DP Nol Persen untuk Kredit Motor Listrik: Danantara Siapkan Skema Pembiayaan Revolusioner
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Danantara berencana menghapus DP 10% pada kredit motor listrik dengan suku bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang.
- Pasar motor listrik Indonesia masih 1% dari total penjualan, memberi ruang pertumbuhan hingga US$170 miliar.
- Strategi mencakup penggunaan baterai berbasis nikel dan pengembangan rantai nilai domestik melalui Molinas.
Dalam upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik dua roda, Danantara melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) sedang menyiapkan skema kredit dengan down payment (DP) nol persen. CEO BPI, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan bank‑bank dan lembaga keuangan di bawah naungan Danantara untuk menurunkan suku bunga, memperpanjang tenor, dan menghilangkan DP yang saat ini berada di kisaran 10%.
"Kami akan coba reduce bahkan akan kami coba hilangkan DP‑nya, sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat, dengan baik," kata Rosan pada peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, 13 Agustus 2024.
Indonesia memiliki sekitar 140 juta motor, dengan penjualan tahunan 6‑7 juta unit. Namun, motor listrik baru hanya terjual 60‑70 ribu unit per tahun—hanya 1% dari total. Rosan menilai ini sebagai peluang pasar yang masih sangat terbuka, dengan estimasi nilai pasar motor listrik nasional mencapai US$170 miliar (≈ Rp3.039 triliun).
Strategi pembiayaan ini dipadukan dengan dorongan penggunaan baterai berbasis nikel, memanfaatkan cadangan nikel Indonesia yang mencakup 46% cadangan dunia. Danantara menargetkan pengembangan rantai nilai lengkap: dari pengolahan nikel menjadi sel baterai, perakitan pack, hingga integrasi dalam motor listrik nasional.
Sepuluh perusahaan domestik telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian, dan Danantara akan berkolaborasi dengan PT Len Industri serta Profesor Sigit untuk menstandardisasi produk secara internasional. Dengan PT Len Industri sebagai lead integrator, ekosistem Molinas mencakup manufaktur, infrastruktur pengisian daya, battery swapping, pembiayaan, distribusi, layanan purna jual, dan penetrasi pasar.
Analisis Pakar
Penghapusan DP pada kredit motor listrik bukan sekadar gimmick promosi; ia mengatasi dua hambatan utama bagi konsumen Indonesia: likuiditas awal dan persepsi biaya total kepemilikan. Dengan menurunkan suku bunga dan memperpanjang tenor, beban bulanan menjadi lebih terjangkau, menurunkan tingkat default dan meningkatkan volume penjualan. Dari perspektif makro, peningkatan penjualan motor listrik akan menurunkan konsumsi BBM impor, memperbaiki neraca perdagangan, dan mengurangi emisi CO₂, sejalan dengan komitmen Indonesia pada agenda dekarbonisasi.
Namun, keberhasilan skema ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pengisian daya dan ketersediaan baterai berkapasitas tinggi. Tanpa jaringan charging yang memadai, konsumen tetap akan ragu, meski pembiayaan mudah. Pemerintah dan swasta harus mempercepat pembangunan stasiun pengisian serta sistem battery swapping yang standar, agar rotasi kendaraan listrik tidak terhambat.
Penggunaan nikel sebagai bahan baku utama baterai membuka peluang nilai tambah bagi industri pertambangan dalam negeri. Jika rantai nilai dari nikel ke sel baterai dapat dipertahankan di Indonesia, margin nilai tambah dapat meningkat secara signifikan, mengurangi ketergantungan pada impor sel baterai. Ini juga menambah daya tarik investasi asing di sektor energi bersih, terutama dari negara‑negara yang sedang mencari diversifikasi pasokan bahan baku kritis.
Secara keseluruhan, skema DP nol persen dapat menjadi katalisator pertumbuhan pasar motor listrik, tetapi harus diiringi dengan kebijakan pendukung yang holistik: subsidi listrik, regulasi standar baterai, dan insentif fiskal bagi produsen lokal. Tanpa ekosistem yang terintegrasi, upaya pembiayaan saja tidak akan cukup untuk mengubah struktur pasar yang selama ini didominasi oleh motor berbahan bakar bensin.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah DP nol persen sudah resmi diterapkan oleh semua bank?
- A: Saat ini masih dalam tahap pilot; beberapa bank mitra Danantara sudah menguji skema, sementara yang lain akan mengikutinya setelah regulasi final.
- Q: Berapa lama tenor kredit motor listrik yang ditawarkan?
- A: Tenor dapat diperpanjang hingga 7‑9 tahun, tergantung kebijakan masing‑masing lembaga keuangan.
- Q: Bagaimana dampak penggunaan baterai nikel terhadap harga motor listrik?
- A: Dengan memproduksi sel baterai secara domestik, biaya bahan baku dapat ditekan, sehingga harga jual motor listrik diharapkan turun 5‑10% dalam jangka menengah.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Kapal Tangker Gas Qatar Diserang Benda Misterius di Teluk, Awak Selamat

Investor Asing Sesalkan MSCI Berencana Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

BPS Catat Surplus Neraca Dagang RI September 2025 Tembus US$3,36 Miliar, Melebihi Ekspektasi Ekonom
