⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Skandal Rektorat Unsoed: KPK Tahan Rektor dan Pejabatnya Tersangka Pemerasan Calon Mahasiswa

HukumBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Skandal Rektorat Unsoed: KPK Tahan Rektor dan Pejabatnya Tersangka Pemerasan Calon Mahasiswa
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Rektor Akhmad Sodiq beserta beberapa pejabat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap oleh KPK.
  • Kasus terkait dugaan pemerasan uang dari calon mahasiswa yang ingin masuk program studi tertentu.
  • Penangkapan menimbulkan keguncangan di kalangan akademisi dan menyoroti lemahnya pengawasan internal di perguruan tinggi negeri.

Penangkapan Jajaran Rektorat Unsoed

Jakarta, 22 Agustus 2026 – Rektor Akhmad Sodiq bersama tiga pejabat tinggi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (20/8) malam. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi khusus yang menargetkan dugaan pemerasan terhadap calon mahasiswa yang bersedia membayar uang tambahan untuk memperoleh tempat kuliah.

Menurut keterangan yang diberikan oleh KPK, tim penyidik menemukan bukti kuat berupa rekaman percakapan, transfer bank, dan dokumen internal yang menunjukkan adanya permintaan uang di luar biaya resmi pendaftaran. Korban, seorang siswa SMA dari Jawa Tengah, melaporkan bahwa ia dipaksa membayar Rp 15 juta kepada pihak rektorat untuk mengamankan kursi di program studi teknik sipil.

Penangkapan ini menimbulkan kegelisahan di kalangan civitas akademika Unsoed. Mahasiswa dan dosen menuntut transparansi serta penjelasan resmi dari pihak universitas. Sementara itu, KPK menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur, dan semua tersangka akan menjalani pemeriksaan intensif.

Analisis Pakar

Kasus ini menggarisbawahi betapa rentannya sistem rekrutmen perguruan tinggi negeri terhadap praktik korupsi yang bersifat “pay‑to‑play”. Seharusnya, mekanisme seleksi masuk harus berlandaskan meritokrasi, namun realitas menunjukkan adanya celah yang dimanfaatkan oleh oknum pejabat berkuasa. Penangkapan Rektor Akhmad Sodiq bukan sekadar simbolik; ia menjadi peringatan keras bagi institusi pendidikan tinggi untuk memperkuat tata kelola internal.

Selain itu, peran KPK dalam mengusut kasus ini menunjukkan bahwa lembaga antikorupsi masih memiliki ruang gerak yang signifikan dalam menindak penyalahgunaan wewenang di sektor publik. Namun, keberhasilan satu operasi tidak cukup untuk menutup celah struktural. Diperlukan reformasi menyeluruh, termasuk audit independen, pelaporan keuangan yang transparan, dan mekanisme whistleblowing yang melindungi pelapor.

Para akademisi dan pakar kebijakan pendidikan harus memanfaatkan momentum ini untuk mendorong legislasi yang lebih ketat terkait dana masuk perguruan tinggi. Pengawasan eksternal, misalnya melalui Badan Akreditasi Nasional, dapat menjadi garda depan dalam mencegah praktik serupa. Tanpa komitmen politik yang kuat, kasus serupa dapat terulang di institusi lain.

Terakhir, masyarakat luas perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melaporkan indikasi korupsi, terutama yang melibatkan pendidikan—sektor yang seharusnya menjadi fondasi pembangunan bangsa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa tuduhan utama yang dihadapi Rektor Akhmad Sodiq?
  • A: Ia dituduh melakukan pemerasan uang kepada calon mahasiswa dengan imbalan penerimaan di program studi tertentu.
  • Q: Bagaimana KPK menemukan bukti pemerasan tersebut?
  • A: KPK mengumpulkan rekaman percakapan, bukti transfer bank, serta dokumen internal yang menunjukkan permintaan uang di luar biaya resmi.
  • Q: Apa langkah selanjutnya bagi Unsoed setelah penangkapan ini?
  • A: Universitas diharapkan melakukan audit internal, menyiapkan laporan transparan kepada publik, dan bekerja sama dengan KPK dalam proses hukum.
Meow! Tanya Nesi!
😸