Mahasiswa UGM Luncurkan Polpay: Pembayaran Digital Hanya Pakai Sidik Jari, Aman & Terjangkau!

Ringkasan Singkat
- Tim UGM berhasil mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat EDC untuk menciptakan sistem pembayaran berbasis biometrik bernama Polpay.
- Data biometrik diproses di edge, dienkripsi AES‑256, dan dikirim lewat SSL/TLS, menjamin keamanan tingkat tinggi dengan biaya yang lebih rendah dibanding solusi komersial.
- Polpay sudah dapatkan pendanaan PKM Karsa Cipta dan menargetkan debut di PIMNAS 2024, selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan Polpay, sebuah platform pembayaran digital yang mengandalkan autentikasi biometrik sidik jari. Ide ini lahir dari tim lintas disiplin yang dipimpin oleh Tiara Ramadhani bersama Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Styanda, dan M. Rakhma Aifil Indira. Menggunakan sensor sidik jari yang terhubung ke terminal Electric Data Capture (EDC), Polpay memungkinkan konsumen menyelesaikan transaksi hanya dengan menempelkan jari pada perangkat.
Keunggulan teknisnya terletak pada pemrosesan data di edge computing, yang mengurangi latensi dan beban jaringan. Setelah data biometrik di‑hash, ia dienkripsi menggunakan AES‑256 dan dikirim ke server lewat protokol SSL/TLS. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga meminimalkan risiko kebocoran data selama transmisi.
Menurut Tiara, Polpay dirancang untuk menjadi solusi terjangkau yang dapat bersaing dengan sistem biometrik komersial yang biasanya memerlukan infrastruktur mahal. “Kami ingin mengurangi ketergantungan pada kartu atau ponsel, sekaligus memberikan pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman,” ujarnya dalam pernyataan resmi UGM pada 15 Agustus.
Tim juga mengakui tantangan besar dalam menjaga keamanan dan menekan biaya. Al Farabi menyoroti proses audit keamanan yang ketat, sementara Fakhri menjelaskan upaya mengoptimalkan biaya edge computing tanpa mengorbankan performa. Hingga kini, Polpay telah lolos seleksi pendanaan PKM bidang Karsa Cipta dan bersiap bersaing di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan digelar oleh Universitas Diponegoro pada November.
Analisis Pakar
Sebagai seorang tech‑reviewer, saya melihat Polpay sebagai contoh konkret bagaimana ekosistem startup kampus dapat mengisi celah regulasi dan infrastruktur yang belum terpenuhi oleh industri. Integrasi sensor sidik jari ke dalam EDC bukan sekadar gimmick; ia menandai pergeseran paradigma dari token‑based ke identity‑based payment. Dengan memanfaatkan edge computing, tim UGM berhasil mengurangi beban pusat data, yang secara tidak langsung menurunkan biaya operasional dan meningkatkan skalabilitas.
Namun, keamanan tetap menjadi pertaruhan utama. Meskipun enkripsi AES‑256 dan SSL/TLS sudah standar industri, tantangan selanjutnya adalah manajemen kunci kriptografi dan proteksi terhadap serangan side‑channel pada perangkat edge. Saya menyarankan agar tim menambahkan lapisan hardware security module (HSM) atau menggunakan teknik secure enclaves untuk mengisolasi proses kriptografi.
Dari perspektif regulasi, Polpay sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang menekankan inklusi finansial melalui teknologi baru. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu menyediakan kerangka legal yang jelas untuk otorisasi penggunaan data biometrik dalam transaksi komersial, termasuk standar interoperabilitas antar penyedia layanan.
Terakhir, adopsi massal akan sangat bergantung pada kemudahan integrasi dengan merchant existing. Jika Polpay dapat menawarkan SDK yang ringan dan kompatibel dengan POS berbasis Android atau iOS, peluangnya untuk menjadi standar de‑facto di pasar Indonesia akan meningkat secara eksponensial. Saya menantikan demo langsung di PIMNAS untuk menilai performa real‑time dan user experience secara menyeluruh.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Bagaimana Polpay menjamin keamanan data sidik jari?
A: Data diproses di edge, dienkripsi dengan AES‑256, dan dikirim lewat SSL/TLS, serta disimpan hanya dalam bentuk hash yang tidak dapat direkonstruksi. - Q: Apakah Polpay dapat digunakan tanpa smartphone?
A: Ya, transaksi hanya memerlukan sensor sidik jari yang terintegrasi dengan terminal EDC, sehingga tidak bergantung pada perangkat seluler. - Q: Kapan Polpay akan tersedia untuk publik?
A: Setelah sukses di PIMNAS 2024, tim berencana melakukan pilot dengan beberapa merchant lokal sebelum meluncurkan versi komersial pada akhir 2025.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Riset NOAA Ungkap: Awan Tropis Mempercepat Pemanasan Global 71% Lebih Cepat dari Prediksi

Saham Intel Anjlok 29%, Investasi Pemerintah AS Rugi Rp 218 Triliun
China Catat Momen Historis: Volume Inferensi AI Melampaui Data Pelatihan
