Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa 7,7 SR di NTT Memicu Gelombang Solidaritas: Iran, Korea Selatan, Saudi & Vietnam Siapkan Bantuan

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa 7,7 SR di NTT Memicu Gelombang Solidaritas: Iran, Korea Selatan, Saudi & Vietnam Siapkan Bantuan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesedihan dan menawarkan bantuan medis kepada korban.
  • Berbagai pemimpin regional, termasuk Presiden Prabowo, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Vietnam, mengirimkan ucapan belasungkawa dan menyiapkan bantuan kemanusiaan.

Jakarta, 17 Agustus 2026 – Gempa bumi berkekuatan gempa 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), menewaskan puluhan orang dan menimbulkan kerusakan luas. Pemerintah provinsi segera mengumumkan status darurat selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus, untuk mempercepat respons penanggulangan.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui kantor berita resmi Iran, IRNA, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia. Pezeshkian menegaskan kesiapan Iran untuk mengirimkan bantuan, termasuk perlengkapan medis, kepada korban gempa di NTT.

"Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, khususnya kepada keluarga yang sedang berduka dan terdampak," ujar Pezeshkian. Ia menambahkan harapan agar stabilitas dan ketenangan segera pulih di wilayah-wilayah yang terdampak, serta memohon agar Tuhan melimpahkan rahmat bagi para korban.

Reaksi serupa datang dari pemimpin regional lainnya. Presiden Korea Selatan Lee Jae‑Myung menulis di akun X‑nya, menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan dukungan Korea Selatan dalam upaya pemulihan. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman (MbS) juga mengirimkan ucapan belasungkawa, sementara Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Le Minh Hung, menyatakan solidaritas Vietnam.

Sejumlah negara lain, termasuk Jepang, Australia, dan Uni Emirat Arab, dilaporkan sedang menyiapkan paket bantuan logistik dan medis, meski belum ada konfirmasi resmi. Sementara itu, tim SAR nasional dan internasional terus berupaya menemukan korban yang masih terperangkap di reruntuhan.

Analisis Pakar

Gempa 7,7 SR di NTT menyoroti kerentanan wilayah kepulauan Indonesia terhadap bencana alam, sekaligus menguji kapasitas respons darurat negara. Dari perspektif hubungan internasional, respons cepat dan kooperatif dari negara‑negara seperti Iran, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Vietnam memperlihatkan dinamika diplomasi kemanusiaan yang semakin penting dalam era geopolitik multipolar. Bantuan medis dan logistik yang ditawarkan bukan sekadar aksi kemanusiaan, melainkan juga peluang bagi negara‑negara donor untuk memperkuat citra soft power mereka di kawasan Asia‑Pasifik.

Iran, yang selama ini berada di bawah sanksi internasional, memanfaatkan momen ini untuk menampilkan solidaritasnya dengan negara non‑musuh, khususnya Indonesia, yang memiliki hubungan historis baik dengan Tehran. Penawaran bantuan medis dapat menjadi pintu masuk bagi Iran untuk memperluas jaringan kerjasama kesehatan dan teknologi di wilayah tersebut.

Korea Selatan, di sisi lain, memanfaatkan hubungan strategisnya dengan Indonesia—sebuah pasar utama bagi produk industri dan investasi Korea—dengan menegaskan komitmen bantuan kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Seoul yang menekankan peran aktif dalam forum regional seperti ASEAN.

Arab Saudi dan Vietnam, meskipun memiliki agenda geopolitik yang berbeda, menunjukkan bahwa bencana alam dapat menjadi arena kolaborasi lintas ideologi. Kedua negara menempatkan bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari strategi diplomasi publik, memperkuat citra mereka sebagai kontributor global dalam penanggulangan krisis.

Secara keseluruhan, respons internasional terhadap gempa NTT mencerminkan tren baru di mana bantuan kemanusiaan menjadi instrumen diplomasi yang efektif. Bagi Indonesia, kemampuan mengkoordinasikan bantuan multinasional sekaligus menjaga kedaulatan penanganan bencana akan menjadi ujian penting dalam memperkuat posisi negara sebagai pemimpin regional yang responsif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa magnitude gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur?
    A: Gempa tersebut memiliki magnitude 7,7 pada skala Richter.
  • Q: Negara mana saja yang menawarkan bantuan kepada Indonesia setelah gempa?
    A: Iran, Korea Selatan, Arab Saudi, Vietnam, serta beberapa negara lain seperti Jepang, Australia, dan Uni Emirat Arab telah menyatakan kesediaan membantu.
  • Q: Apa status darurat yang dikeluarkan pemerintah NTT?
    A: Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸