Skandal Investasi Ruben Onsu: Dari Janji Manis Hingga Tuduhan Penipuan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Selebriti Ruben Onsu resmi ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi.
- Laporan polisi LP310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan mengungkap bahwa korban, yang diidentifikasi sebagai DM, dijanjikan keuntungan tinggi namun tidak pernah menerima kembali modal.
- Penyidikan Polres Metro Jakarta Selatan kini menyiapkan jadwal pemeriksaan tersangka, sementara besaran kerugian masih dirahasiakan.
Jakarta, 20 Agustus 2026 – Seorang selebritas yang selama ini dikenal lewat layar kaca kini harus menatap proses hukum. Ruben Onsu resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi setelah Polres Metro Jakarta Selatan mengangkat laporan polisi nomor LP310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan.
Laporan tersebut, yang diajukan pada 22 Agustus 2025 oleh seorang saksi berinisial “P”, menuduh Ruben menawarkan skema investasi kepada korban bernama DM. Menurut keterangan saksi, Ruben menjanjikan keuntungan yang “menjanjikan” dan mengundang DM untuk menanamkan sejumlah dana. DM, yang tertarik dengan prospek keuntungan cepat, setuju dan menyerahkan uangnya.
Namun, pada saat batas waktu pengembalian keuntungan dan modal tiba, tidak ada satupun dana yang dikirimkan kembali. “Korban melaporkan bahwa tidak ada keuntungan yang diterima, bahkan modalnya belum dikembalikan,” kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, dalam konferensi pers pada Kamis (20/8). Joko menegaskan bahwa rincian kerugian belum dapat diungkap karena masih dalam tahap penyidikan.
Penyidik Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan status kasus menjadi penyidikan pada 25 April 2026 dan memanggil sejumlah saksi untuk memberikan keterangan. Beberapa hari kemudian, setelah melalui gelar perkara, penyidik sepakat mengalihkan status Ruben menjadi tersangka dan menyusun surat penetapan resmi.
Joko menambahkan, “Kami akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka dalam waktu dekat, kemungkinan minggu depan.” Namun, belum ada konfirmasi apakah surat panggilan sudah dikirimkan.
Analisis Pakar
Kasus ini menyoroti pola lama yang terus berulang di dunia hiburan Indonesia: selebriti memanfaatkan popularitas untuk menarik investor amatir ke dalam skema yang belum teruji. Ruben Onsu, yang selama ini membangun citra positif lewat acara televisi, tampaknya mengandalkan reputasi publiknya sebagai jaminan kepercayaan. Ini memperlihatkan betapa rentannya masyarakat terhadap promosi yang mengaburkan batas antara hiburan dan investasi.
Dari perspektif hukum, penetapan tersangka merupakan langkah prosedural yang penting, namun tidak menjamin hasil akhir yang memuaskan bagi korban. Tanpa transparansi mengenai besaran kerugian, publik tetap berada dalam ketidakpastian. Penegakan hukum harus lebih tegas dalam menuntut pertanggungjawaban finansial, termasuk pemulihan dana yang hilang, agar efek jera dapat terasa.
Secara ekonomi, skema investasi semacam ini menambah beban pada ekosistem keuangan informal yang sudah rapuh. Investor ritel yang kurang literasi keuangan mudah terjebak dalam janji-janji keuntungan tinggi tanpa analisis risiko. Pemerintah dan regulator perlu memperkuat edukasi keuangan serta menambah pengawasan terhadap promosi investasi yang dilakukan oleh figur publik.
Terakhir, media memiliki peran krusial dalam mengungkap fakta sebelum kasus ini meluas menjadi rumor. Jurnalisme investigatif harus menelusuri alur dana, jaringan mitra bisnis, dan kemungkinan adanya pihak ketiga yang turut serta. Hanya dengan penyelidikan mendalam, publik dapat memperoleh gambaran lengkap tentang modus operandi yang digunakan oleh Ruben Onsu dan mencegah kasus serupa di masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa yang menjadi dasar penetapan Ruben Onsu sebagai tersangka?
A: Laporan polisi yang menyatakan bahwa Ruben menawarkan investasi palsu, tidak mengembalikan modal, serta bukti saksi yang menguatkan dugaan penipuan. - Q: Berapa besar kerugian yang dialami korban?
A: Besaran kerugian belum diungkap secara resmi karena masih dalam tahap penyidikan. - Q: Kapan pemeriksaan terhadap Ruben Onsu dijadwalkan?
A: Pihak kepolisian menyatakan kemungkinan pemeriksaan akan dilakukan minggu depan, namun tanggal pasti belum diumumkan.
BERITA TERKAIT (Hukum)

6 Warga Tewas Ditabrak Truk Molen Rem Blong di Bekasi, Polisi Selidiki Dampak Laka

Bareskrim Bongkar Cengkeraman Sindikat Solar Ilegal di Bandung, Amankan Ribuan Liter dan Truk Modifikasi

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI di Sukoharjo, Total Penelusuran Klaim Melebihi Rp500 Miliar
