Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Api Menghanguskan Rumah Adat Sade di Lombok: Warisan Budaya Terancam Hancur

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Api Menghanguskan Rumah Adat Sade di Lombok: Warisan Budaya Terancam Hancur
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Api melanda desa adat Sade di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Sabtu (22/8) malam.
  • Lebih dari 30 rumah tradisional terbakar habis, menelan warisan budaya yang tak ternilai.
  • Pemerintah daerah mengerahkan tim pemadam dan menyiapkan bantuan, namun penyebab kebakaran masih belum jelas.

Api menghanguskan rumah adat Sade di Lombok Tengah – Pada malam Sabtu (22 Agustus 2026), kobaran api melanda Sade, sebuah desa adat yang terletak di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Menurut saksi mata, api mulai muncul sekitar pukul 20.30 WIB dan dengan cepat meluas karena struktur rumah tradisional yang terbuat dari kayu dan ijuk.

Petugas kebakaran dari Dinas Penanggulangan Bencana (Dispenbang) NTB tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB, namun angin kencang memperparah penyebaran api. Hingga dini hari, lebih dari tiga puluh rumah adat yang merupakan contoh arsitektur tradisional Sade terbakar total, meninggalkan puing‑puing berserakan di jalan utama desa.

Gubernur NTB, H. Zulkifli Hasan, dalam pernyataan singkat, menyatakan duka cita mendalam atas kehilangan warisan budaya ini dan berjanji akan mengusut penyebab kebakaran secara menyeluruh. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah menyiapkan bantuan darurat berupa tenda, makanan, dan perlengkapan medis bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Para ahli kebudayaan menilai bahwa kebakaran ini bukan sekadar bencana alam, melainkan sebuah pukulan keras bagi identitas suku Sasak yang menganggap rumah adat Sade sebagai simbol spiritual dan sosial. Hingga kini, belum ada indikasi jelas apakah kebakaran disebabkan oleh kelalaian, kegagalan sistem pemadam, atau bahkan tindakan kriminal.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya menilai bahwa respons pemerintah daerah masih terkesan reaktif, bukan preventif. Selama bertahun‑tahun, rumah adat Sade tidak pernah mendapat perlindungan khusus, baik dari segi infrastruktur pemadam kebakaran maupun program konservasi budaya. Padahal, NTB memiliki potensi risiko kebakaran tinggi karena iklim kering dan angin kencang yang sering melanda pulau ini.

Kurangnya koordinasi antara Dinas Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Penanggulangan Bencana menciptakan celah yang mudah dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Sejumlah laporan media lokal sebelumnya pernah mengangkat isu penebangan liar di sekitar kawasan adat, yang meningkatkan akumulasi bahan bakar alami di sekitar rumah tradisional.

Selain itu, tidak ada catatan resmi mengenai audit keselamatan atau pelatihan pemadam kebakaran bagi penduduk desa. Tanpa prosedur standar operasional yang jelas, upaya pemadaman menjadi sia‑sia ketika api sudah meluas. Pemerintah provinsi seharusnya mengalokasikan dana khusus untuk instalasi sistem sprinkler atau setidaknya menyediakan alat pemadam portabel di setiap rumah adat.

Terakhir, penyelidikan harus melibatkan lembaga independen, bukan hanya tim internal yang berpotensi konflik kepentingan. Hasil investigasi yang transparan akan memberikan keadilan bagi korban dan menjadi pelajaran bagi daerah lain yang memiliki warisan budaya serupa. Jika tidak, kita akan terus menyaksikan tragedi serupa berulang, menggerus identitas budaya yang tak dapat digantikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab kebakaran rumah adat Sade?
    A: Penyebab pasti belum diketahui, namun penyelidikan sedang berlangsung untuk menelusuri kemungkinan kelalaian, faktor cuaca, atau tindakan kriminal.
  • Q: Berapa banyak rumah adat yang terbakar?
    A: Lebih dari tiga puluh rumah tradisional Sade dilaporkan hangus total.
  • Q: Apa bantuan yang diberikan pemerintah kepada korban?
    A: Pemerintah daerah menyiapkan tenda, makanan, perlengkapan medis, serta bantuan pemulihan jangka panjang untuk membangun kembali rumah adat.
Meow! Tanya Nesi!
😸