Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kapal Perusak AS USS Benfold Kehilangan Listrik Selama 4 Hari di Laut China Selatan: Penyebab & Dampaknya

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kapal Perusak AS USS Benfold Kehilangan Listrik Selama 4 Hari di Laut China Selatan: Penyebab & Dampaknya
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • USS Benfold mengalami kegagalan generator yang menyebabkan kapal kehilangan listrik, pendingin, dan dapur selama empat hari di Laut China Selatan.
  • Insiden terjadi pada 24 Juli saat Armada ke-7 AS melakukan operasi rutin; tidak ada awak yang terluka.
  • Kapal kembali beroperasi setelah perbaikan selesai pada 8 Agustus, menyoroti tekanan operasional pada armada laut Amerika Serikat.

Menurut pernyataan resmi Armada ke-7 AS, USS Benfold mengalami "kerusakan teknis yang melibatkan generatornya" pada 24 Juli 2024 saat melaksanakan misi patroli di Laut China Selatan. Kapal perusak kelas Arleigh Burke ini, dengan tonase sekitar 10.000 ton, kehilangan kemampuan manuver mandiri, pendingin udara, serta fasilitas dasar seperti toilet dan dapur selama empat hari.

Selama masa tanpa listrik, USS Robert Smalls menyediakan makanan matang, sementara kapal pendukung lain dalam gugus tempur USS George Washington memberikan bantuan logistik. Pada akhirnya, Benfold ditarik ke Teluk Subic, Filipina, untuk perbaikan yang selesai pada 8 Agustus, dan kapal kembali beroperasi.

Insiden ini muncul di tengah sorotan yang lebih luas terhadap kesiapan operasional armada laut AS. Beberapa minggu sebelumnya, kru USS Abraham Lincoln melaporkan tekanan mental yang tinggi selama penugasan berkelanjutan di Timur Tengah. Pengamat militer dan anggota parlemen Demokrat menilai bahwa beban misi global yang terus meningkat dapat menguji batas kemampuan pemeliharaan dan kesiapan teknis kapal perang Amerika Serikat.

Analisis Pakar

Kerusakan generator pada USS Benfold bukan sekadar insiden teknis terisolasi; ia mengungkapkan tantangan struktural yang dihadapi Angkatan Laut Amerika Serikat (AL) dalam mempertahankan keandalan armada di zona operasi yang intens. Generasi kapal perusak Arleigh Burke, meskipun dirancang untuk ketahanan tinggi, kini beroperasi pada siklus pemeliharaan yang dipadatkan karena penempatan berkelanjutan di wilayah Indo-Pasifik, Laut China Selatan, dan Timur Tengah. Penjadwalan perbaikan yang ketat meningkatkan risiko kegagalan komponen kritis, terutama pada sistem energi yang menjadi tulang punggung operasi kapal.

Selain faktor teknis, konteks geopolitik memperparah tekanan. Laut China Selatan merupakan arena persaingan strategis antara AS, Tiongkok, dan negara-negara sekutu regional. Kehilangan kemampuan manuver selama empat hari menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan taktis AS dalam menghadapi situasi krisis yang dapat berkembang cepat, misalnya konfrontasi dengan kapal militer Tiongkok. Meskipun tidak ada cedera pada awak, insiden ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menentang kehadiran militer AS di kawasan tersebut.

Dari perspektif kebijakan, insiden ini menambah suara yang menyerukan peninjauan kembali kebijakan penempatan kapal induk dan perusak secara terus‑menerus. Anggota Kongres dari Partai Demokrat telah menyoroti bahwa anggaran pertahanan harus mencakup peningkatan kapasitas pemeliharaan, pelatihan kru untuk penanganan kegagalan kritis, serta investasi dalam teknologi energi yang lebih tahan gangguan. Tanpa langkah-langkah tersebut, risiko kegagalan serupa dapat berulang, mengurangi kredibilitas operasional AS di panggung global.

Terakhir, respons cepat dari kapal pendukung dan penyelesaian perbaikan dalam waktu singkat menunjukkan fleksibilitas logistik yang dimiliki AL. Namun, fleksibilitas ini tidak boleh menjadi alasan untuk menunda reformasi struktural yang diperlukan. Memperkuat rantai pasokan suku cadang, meningkatkan inspeksi prediktif, dan mengadopsi sistem energi hybrid dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kejadian mati listrik di kapal perang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab utama mati listrik pada USS Benfold?
    A: Penyebabnya masih dalam penyelidikan, namun pihak Angkatan Laut menyebutkan kegagalan pada generator utama sebagai faktor utama.
  • Q: Apakah insiden ini memengaruhi operasi militer AS di Laut China Selatan?
    A: Selama empat hari kapal tidak dapat beroperasi secara mandiri, namun dukungan logistik dari kapal lain memastikan tidak ada gangguan signifikan pada misi keseluruhan.
  • Q: Bagaimana respons Kongres Amerika Serikat terhadap insiden ini?
    A: Beberapa anggota Kongres, khususnya dari Partai Demokrat, menyoroti beban operasional yang berlebihan pada armada dan menyerukan peningkatan anggaran untuk pemeliharaan serta modernisasi sistem energi kapal.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸