Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pertamina Jaga Pasokan BBM & LPG di Flores Pasca Gempa NTT: Operasional SPBU Turun 38% tapi Strategi Pemulihan Cepat

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pertamina Jaga Pasokan BBM & LPG di Flores Pasca Gempa NTT: Operasional SPBU Turun 38% tapi Strategi Pemulihan Cepat
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • 32 dari 52 SPBU di Flores tetap beroperasi meski gempa 15 Agustus 2026.
  • Kerusakan listrik, fasilitas, dan risiko longsor menghambat 20 SPBU lainnya.
  • Pertamina Patra Niaga koordinasikan pemulihan bertahap, sambil mengamankan jalur distribusi BBM dan LPG.

Jakarta, CNBC Indonesia – PT PertaminaPatraNiaga memastikan pasokan BBM dan LPG di Flores, NusaTenggaraTimur (NTT), tetap berjalan meski wilayah tersebut dilanda gempa bumi pada 15 Agustus 2026.

Menurut Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, pembaruan operasional per 15 Agustus menunjukkan bahwa 32 SPBU (62%) masih melayani konsumen. Sisanya, 20 SPBU, belum dapat beroperasi karena mengalami pemadaman listrik, kerusakan infrastruktur, atau masih berada dalam zona risiko longsor.

“Beberapa SPBU yang belum beroperasi masih menunggu penilaian keselamatan, sementara yang lain sudah aman secara fisik namun operator menunda layanan demi mengantisipasi gempa susulan,” ujar Kitty dalam pernyataan tertulis pada 16 Agustus 2026.

Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran distribusi. Pengiriman BBM dilakukan dengan mobil tangki yang dilengkapi pengamanan ekstra, khususnya pada rute yang terdampak longsor. Pemulihan 20 SPBU yang tertutup akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada aspek keselamatan.

Di wilayah Manggarai, dua SPBU mengalami kerusakan pada area pengisian. Konsumen diarahkan ke SPBU alternatif seperti SPBU 54.86.501 di Jalan Yos Sudarso, SPBU 54.86.503 di Ruteng‑Benteng Jawa, dan SPBU 54.86.509 di Jalan Raya Ruteng‑Labuan Bajo Km 4.

Lima agen LPG di Flores masih beroperasi dengan fasilitas aman, dan stok LPG terus dipantau untuk menyesuaikan permintaan. Sementara itu, 12 agen minyak tanah terdampak, namun Pertamina Patra Niaga tetap mengoptimalkan distribusi dengan memperhatikan kondisi Fuel Terminal (FT) Reo dan akses jalan yang terhambat longsor, termasuk jalur Nagekeo‑Ngada menuju FT Ende.

Jalan‑jalan kritis seperti Reo‑Ruteng, Trans Flores (Ende‑Bajawa), dan Trans Marapokot masih dalam proses penanganan menggunakan alat berat. Kondisi dapat berubah sewaktu‑waktu, sehingga monitoring terus dilakukan.

“Kami terus memantau kondisi sarana, mengamankan jalur distribusi, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta stakeholder agar penyaluran BBM dan LPG tetap aman dan optimal,” tutup Kitty.

Masyarakat dapat mengakses layanan Pertamina melalui Call Center 135 atau aplikasi MyPertamina.

Analisis Pakar

Gempa bumi 6,2 SR yang melanda NTT pada 15 Agustus menimbulkan tantangan logistik yang signifikan bagi sektor energi regional. Dari perspektif makroekonomi, gangguan pada 38% jaringan SPBU dapat menekan konsumsi energi rumah tangga dan transportasi, yang pada gilirannya memengaruhi inflasi regional. Namun, respons cepat Pertamina Patra Niaga dalam mengamankan jalur distribusi dan mengalihkan pasokan ke SPBU alternatif menunjukkan ketangguhan rantai pasokan energi nasional.

Strategi penggunaan mobil tangki berpengamanan ekstra pada rute rawan longsor merupakan contoh mitigasi risiko operasional yang tepat. Hal ini tidak hanya melindungi aset perusahaan, tetapi juga mengurangi potensi kecelakaan yang dapat memperburuk citra perusahaan di mata publik. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah memperkuat sinergi publik‑privat, yang menjadi kunci dalam penanganan bencana alam di wilayah dengan infrastruktur terbatas.

Namun, ada risiko jangka pendek yang perlu diwaspadai. Penurunan pasokan BBM dapat memicu kenaikan harga bahan bakar di pasar lokal, terutama mengingat ketergantungan wilayah Flores pada transportasi darat untuk distribusi barang. Pemerintah daerah dan pusat harus mempertimbangkan subsidi sementara atau kebijakan penstabil harga untuk menghindari tekanan inflasi yang berlebihan pada konsumen.

Ke depan, investasi pada infrastruktur tahan gempa—seperti instalasi penyimpanan BBM yang lebih kuat dan jaringan distribusi alternatif (misalnya, penggunaan kapal tanker kecil di pelabuhan)—akan menjadi prioritas. Diversifikasi sumber energi, termasuk peningkatan penetrasi LPG dan energi terbarukan, dapat mengurangi kerentanan wilayah terhadap gangguan pasokan di masa mendatang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa persen SPBU di Flores yang masih beroperasi setelah gempa?
    A: Sekitar 62% (32 dari 52 SPBU) tetap melayani konsumen.
  • Q: Apa langkah utama Pertamina Patra Niaga untuk memastikan pasokan BBM?
    A: Menggunakan mobil tangki berpengamanan ekstra, memantau jalur distribusi, dan memulihkan SPBU secara bertahap dengan prioritas keselamatan.
  • Q: Bagaimana masyarakat dapat mendapatkan informasi terbaru tentang pasokan BBM dan LPG?
    A: Melalui Call Center Pertamina 135 atau aplikasi MyPertamina.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸