Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Israel Gempur Pangkalan Udara di Suriah, AS Kecam, Turki Membalas: Ketegangan Timur Tengah Memuncak

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Israel Gempur Pangkalan Udara di Suriah, AS Kecam, Turki Membalas: Ketegangan Timur Tengah Memuncak
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Israel melancarkan delapan serangan udara ke pangkalan Abu Al Duhur di provinsi Idlib, Suriah, pada dini hari 18 Agustus.
  • Serangan tidak menimbulkan korban jiwa, namun memicu kecaman keras dari Amerika Serikat dan meningkatkan ketegangan dengan Turki.
  • Hubungan Israel dengan AS dan upaya Washington memperbaiki hubungan dengan pemerintahan baru Suriah kini berada pada titik kritis.

Delapan pesawat tempur Israel menyerang pangkalan udara Abu Al Duhur di provinsi Idlib, Suriah, pada dini hari Selasa (18/8). Menurut laporan media pemerintah Suriah, serangan menargetkan landasan pacu dan fasilitas penyimpanan bahan bakar, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Pangkalan tersebut terletak sekitar 70 km dari perbatasan Turki dan telah berpindah tangan beberapa kali sejak 2013, ketika konflik bersenjata di Suriah mulai memuncak. Meskipun tidak lagi berfungsi sebagai lapangan udara militer utama, fasilitas itu tetap strategis bagi kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah barat laut negara itu.

Serangan terjadi bersamaan dengan upaya Amerika Serikat memperbaiki hubungan dengan pemerintahan transisi Suriah, yang didukung oleh Turki dan beberapa negara Barat. Kedua negara sekutu tersebut menanggapi aksi Israel dengan kecaman terbuka. Duta Besar AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyatakan bahwa serangan merupakan “eskalasi yang tidak perlu” dan mengajak semua pihak untuk mengutamakan dialog.

Pemerintah Turki, melalui Menteri Luar Negeri Hakan Fidan, menuduh Israel berupaya mengguncang stabilitas Suriah dan memperlemah pemerintahan baru yang didukung Ankara. Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa Tel Aviv tidak akan membiarkan peningkatan kemampuan militer Suriah yang dapat mengancam keamanan Israel.

Ketegangan ini menambah kompleksitas geopolitik di Timur Tengah, di mana persaingan antara Israel, Turki, dan Iran terus memengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Sementara Washington berupaya menyeimbangkan dukungan terhadap sekutunya di kawasan, aksi militer Israel menunjukkan adanya perbedaan strategi yang signifikan.

Analisis Pakar

Serangan ke Abu Al Duhur menandai perubahan taktik Israel yang semakin proaktif dalam menanggapi apa yang ia anggap sebagai ancaman eksistensial di Suriah. Selama lebih dari satu dekade, Israel telah melancarkan operasi terbatas di wilayah tersebut, terutama menargetkan posisi militan Hezbollah dan pasokan senjata Iran. Namun, penyerangan ke fasilitas yang berada dekat perbatasan Turki menandakan eskalasi yang dapat memicu respons diplomatik atau militer dari Ankara.

Di sisi lain, Amerika Serikat berada dalam posisi yang kontradiktif. Pemerintahan Biden berusaha mengintegrasikan Suriah ke dalam kerangka politik regional yang lebih stabil, sekaligus menahan Iran. Kecaman publik terhadap Israel mencerminkan tekanan domestik di Washington untuk menghindari konflik yang dapat memperluas perang di wilayah tersebut. Jika AS terus menegaskan posisi anti‑eskalasi, Israel mungkin harus menyesuaikan operasinya atau mencari justifikasi yang lebih kuat melalui intelijen.

Turki, yang sejak 2016 menolak kehadiran militer Israel di wilayahnya, kini memanfaatkan momen ini untuk memperkuat peran geopolitiknya. Dengan mendukung pemerintahan transisi Suriah, Ankara berusaha menyeimbangkan antara menolak pengaruh Iran dan menegaskan kepentingan keamanan perbatasannya. Peringatan langsung dari Menteri Pertahanan Israel kepada Presiden Erdogan menandakan bahwa kedua negara berada di ambang konfrontasi diplomatik yang lebih tajam.

Secara keseluruhan, insiden ini menyoroti kerentanan sistem aliansi tradisional di Timur Tengah. Israel, yang selama ini mengandalkan dukungan tak terbatas dari Amerika Serikat, kini harus menavigasi kebijakan luar negeri yang lebih beragam, sementara Turki berupaya mengisi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan oleh konflik Suriah. Dinamika ini dapat memperpanjang ketidakpastian keamanan regional, terutama jika Iran memutuskan untuk meningkatkan kehadirannya di wilayah Idlib.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa tujuan utama serangan Israel ke pangkalan Abu Al Duhur?
  • A: Israel menargetkan fasilitas yang diyakini menyimpan persediaan senjata atau logistik yang dapat digunakan oleh kelompok militan yang beroperasi di Suriah, khususnya yang didukung Iran.
  • Q: Mengapa Amerika Serikat mengkritik serangan tersebut?
  • A: Washington menilai serangan sebagai eskalasi yang tidak perlu dan berpotensi mengganggu upaya diplomatiknya untuk menstabilkan Suriah serta mengurangi ketegangan dengan Turki.
  • Q: Bagaimana respons Turki terhadap aksi Israel?
  • A: Turki menuduh Israel berusaha mengguncang stabilitas Suriah dan memperingatkan bahwa peningkatan kemampuan militer Suriah akan dianggap sebagai ancaman bagi keamanan Israel.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸