Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Skandal Penyembunyian Emas Lewat Celana Dalam Modifikasi: Sindikat India Bawa Emas ke Dubai

KriminalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Skandal Penyembunyian Emas Lewat Celana Dalam Modifikasi: Sindikat India Bawa Emas ke Dubai
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Polri mengungkap modus penyelundupan emas ilegal dari Indonesia ke Dubai dengan menyembunyikannya dalam pakaian dalam yang dimodifikasi.
  • Penggeledahan di dua lokasi, termasuk rumah warga negara India dan ruko di Jakarta Utara, menemukan ratusan potong pakaian, mesin lebur, dan residu emas senilai puluhan kilogram.
  • Brigjen Moh Irhamni menegaskan bahwa teknik ini berhasil mengelabui X‑Ray bandara karena emas diubah menjadi serbuk kenyal.

Jakarta – Bareskrim Polri mengungkap jaringan penyelundupan emas ilegal yang melibatkan dua warga negara (WN) India. Menurut Brigjen Moh Irhamni, Direktur Tindak Pidana Khusus, modus operandi mereka tidak biasa: emas dilebur, dicampur bahan kimia hingga menjadi serbuk kenyal, lalu disembunyikan dalam pakaian dalam pria dan wanita yang telah dimodifikasi kantongnya.

Penggeledahan yang dilakukan pada Senin (17/8) mencakup dua titik kritis. Di rumah pelaku, polisi menemukan 20 celana dalam pria dengan kantong khusus dan 57 pakaian dalam wanita yang telah dipersiapkan untuk menampung emas. Sementara di sebuah ruko di Jakarta Utara, tim penyidik menyita mesin lebur, mesin cek kadar emas, mesin jahit, serta bubuk hitam dan kepingan logam yang diduga merupakan residu proses pengolahan.

Menurut Irhamni, tekstur kenyal hasil pencampuran membuat emas tidak terdeteksi oleh sistem X‑Ray bandara dan bahkan terasa seperti kulit biasa saat diperiksa secara manual. "Emas yang kami temukan tidak berbentuk batangan, melainkan serbuk yang dapat menyusup ke dalam celana dalam tanpa menimbulkan sinyal logam," ujarnya.

Selain peralatan dan pakaian, polisi juga menyita sejumlah barang lain: handphone, tiket pesawat, buku rekening, kartu ATM, serta kendaraan roda dua dan empat. Di lokasi pertama, penyidik menemukan dua batang emas masing‑masing sekitar satu kilogram dan satu cincin setengah kilogram. Di lokasi kedua, ditemukan 18 keping logam putih dengan total berat sekitar 18 kilogram, yang diperkirakan hanyalah residu dari proses lebur—menandakan volume emas mentah yang diselundupkan bisa mencapai puluhan kilogram.

Para tersangka, yang baru tiba di Indonesia sekitar dua bulan lalu dengan paspor investor atau pekerja perdagangan, ditangkap pada Minggu (16/8) dini hari di apartemen terpisah di Jakarta Utara. Penangkapan ini menandai langkah awal polisi dalam membongkar jaringan internasional yang memanfaatkan celah regulasi ekspor logam mulia.

Analisis Pakar

Modus penyelundupan emas melalui pakaian dalam yang dimodifikasi mengungkap celah kritis dalam prosedur keamanan bandara dan pengawasan ekspor. Teknik mengubah emas menjadi serbuk kenyal bukan hanya mengandalkan ilmu kimia sederhana, melainkan juga pemahaman mendalam tentang deteksi logam. Hal ini menuntut penegakan hukum untuk memperbaharui standar inspeksi, termasuk penggunaan scanner berbasis teknologi resonansi magnetik yang dapat mengidentifikasi material non‑konduktif.

Selain itu, keberadaan mesin lebur dan peralatan kimia di wilayah permukiman menunjukkan bahwa jaringan ini beroperasi secara terbuka, mengandalkan ketidaktahuan atau kelalaian aparat lokal. Keterlibatan warga negara asing selama hanya dua bulan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem visa investor yang seharusnya menyaring aktivitas ekonomi yang mencurigakan.

Ekonomi informal seperti ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga mengancam reputasi Indonesia sebagai produsen logam mulia yang patuh pada regulasi internasional. Pemerintah perlu memperkuat koordinasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Perdagangan, serta Badan Narkotika dan Psikotropika (BNP) untuk menutup celah lintas sektoral.

Terakhir, kasus ini menjadi peringatan bagi industri fashion dan tekstil yang mungkin tanpa sadar menjadi sarana penyamaran barang ilegal. Pengawasan rantai pasok bahan baku dan produk jadi harus melibatkan audit independen, terutama pada produk yang mengandung komponen modifikasi khusus.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Bagaimana cara emas diubah menjadi serbuk kenyal sehingga tidak terdeteksi X‑Ray?
    A: Emas dilebur, dicampur dengan bahan kimia tertentu (biasanya polymer) hingga menjadi serbuk kenyal yang tidak memantulkan sinyal logam pada scanner.
  • Q: Apa saja barang yang disita polisi selain emas?
    A: Polisi menyita handphone, tiket pesawat, buku rekening, kartu ATM, mobil, sepeda motor, serta mesin lebur, mesin cek kadar emas, mesin jahit, dan bubuk kimia.
  • Q: Berapa banyak emas yang diperkirakan berhasil diselundupkan?
    A: Berdasarkan residu 18 kg, diperkirakan volume emas mentah yang diselundupkan bisa mencapai puluhan kilogram, kemungkinan tiga hingga sepuluh kali lipat dari berat residu.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
😸