Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pertamina Gencarkan Bantuan Pasca-Gempa NTT: Dari Tenda Pengungsian hingga Trauma Healing

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pertamina Gencarkan Bantuan Pasca-Gempa NTT: Dari Tenda Pengungsian hingga Trauma Healing
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pertamina menyalurkan bantuan fisik dan mental ke posko pengungsian di Reo, Manggarai, NTT.
  • Corporate Secretary Arya Dwi Paramita memantau distribusi bantuan dan menggelar sesi trauma healing untuk anak-anak.
  • Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri dan Komisaris Utama Mochamad Iriawan juga turun langsung, menegaskan komitmen korporasi dalam penanggulangan bencana.

Setelah gempa dahsyat mengguncang Nusa Tenggara Timur pada pekan lalu, ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah dan mencari perlindungan di tenda pengungsian Posko Pertamina Peduli. Salah satu korban, Rosalia Ojam (55) dari Kecamatan Reo, mengungkapkan rasa lega karena bantuan yang diberikan memungkinkan mereka beristirahat dengan tenang.

"Kami sangat terbantu. Sekarang kami bisa istirahat dengan tenang setelah terjadinya gempa. Tidur malam juga lebih nyaman. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina," ujar Rosalia.

Pada Kamis (20/8), Arya Dwi Paramita mengunjungi posko di Lapangan Barangkolong untuk memastikan alur bantuan tetap berjalan sesuai kebutuhan lapangan. Selain distribusi kebutuhan pokok, tim relawan Pertamina Peduli mengadakan kegiatan trauma healing bagi anak‑anak, menyediakan makanan ringan, susu, serta permainan interaktif untuk mengurangi stres pasca‑bencana.

Secara administratif, Sekretaris Camat Reo, Yosef Sudarso, memuji kehadiran Pertamina yang "sudah bersama kami membantu dan melayani masyarakat sejak awal kejadian." Sebelumnya, pada Senin (17/8), Direktur Utama Pertamina meninjau wilayah terdampak dan menyerahkan bantuan, sementara Komisaris Utama mengunjungi RS Ruteng untuk menilai kondisi kesehatan warga.

Analisis Pakar

Penanganan bencana oleh korporasi besar seperti Pertamina bukan sekadar aksi CSR; ia menjadi indikator penting dalam menilai ketahanan ekonomi regional. Bantuan fisik yang cepat mengurangi beban pemerintah daerah, memungkinkan alokasi anggaran lebih terfokus pada rekonstruksi infrastruktur jangka panjang. Dari perspektif makroekonomi, intervensi semacam ini menstabilkan permintaan domestik di wilayah terdampak, mencegah penurunan konsumsi yang dapat memperdalam resesi lokal.

Lebih jauh, program trauma healing yang menargetkan anak‑anak memiliki implikasi jangka panjang pada produktivitas tenaga kerja. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman traumatis pada usia dini dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia, yang pada gilirannya mempengaruhi pertumbuhan PDB. Dengan menginvestasikan pada pemulihan psikologis, Pertamina secara tidak langsung melindungi potensi ekonomi masa depan NTT.

Dari sudut pandang bisnis, keterlibatan Pertamina meningkatkan reputasi brand di mata konsumen domestik, yang kini semakin menuntut tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang konkret. Hal ini dapat memperkuat loyalitas pelanggan, membuka peluang kemitraan publik‑swasta, dan bahkan mempengaruhi keputusan investasi institusional yang menilai ESG (Environmental, Social, Governance) sebagai faktor penilaian utama.

Namun, tantangan tetap ada. Koordinasi antara pemerintah, LSM, dan korporasi harus dioptimalkan agar bantuan tidak tumpang tindih atau terfragmentasi. Transparansi dalam pelaporan penggunaan dana dan barang bantuan menjadi kunci untuk menghindari persepsi nepotisme atau korupsi, yang dapat merusak kepercayaan publik dan menurunkan nilai saham perusahaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa saja jenis bantuan yang diberikan Pertamina di posko pengungsian?
    A: Bantuan mencakup tenda, perlengkapan tidur, makanan ringan, susu, serta program trauma healing untuk anak‑anak.
  • Q: Siapa saja pejabat Pertamina yang terlibat dalam penanganan bencana NTT?
    A: Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri, Komisaris Utama Mochamad Iriawan, dan Corporate Secretary Arya Dwi Paramita.
  • Q: Bagaimana dampak bantuan Pertamina terhadap ekonomi lokal?
    A: Bantuan mempercepat pemulihan konsumsi, mengurangi beban fiskal daerah, dan melindungi potensi produktivitas jangka panjang melalui program psikososial.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸