Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Badai Lala Mengguncang Hawaii: Banjir Dahsyat, Ratusan Ribu Tanpa Listrik, dan Satu Korban Jiwa

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Badai Lala Mengguncang Hawaii: Banjir Dahsyat, Ratusan Ribu Tanpa Listrik, dan Satu Korban Jiwa
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Badai tropis Badai Lala menurunkan curah hujan hingga 32 inci di Maui, memicu banjir bandang dan longsor di pulau-pulau Hawaii.
  • Lebih dari 160.000 rumah dan bisnis kehilangan listrik; lebih dari 200 orang dievakuasi ke rumah sakit; satu orang tewas dalam kecelakaan mobil.
  • Pemerintah daerah menutup sekolah, bandara, dan pelabuhan, sementara Gubernur Josh Green mengumumkan status darurat dan panggilan untuk tetap berada di dalam rumah.

Pada Minggu malam (16/8), Badai Lala melanda Hawaii dengan intensitas yang memicu curah hujan ekstrem—lebih dari 28 inci di beberapa bagian Big Island dan mencapai puncak 32 inci di La Poya, Maui. Hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan aliran air meluap, menghanyutkan rumah-rumah di kawasan pesisir Na'alehu dan Wai'ohinu serta menimbulkan longsor di daerah perbukitan.

Respons darurat segera dikerahkan oleh gabungan Pertahanan Sipil, Garda Nasional, dan Penjaga Pantai. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang lansia yang terjebak di rumah yang hanyut. Namun, proses evakuasi tetap berisiko tinggi karena arus deras, puing‑puing, dan kegelapan yang melanda jalan‑jalan utama.

Menurut data PowerOutage.us, lebih dari 160.000 rumah dan tempat usaha mengalami pemadaman listrik, memaksa tiga rumah sakit utama di Honolulu mengandalkan generator cadangan. Layanan Medis Darurat (EMS) melaporkan lebih dari 200 orang telah dipindahkan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Gubernur Josh Green mengonfirmasi satu korban jiwa dalam kecelakaan mobil di ujung selatan pulau, meskipun belum ada laporan resmi tentang kematian langsung akibat banjir. "Semua orang aman dan sehat, tetapi pekerjaan pemulihan masih sangat banyak," ujarnya dalam konferensi pers.

Kerusakan infrastruktur meluas: jalan, jembatan, serta dua bandara utama—Bandara Internasional Hilo dan Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona—ditutup sementara. Puluhan penerbangan Hawaiian Airlines dibatalkan, dan pelabuhan komersial juga tidak beroperasi. Sekolah negeri, perguruan tinggi, kantor pemerintahan, serta pengadilan ditutup pada Senin (17/8) untuk memastikan keselamatan publik.

Pusat Badai Nasional (NHC) mencatat Badai Lala kini bergerak menjauhi kepulauan ke arah barat dengan kecepatan angin sekitar 60 mph, namun potensi hujan lanjutan tetap mengancam wilayah perbukitan yang rawan longsor. Pihak berwenang terus mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah hingga kondisi jalan dan perairan dinyatakan aman.

Analisis Pakar

Fenomena Badai Lala menegaskan kerentanan wilayah kepulauan terhadap perubahan iklim. Peningkatan suhu laut di Samudra Pasifik memperkuat intensitas badai tropis, yang pada gilirannya menghasilkan curah hujan ekstrem dalam waktu singkat. Studi terbaru menunjukkan bahwa frekuensi badai kategori 4 dan 5 dapat meningkat hingga 20% dalam tiga dekade ke depan, menambah beban pada sistem mitigasi bencana yang sudah terbatas.

Respons darurat yang cepat—melibatkan Pertahanan Sipil, Garda Nasional, dan Penjaga Pantai—menunjukkan peningkatan koordinasi lintas lembaga sejak bencana alam sebelumnya, seperti kebakaran hutan 2020. Namun, tantangan logistik tetap signifikan, terutama dalam mengakses daerah terpencil yang terisolasi oleh longsor dan banjir. Investasi dalam infrastruktur tahan bencana, termasuk jaringan listrik yang lebih terdesentralisasi dan sistem peringatan dini berbasis satelit, menjadi keharusan.

Dari perspektif kebijakan publik, keputusan Gubernur Josh Green untuk menutup semua institusi pendidikan dan transportasi publik mencerminkan pendekatan berbasis kehati-hatian. Meskipun berdampak pada ekonomi lokal—terutama sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Hawaii—tindakan ini dapat mengurangi risiko kecelakaan lebih lanjut dan memberi waktu bagi tim pemulihan untuk menilai kerusakan secara menyeluruh.

Ke depan, penting bagi pemerintah federal dan negara bagian untuk memperkuat program bantuan bencana, termasuk alokasi dana untuk rekonstruksi rumah yang hancur dan peningkatan kapasitas penyimpanan energi. Kolaborasi dengan lembaga ilmiah untuk memetakan zona rawan banjir dan longsor akan membantu perencanaan tata ruang yang lebih adaptif, mengurangi dampak sosial‑ekonomi pada komunitas yang paling rentan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa curah hujan tertinggi yang tercatat selama Badai Lala?
    A: Curah hujan tertinggi mencapai sekitar 32 inci (sekitar 813 mm) di La Poya, Maui.
  • Q: Berapa banyak orang yang kehilangan listrik di Hawaii akibat badai ini?
    A: Lebih dari 160.000 rumah dan tempat usaha mengalami pemadaman listrik.
  • Q: Apa langkah utama yang diambil pemerintah Hawaii untuk mengatasi bencana ini?
    A: Pemerintah menutup sekolah, bandara, dan pelabuhan; mengerahkan tim penyelamat gabungan; serta mengimbau warga tetap berada di dalam rumah hingga kondisi aman.
Meow! Tanya Nesi!
😸