Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Asap Karhutla Ganggu 12 Penerbangan di Banjarbaru: Dampak Besar pada Operasional dan Bisnis Penerbangan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Asap Karhutla Ganggu 12 Penerbangan di Banjarbaru: Dampak Besar pada Operasional dan Bisnis Penerbangan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Asap tebal karhutla di Banjarbaru mengaburkan jarak pandang di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
  • Empat penerbangan kedatangan dan delapan keberangkatan, termasuk maskapai Citilink, tertunda pada Rabu (19/8).
  • Bandara mengimbau penumpang datang tiga jam lebih awal, memakai masker, dan menyiapkan protokol kesehatan.

Berita Utama

Asap tebal yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengganggu operasi Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Rabu, 19 Agustus. General Manager bandara, Stephanus Millyas Wardana, melaporkan bahwa jarak pandang yang menurun memaksa penundaan pada total 12 penerbangan: empat kedatangan dan delapan keberangkatan.

Daftar penerbangan yang terdampak meliputi Citilink QG 484 (Surabaya‑Banjarmasin), QG 1492 (Balikpapan‑Banjarmasin), serta penerbangan Super Air Jet, Wings Air, dan Lion Air pada rute domestik utama. Semua pesawat yang sempat tertunda telah lepas landas setelah kondisi visibilitas membaik, dan tidak ada laporan kecelakaan atau gangguan teknis.

Bandara mengeluarkan imbauan kepada penumpang untuk tiba lebih awal: tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, menyelesaikan check‑in dua jam sebelumnya, dan berada di ruang tunggu satu jam sebelum penerbangan. Selain itu, penumpang diingatkan untuk memakai masker dan mencuci tangan secara rutin demi menjaga kesehatan di tengah kondisi asap yang masih menyebar.

Menurut data operasional bandara, empat penerbangan kedatangan (Citilink QG 484, Citilink QG 1492, Super Air Jet IU 628, Wings Air IW 1395) dan delapan penerbangan keberangkatan (Citilink QG 483, Super Air Jet IU 639, Wings Air IW 1394, Lion Air JT 315, Lion Air JT 543, Wings Air IW 1481, Citilink QG 485, Citilink QG 1493) mengalami keterlambatan. Penundaan ini berdampak pada jadwal koneksi penumpang, beban operasional maskapai, serta potensi kerugian pendapatan bandara.

Analisis Pakar

Gangguan penerbangan akibat asap karhutla bukan sekadar masalah operasional teknis; ia menimbulkan efek domino pada ekosistem ekonomi regional. Pertama, penundaan 12 penerbangan meningkatkan biaya bahan bakar dan slot bandara bagi maskapai, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan tarif tiket atau pengurangan frekuensi layanan. Kedua, industri pariwisata Kalimantan Selatan—yang sangat bergantung pada konektivitas udara—menghadapi penurunan kunjungan bisnis dan wisatawan, memperlemah pendapatan hotel, restoran, dan transportasi darat.

Dari perspektif makroekonomi, kebakaran hutan menambah tekanan pada inflasi regional melalui kenaikan harga logistik. Bandara yang harus menambah tenaga kerja untuk penanganan penumpang yang menunggu lebih lama serta meningkatkan protokol kesehatan akan menambah beban operasional. Jika kejadian serupa berulang, investor dapat menilai risiko operasional wilayah ini lebih tinggi, mempengaruhi keputusan penempatan modal di sektor transportasi dan properti.

Strategi mitigasi yang dapat dipertimbangkan meliputi: (i) investasi pada sistem pemantauan kualitas udara real‑time di bandara, (ii) penetapan jalur alternatif atau penggunaan bandara cadangan di wilayah yang lebih aman, dan (iii) penyesuaian asuransi penerbangan untuk mencakup kerugian akibat polusi udara. Langkah‑langkah ini tidak hanya melindungi maskapai, tetapi juga meningkatkan kepercayaan penumpang dan menjaga kelancaran rantai pasok logistik.

Terakhir, koordinasi lintas‑instansi antara otoritas penerbangan, badan penanggulangan kebakaran, dan pemerintah daerah sangat penting. Kebijakan yang proaktif dalam penanggulangan karhutla akan menurunkan frekuensi gangguan serupa, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga keamanan transportasi udara serta stabilitas ekonomi regional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah semua penerbangan yang tertunda sudah kembali beroperasi normal?
    A: Ya, menurut pernyataan General Manager bandara, semua 12 penerbangan telah lepas landas dan tidak ada penundaan lanjutan pada hari itu.
  • Q: Bagaimana asap karhutla mempengaruhi keselamatan penerbangan?
    A: Asap dapat mengurangi jarak pandang dan menurunkan kualitas udara di dalam kabin, sehingga maskapai biasanya menunda lepas landas hingga visibilitas memenuhi standar keselamatan penerbangan.
  • Q: Apa yang harus dilakukan penumpang jika penerbangan mereka ditunda karena asap?
    A: Penumpang disarankan tiba lebih awal, mengikuti instruksi maskapai, memakai masker, dan memantau pembaruan jadwal melalui aplikasi atau situs resmi bandara.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸