Ledakan Gas di SPPG Mojokerto: Atap Runtuh, Tiga Teknisi Terluka Parah, Korban Meninggal Masih Diragukan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Ledakan gas di SPPG Mojokerto menewaskan tiga teknisi gas dengan luka bakar 80‑90%.
- Atap empat ruangan runtuh, menimpa dua relawan yang mengalami cedera kepala.
- Kebakaran meluas hingga dipadamkan oleh dua unit pemadam kebakaran sekitar pukul 22.30 WIB.
Insiden tragis terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2024, sekitar pukul 21.00 WIB di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puri Medali, Mojokerto. Ledakan gas elpiji yang sedang diperbaiki oleh tiga teknisi gas memicu runtuhnya atap empat ruangan—ruang pemorsian, omprengan, kantor, dan ruang rapat—serta menimbulkan kebakaran hebat di bagian atas dua ruangan tersebut.
Menurut satpam setempat, Bagianto (62), ketiga teknisi sedang mengatasi masalah aliran gas yang tidak keluar setelah proses pengisian. "Mereka berada di depan ruang pemorsian ketika ledakan terjadi," ujarnya. "Luka bakar mereka mencapai 80‑90 persen, dengan Pak Edi mengalami luka bakar terparah sekitar 90 persen."
Korban luka bakar serius meliputi Piter (36) dari Porong, Sidoarjo (63% luka bakar), Edi Suyanto (55) warga Dusun Kalijaring, Desa Mikirip, Jetis, Mojokerto, serta Kwin Lan (48) warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Jetis. Mereka kini dirawat di dua rumah sakit: satu di RSI Sakinah Sooko dan dua lainnya di RS Gatoel, Kota Mojokerto.
Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG—Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33), keduanya warga Dusun Medali—mengalami cedera kepala akibat runtuhnya plafon. Kedua korban kini berada di RSI Sakinah dengan gejala pusing dan nyeri punggung.
Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada pukul 22.30 WIB, namun kerusakan struktural pada bangunan SPPG cukup parah. Hingga kini, pihak berwenang belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai penyebab pasti ledakan, meski dugaan awal mengarah pada kegagalan instalasi atau prosedur pengisian gas yang tidak sesuai standar.
Analisis Pakar
Kasus ini menyoroti kegagalan sistem manajemen risiko pada fasilitas publik yang menangani bahan berbahaya. Sebagai jurnalis investigasi, saya menilai bahwa prosedur inspeksi dan sertifikasi teknisi gas di daerah Jawa Timur masih jauh dari standar nasional. Tidak ada bukti bahwa teknisi yang terlibat memiliki lisensi resmi atau pelatihan keselamatan kerja yang memadai. Hal ini membuka celah bagi praktik improvisasi yang berpotensi fatal.
Selanjutnya, tanggung jawab pengawasan tidak hanya berada pada pihak operasional SPPG, melainkan juga pada dinas terkait—Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Kegagalan koordinasi antar lembaga ini mengindikasikan lemahnya regulasi lokal dalam mengawasi penggunaan gas elpiji, terutama di fasilitas yang melayani masyarakat luas.
Selain itu, kebijakan penyimpanan dan distribusi gas elpiji di wilayah ini perlu ditinjau kembali. Praktik pengisian ulang yang dilakukan secara ad-hoc tanpa prosedur tertulis meningkatkan risiko kebocoran dan ledakan. Pemerintah daerah harus segera mengeluarkan regulasi yang mewajibkan audit berkala, penggunaan peralatan deteksi kebocoran, serta pelatihan wajib bagi semua teknisi yang terlibat.
Terakhir, tragedi ini menimbulkan pertanyaan moral tentang prioritas keselamatan dibandingkan layanan cepat. Masyarakat berhak mendapatkan layanan gizi yang aman, bukan mengorbankan nyawa pekerja demi kecepatan distribusi. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran keselamatan harus menjadi langkah pertama dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa penyebab utama ledakan di SPPG Mojokerto?
A: Penyebab pasti masih diselidiki, namun indikasi awal menunjuk pada kegagalan instalasi atau prosedur pengisian gas elpiji yang tidak sesuai standar. - Q: Berapa jumlah korban luka bakar serius?
A: Tiga teknisi gas mengalami luka bakar serius dengan persentase 80‑90%. - Q: Di rumah sakit mana korban dirawat?
A: Satu korban di RSI Sakinah, Sooko, dan dua korban lainnya di RS Gatoel, Kota Mojokerto.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Wagub Bali Pantau Langsung Pencarian 2 Wisatawan Hilang di Glamping Pelaga Pascan Longsor

TNI AL Uji Kelayakan Operasi Helikopter di KRI Siriwjaya-100, Simulasikan Penanggulangan Bencana

Kadin Proyeksi Peluang Ekspansi Pajak Digital Nasional Mulai 9 November 2026
