akan mengurangi biaya perbaikan berulang dan meningkatkan resilien sistem distribusi. Pemerintah daerah dan pusat harus mempertimbangkan skema pembiayaan bersama, misalnya melalui obligasi hijau atau dana infrastruktur berkelanjutan.

Mobilisasi nasional sebesar 67.446 ton juga memberi sinyal bahwa stok strategis nasional masih berada pada level yang cukup aman. Namun, konsentrasi stok di beberapa provinsi (misalnya Jawa Timur dan NTB) menimbulkan risiko konsentrasi geografis. Diversifikasi lokasi gudang ke wilayah yang lebih stabil secara geologis dapat menurunkan eksposur terhadap bencana alam.

Terakhir, kebijakan bantuan pangan Presiden (10 kg per bulan untuk 852.631 penerima) harus dipantau efektivitasnya. Jika distribusi tidak terkoordinasi dengan baik, ada potensi terjadinya duplikasi bantuan atau kebocoran. Integrasi data antara Bulog, BNPB, dan Kementerian Sosial melalui platform digital terpadu akan meningkatkan transparansi dan akurasi penyaluran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa banyak gudang Bulog yang rusak di NTT?
    A: Sebanyak 12 gudang mengalami kerusakan dinding akibat gempa.
  • Q: Bagaimana Bulog menjamin keamanan stok beras setelah gempa?
    A: Beras dipindahkan ke tenda BNPB dan TNI, disimpan di atas palet untuk menghindari kontak dengan air.
  • Q: Berapa total stok beras yang tersedia di NTT setelah mobilisasi nasional?
    A: Totalnya diproyeksikan mencapai 93.782 ton, dengan surplus sekitar 47.414 ton setelah memperhitungkan kebutuhan darurat dan bantuan pangan.
Meow! Tanya Nesi!
😸