Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pontianak Tutup Sekolah Daring, Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA – Apa Penyebabnya?

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pontianak Tutup Sekolah Daring, Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA – Apa Penyebabnya?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Udara Pontianak masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla, memaksa pemerintah kota hentikan pembelajaran tatap muka.
  • Siswa TK, PAUD, SD, dan SMP dialihkan ke pembelajaran daring tanpa batas waktu pasti.
  • Kasus ISPA naik sekitar 5%; Dinas Kesehatan bersiap sediakan oksigen dan mengimbau warga cek kesehatan.

Wali Kota Edi Kamtono mengumumkan pada Senin (10/7) bahwa kualitas udara di Pontianak berada pada level “tidak sehat” antara pukul 21.00‑23.00 WIB. Data dari alat pemantau di Kecamatan Pontianak Tenggara menunjukkan konsentrasi partikel PM2,5 melampaui 200 µg/m³, angka yang biasanya hanya muncul pada kebakaran hutan besar.

Karena partikel asap lebih berat dan mengendap di lapisan rendah atmosfer, kualitas udara tetap buruk hingga subuh. Menanggapi ancaman kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mengeluarkan surat edaran yang melarang siswa TK, PAUD, SD, dan SMP mengikuti pembelajaran tatap muka. Semua kegiatan belajar mengajar dialihkan ke platform daring, sementara batas waktu penghentian belum ditetapkan secara resmi.

Penghentian ini bukan sekadar langkah administratif. ISPA yang biasanya menumpuk pada musim hujan kini meningkat sekitar lima persen, menurut laporan sementara Dinas Kesehatan. Pemerintah kota telah meminta rumah sakit dan puskesmas menyiapkan suplai oksigen serta meningkatkan kapasitas perawatan pernapasan.

Warga, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap polusi, diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai masker bila harus keluar. Hingga kini, tidak ada tanda penurunan signifikan pada kabut asap, sehingga kebijakan pembelajaran daring dapat berlanjut hingga kualitas udara kembali ke level “sedang”.

Analisis Pakar

Keputusan menutup sekolah tatap muka di Pontianak memang tepat secara medis, namun mengungkap kegagalan struktural dalam penanggulangan kebakaran hutan. Selama bertahun‑tahun, pemerintah daerah dan pusat menunda penegakan hukum terhadap pembakaran lahan, sehingga akumulasi bahan bakar mudah terbakar ketika musim kemarau tiba. Kebijakan darurat karhutla yang baru diumumkan kini tampak reaktif, bukan preventif.

Lebih mengkhawatirkan adalah dampak sosial ekonomi yang belum dihitung secara menyeluruh. Ribuan anak kehilangan akses ke pendidikan formal, sementara orang tua harus menyiapkan sarana belajar daring—perangkat, internet, dan ruang yang kondusif—yang tidak semua keluarga miliki. Ketimpangan ini berpotensi memperlebar jurang pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Di sisi kesehatan, peningkatan 5% kasus ISPA hanyalah puncak gunung es. Paparan partikel halus dapat memicu komplikasi jangka panjang seperti asma kronis, bronkitis, dan bahkan gangguan kardiovaskular. Pemerintah harus memperkuat sistem surveilans kesehatan, bukan sekadar menyiapkan oksigen. Data real‑time, pelaporan berbasis komunitas, dan kolaborasi dengan lembaga riset harus menjadi standar.

Terakhir, koordinasi lintas sektor yang disebutkan oleh Walikota—antara Pemprov Kalimantan Barat, pemerintah pusat, Forkopimda, dan swasta—harus diubah menjadi mekanisme yang transparan dan akuntabel. Tanpa transparansi, kebijakan ini berisiko menjadi “kebijakan liputan” semata, sementara akar penyebab kebakaran tetap tidak teratasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa sekolah di Pontianak ditutup sementara?
  • A: Karena kualitas udara masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla, yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.
  • Q: Berapa lama pembelajaran daring akan berlangsung?
  • A: Pemerintah belum menetapkan batas waktu pasti; keputusan akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.
  • Q: Apa yang harus dilakukan orang tua jika anak menunjukkan gejala ISPA?
  • A: Segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat, gunakan masker, dan hindari paparan asap sebanyak mungkin.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸