Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Paus Leo XIV Turut Berduka: Dampak Gempa 7,7 SR di NTT Memicu Solidaritas Global

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Paus Leo XIV Turut Berduka: Dampak Gempa 7,7 SR di NTT Memicu Solidaritas Global
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus, menewaskan setidaknya 75 orang dan melukai 907 orang.
  • Paus Leo XIV menyampaikan belasungkawa melalui telegram resmi Vatikan, menekankan solidaritas spiritual dan bantuan kemanusiaan.
  • Berbagai negara, termasuk China, Iran, dan Korea Selatan, mengirimkan ucapan duka serta tawaran bantuan, sementara BNPB mengimbau kewaspadaan terhadap gempa susulan yang terus terjadi.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) menimbulkan kerusakan luas, menewaskan 75 orang, dan melukai 907 orang, menurut data BNPB. Dalam menanggapi tragedi tersebut, Paus Leo XIV mengirimkan telegram belasungkawa kepada Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, yang ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin. Pernyataan tersebut dipublikasikan pada laman media sosial KBRI Vatikan pada Kamis (20/8).

Paus menegaskan rasa “sangat sedih” atas penderitaan yang dialami masyarakat NTT, sekaligus menyerukan solidaritas spiritual dan dukungan material dari gereja serta otoritas sipil. Ia mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk berdoa, memohon berkat ilahi, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban.

Sementara itu, otoritas Indonesia mencatat hingga Kamis pukul 16.00 WIB tercatat 3.752 gempa susulan di wilayah terdampak, termasuk satu gempa magnitude 5,7 pada pukul 10.47 waktu setempat. BNPB terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan siap menghadapi potensi gempa lanjutan.

Reaksi internasional pun tidak terlewatkan. Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Massoud Pezeshkian, dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung masing‑masing menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia serta menawarkan bantuan penanganan bencana.

Analisis Pakar

Secara geopolitik, respons cepat dan terkoordinasi dari lembaga keagamaan seperti Vatikan menegaskan peran lembaga non‑negara dalam diplomasi kemanusiaan. Paus Leo XIV, meski tidak memiliki otoritas politik formal, memanfaatkan jaringan global Gereja Katolik untuk menggerakkan bantuan lintas batas, yang dapat memperkuat citra moral Vatikan di mata komunitas internasional.

Di sisi lain, keterlibatan negara‑negara besar seperti China, Iran, dan Korea Selatan mencerminkan dinamika soft power di kawasan Asia‑Pasifik. Penawaran bantuan tidak hanya bersifat altruistik, melainkan juga menjadi sarana memperluas pengaruh politik dan meningkatkan goodwill di mata pemerintah Indonesia, yang tengah menavigasi hubungan multilateral yang kompleks.

Di dalam negeri, tantangan utama tetap pada kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Data BNPB yang menunjukkan ribuan gempa susulan menandakan bahwa zona rawan gempa di NTT memerlukan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur tahan gempa, sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat. Kegagalan dalam hal ini dapat memperparah kerugian manusia dan ekonomi pada gempa berikutnya.

Terakhir, peran media sosial dan platform digital dalam menyebarkan pesan solidaritas, seperti yang dilakukan KBRI Vatikan, mempercepat aliran informasi dan memobilisasi dukungan publik secara global. Namun, hal ini juga menuntut verifikasi fakta yang ketat untuk menghindari disinformasi yang dapat memperkeruh situasi darurat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jumlah korban meninggal akibat gempa NTT?
  • A: Hingga saat ini tercatat 75 orang meninggal dunia.
  • Q: Siapa yang mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Indonesia?
  • A: Paus Leo XIV melalui Vatikan, serta pemimpin negara seperti Presiden China, Iran, dan Korea Selatan.
  • Q: Apa langkah utama yang disarankan BNPB untuk masyarakat NTT?
  • A: Tetap waspada, mengikuti peringatan gempa susulan, dan mematuhi prosedur evakuasi serta penanggulangan darurat.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸