Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Telkom Gegar Layanan di Flores Pasca Gempa: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya?

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Telkom Gegar Layanan di Flores Pasca Gempa: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Solusinya?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Telkom mengakui penurunan kualitas layanan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur sejak 15 Agustus.
  • Penyebab utama: gangguan pasokan listrik dan kerusakan infrastruktur jaringan akibat gempa.
  • Solusi sementara: aktivasi genset tambahan, tim teknis lapangan, dan komitmen pemulihan cepat.

Jakarta, 16 Agustus 2026 – Telkom secara resmi mengonfirmasi penurunan kualitas layanan telekomunikasi di wilayah gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu, 15 Agustus. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto, perusahaan menegaskan bahwa mereka sedang berupaya keras untuk memulihkan layanan seiring dengan tantangan bencana alam yang terus berulang.

Menurut Telkom, penurunan kualitas layanan disebabkan oleh dua faktor utama:

  • Kendala pasokan listrik di wilayah terdampak, yang memengaruhi kestabilan jaringan.
  • Kerusakan perangkat jaringan akibat getaran dan dampak langsung gempa.

Proses pemulihan saat ini sangat bergantung pada stabilitas pasokan listrik. Untuk mengatasi kekurangan daya, Telkom telah mengaktifkan genset tambahan dengan kapasitas terbatas, berfungsi sebagai backup energi bagi peralatan jaringan kritis. Tim teknis lapangan juga terus dikerahkan, lengkap dengan peralatan monitoring real‑time, guna mempercepat perbaikan dan memastikan layanan digital kembali normal secepat mungkin.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar‑besar­nya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas gangguan ini," ujar Rachmad. "Komitmen kami tetap pada penyediaan layanan yang handal, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun. Kami akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memperkuat infrastruktur untuk mengurangi risiko serupa di masa depan."

Analisis Pakar

Sebagai seorang tech‑reviewer yang selalu menelusuri dinamika infrastruktur digital Indonesia, saya melihat dua hal krusial dari insiden ini. Pertama, ketergantungan jaringan telekomunikasi pada pasokan listrik konvensional masih menjadi titik lemah yang belum sepenuhnya diatasi. Meskipun Telkom menyiapkan genset, kapasitasnya terbatas dan tidak dapat menutupi kebutuhan puncak, terutama di daerah dengan kepadatan pengguna yang tinggi. Solusi jangka panjang harus melibatkan integrasi energi terbarukan—seperti panel surya atau sistem penyimpanan baterai—yang dapat memberikan daya cadangan lebih stabil dan ramah lingkungan.

Kedua, kerusakan fisik pada peralatan jaringan menandakan perlunya desain infrastruktur yang lebih tahan gempa. Di wilayah rawan seismik seperti NTT, penggunaan tiang fiber optik berbahan komposit, penempatan node di ruang underground yang dilengkapi dengan peredam getaran, serta penerapan teknologi mesh network dapat meningkatkan resilien jaringan. Investasi pada teknologi self‑healing network, yang secara otomatis mengalihkan traffic ke jalur alternatif ketika satu node gagal, juga dapat meminimalkan downtime.

Selanjutnya, transparansi data real‑time mengenai status jaringan menjadi nilai tambah bagi konsumen. Platform monitoring berbasis cloud yang menampilkan status layanan per wilayah, lengkap dengan estimasi waktu perbaikan (ETA), dapat meningkatkan kepercayaan publik. Telkom sudah memiliki portal layanan, namun integrasi API publik untuk developer dan aplikasi pihak ketiga masih kurang dimanfaatkan.

Terakhir, koordinasi lintas lembaga—antara operator telekom, pemerintah daerah, dan badan penanggulangan bencana—harus dipercepat. Protokol standar operasional (SOP) yang mengatur prioritas pemulihan layanan kritis (seperti jaringan darurat untuk layanan kesehatan dan keamanan) perlu di‑update secara berkala. Hanya dengan pendekatan holistik, kita dapat memastikan bahwa jaringan telekomunikasi tidak menjadi bottleneck dalam penanggulangan bencana di masa depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa layanan Telkom di Flores menurun setelah gempa?
    A: Karena gangguan pasokan listrik dan kerusakan perangkat jaringan yang disebabkan oleh getaran gempa.
  • Q: Apa yang dilakukan Telkom untuk memulihkan layanan?
    A: Mengaktifkan genset tambahan, mengerahkan tim teknis lapangan, dan mempercepat perbaikan infrastruktur.
  • Q: Kapan layanan di NTT diperkirakan kembali normal?
    A: Telkom belum memberikan estimasi pasti, namun berkomitmen memulihkan layanan secepat mungkin tergantung stabilitas listrik.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸