Ratusan Vape Berisi Etomidate Disita Bareskrim: Jaringan Narkoba Internasional Terungkap di Riau

Ringkasan Singkat
- Polisi menggerebek tiga pelaku peredaran vape narkoba di Rupat, Bengkalis, Riau, menyita 1.400 vape berisi etomidate dan 118 butir ekstasi.
- Penangkapan melibatkan tiga tersangka utama: Adiah (55), Azman (45), dan Agusni Pratama (27), serta pengejaran tiga orang DPO termasuk warga negara Malaysia.
- Kasus terungkap berkat intelijen Bareskrim Polri yang menelusuri denah peta narkotika, mengungkap jaringan distribusi lintas provinsi.
Riau β Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran vape narkoba yang mengedarkan etomidate di wilayah Riau. Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, mengonfirmasi penangkapan tiga tersangka utama: Adiah (55), Azman (45), dan Agusni Pratama (27). Dari hasil penggeledahan, polisi menyita 1.400 unit vape yang telah terisi etomidate siap pakai, 118 butir ekstasi, serta sejumlah ponsel seluler milik para pelaku.
Operasi dimulai setelah tim pimpinan Kasubdit IV, Kombes Handik Zusen, menerima intelijen pada 11 Agustus tentang rencana transaksi etomidate. Penyidik menelusuri jejak hingga menemukan Adiah di Jalan Hutan Panjang, Bengkalis, yang menyimpan sebuah kertas bergambar denah lokasi narkotika. Menurut keterangan Adiah, denah tersebut dibuat oleh menantunya, Satpriyanto, seorang dealer person of order (DPO).
Adiah mengaku pada Senin (10/8) memerintahkan Satpriyanto untuk mengambil narkoba dari rumah Azman. Saat petugas tiba, Azman tidak berada di tempat, namun ponselnya ditemukan tersembunyi di saung belakang. Penyisiran lanjutan di lokasi yang ditunjuk denah mengungkap karung berisi etomidate dan ekstasi di Jalan Pangkalan Baru, Hutan Panjang, Rupat.
Azman menyerahkan diri ke Polsek Rupat Batu Panjang pada 12 Agustus pukul 21.00 WIB. Selanjutnya, Adiah diminta berkomunikasi dengan seorang warga negara Malaysia bernama Tambi, yang kini masih dalam status buron. Tambi memerintahkan Adiah menyerahkan etomidate kepada Yolanda Dilfi Yanti, DPO lain, di Dumai. Pada 14 Agustus, Yolanda menghubungi Adiah untuk mengambil narkoba di kamar 418 Hotel Dumai. Pria yang mengangkut karung goni tersebut, teridentifikasi sebagai Agusni Pratama, berhasil dibuntuti dan ditangkap bersama barang bukti.
Analisis Pakar
Kasus ini menyoroti evolusi modus operandi jaringan narkotika di Indonesia. Penggunaan vape sebagai sarana penyamaran bukan sekadar inovasi teknis, melainkan strategi untuk mengelabui kontrol tradisional yang berfokus pada paket konvensional. Vape yang berisi etomidate dapat dengan mudah disembunyikan dalam tas atau koper, mengurangi risiko deteksi di pos pemeriksaan. Ini menuntut penyesuaian taktik intelijen kepolisian, termasuk pemantauan pasar vape ilegal dan kolaborasi lintas sektoral.
Lebih mengkhawatirkan lagi, keterlibatan warga negara asing, dalam hal ini seorang WN Malaysia, menandakan jaringan narkotika yang melintasi batas negara. Hal ini menggarisbawahi perlunya koordinasi yang lebih erat antara Bareskrim Polri dengan aparat penegak hukum di negara tetangga, serta pertukaran data intelijen yang realβtime. Tanpa sinergi regional, upaya pemberantasan akan terus terfragmentasi.
Dari sudut hukum, penangkapan tiga DPO sekaligus penyitaan volume vape yang signifikan memberikan dasar kuat untuk penuntutan berat. Namun, tantangan selanjutnya adalah memutus rantai pasokan di tingkat produsen. Etomidate, zat anestesi yang kini disalahgunakan, biasanya diproduksi secara legal untuk keperluan medis. Pengawasan terhadap distribusi farmasi harus diperketat, termasuk audit rutin pada distributor dan laboratorium yang memproduksi zat tersebut.
Terakhir, kasus ini menegaskan pentingnya edukasi publik. Masyarakat harus disadarkan bahwa tidak semua vape aman; beberapa dapat mengandung zat psikotropika berbahaya. Pemerintah perlu memperkuat regulasi produk vape, termasuk pelabelan yang transparan dan mekanisme pelaporan anonim bagi konsumen yang mencurigai adanya penyalahgunaan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa banyak vape yang disita dalam operasi ini?
A: Polisi menyita total 1.400 unit vape yang telah terisi etomidate siap pakai. - Q: Siapa saja yang menjadi tersangka utama?
A: Tersangka utama adalah Adiah (55), Azman (45), dan Agusni Pratama (27). - Q: Apakah ada keterlibatan warga negara asing?
A: Ya, seorang warga negara Malaysia bernama Tambi terlibat sebagai koordinator dan masih dalam status buron.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Diduga Rem Blong

Dua Eks Napiter Terlibat Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Satu Masih Buron

Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Madiun
