Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Karhutla Kalsel Membara Lagi: 44 Hotspot, Pasukan Darat Ditingkatkan, Helikopter Water Bombing Dari Riau Dikirim

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Karhutla Kalsel Membara Lagi: 44 Hotspot, Pasukan Darat Ditingkatkan, Helikopter Water Bombing Dari Riau Dikirim
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Jumlah hotspot di KalimantanSelatan kembali naik menjadi 44 pada pagi 23 Agustus.
  • Menteri RajaJuliAntoni perintahkan penambahan pasukan darat serta operasi udara terpadu.
  • BNPB mengirim satu helikopter waterbombing tambahan dari Riau untuk membantu pemadaman.

Kalau data Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menunjukkan penurunan drastis dari 157 titik pada 21 Agustus menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus, realita di lapangan justru berbalik. Pada pukul 06.00 WITA, 23 Agustus, 44 hotspot masih menyala di empat wilayah: Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.

"Masih ada per hari ini seperti tadi, per jam 6 pagi tadi masih ada 44 titik panas di Banjar, Banjarbaru, HSS, dan Tapin," ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada media Antara. Ia menegaskan bahwa penanganan akan diarahkan secara terfokus pada masing‑masing titik kritis, dengan operasi terpadu melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta dukungan water bombing dari BNPB.

Langkah paling menonjol adalah penambahan satu armada helikopter water bombing yang di‑transfer dari Riau. "Kita dapat informasi tadi dari BNPB akan ada penambahan satu water bombing lagi, helikopter yang diambil dari Riau, dibawa dari Riau," kata Raja Juli. Ia menambahkan bahwa kondisi kebakaran di Riau kini lebih terkendali, sehingga sumber daya dapat dipinjamkan sementara ke Kalsel.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi yang telah menelusuri pola kebakaran hutan selama lebih dari satu dekade, saya melihat dua hal yang paling mengkhawatirkan. Pertama, data resmi yang berfluktuasi tajam menandakan kurangnya transparansi dan akurasi dalam pelaporan. Penurunan dari 157 ke 11 titik dalam semalam tampak tidak realistis mengingat kondisi cuaca kering dan angin yang masih kuat. Tanpa sistem monitoring satelit yang terintegrasi, publik hanya menerima gambaran parsial yang dapat dimanipulasi.

Kedua, respons yang tampak reaktif—menambah pasukan darat dan helikopter setelah lonjakan hotspot—menunjukkan kegagalan mitigasi preventif. Pemerintah daerah dan pusat seharusnya memiliki rencana pra‑kebakaran yang meliputi pembersihan lahan, patroli satwa liar, serta penegakan hukum tegas terhadap pembakaran ilegal. Alih‑alih sumber daya dari Riau ke Kalsel, meski logis secara operasional, menimbulkan pertanyaan tentang alokasi prioritas nasional: apakah kita menanggulangi gejala atau akar masalah?

Terakhir, koordinasi antar‑lembaga masih terkesan ad‑hoc. Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPB harus beroperasi dalam satu platform data real‑time, bukan sekadar rapat koordinasi harian. Tanpa integrasi teknologi—misalnya GIS berbasis cloud—upaya pemadaman akan terus terhambat oleh birokrasi dan duplikasi tugas.

Kesimpulannya, penambahan pasukan dan helikopter memang memberi harapan sesaat, namun tanpa reformasi struktural pada sistem pemantauan, penegakan hukum, dan koordinasi lintas lembaga, kebakaran hutan di Kalimantan Selatan akan terus menjadi siklus yang berulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa jumlah hotspot di Kalsel dapat naik kembali setelah sempat turun?
  • A: Fluktuasi data biasanya disebabkan oleh perbedaan sumber (satelit vs lapangan) dan keterlambatan pembaruan. Kondisi cuaca yang kering serta pembakaran ilegal dapat memicu munculnya hotspot baru.
  • Q: Apa itu operasi water bombing dan seberapa efektifnya?
  • A: Water bombing adalah penurunan air atau bahan pemadam dari helikopter ke area kebakaran. Efektivitasnya tinggi pada area terbuka, namun terbatas pada medan berbukit atau hutan lebat.
  • Q: Bagaimana peran Manggala Agni dalam penanggulangan karhutla?
  • A: Manggala Agni adalah satuan khusus Kementerian Lingkungan Hidup yang bertugas memadamkan kebakaran hutan, melakukan pemantauan, serta membantu koordinasi antar‑lembaga.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸