Tragedi Drag Race di Sulut: Mobil Melaju Lari, Hilang Kendali, 8 Penonton Tewas!

Otomotif
Doni SuryaDoni Surya
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Tragedi Drag Race di Sulut: Mobil Melaju Lari, Hilang Kendali, 8 Penonton Tewas!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Mobil balap putih‑biru di Tidar Drag Race Championship kehilangan kontrol sekitar 300 m dari start.
  • Mobil menabrak kerumunan penonton di Kotamobagu, menewaskan 8 orang dan melukai 9 lainnya.
  • Polisi setempat dipimpin AKBP Abdul Kholik akan selidiki dugaan kelalaian penyelenggaraan.

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Turnamen Tidar Drag Race Championship 2026 yang digelar di jalan raya Kotamobagu, Sulawesi Utara, berubah menjadi mimpi buruk ketika satu unit mobil balap berwarna putih‑biru meleset dari lintasan dan menghantam penonton. Kejadian mengakibatkan delapan korban jiwa serta sembilan orang lainnya mengalami luka-luka serius.

Menurut Kapolres Kotamobagu, AKBP Abdul Kholik, timnya bersama Pemerintah Kota dan panitia sementara kini tengah melakukan olah TKP secara intensif. "Kami sedang mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan menelusuri apakah ada unsur kelalaian yang memicu tragedi ini," ujar Kholik pada Senin (10/8).

Rekaman video yang beredar menunjukkan mobil balap kehilangan traksi setelah melaju dengan horsepower tinggi pada jalur lurus yang tidak dilengkapi dengan pembatas atau pelindung penonton. Kendaraan tersebut tampaknya mengalami oversteer akibat kombinasi tekanan pedal gas penuh, suhu ban yang melebihi batas, dan permukaan jalan yang tidak dioptimalkan untuk drag racing. Akibatnya, mobil berbelok ke kanan dan menabrak kerumunan yang berada di pinggir lintasan, tepatnya sekitar 300 meter setelah titik start.

Acara ini tidak menggunakan sirkuit khusus; seluruh perlombaan berlangsung di jalan publik tanpa barrier keamanan, zona penonton yang terpisah, atau prosedur run‑off standar. Ketiadaan infrastruktur tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan yang diterapkan oleh penyelenggara.

Analisis Pakar

Sebagai seorang reviewer otomotif yang telah menelusuri ribuan kilometer di lintasan balap, saya menilai bahwa kegagalan utama terletak pada kurangnya kontrol teknis dan manajemen risiko. Drag racing menuntut kendaraan dengan tenaga tinggi untuk menyalip 0‑100 km/h dalam hitungan detik; tanpa traction control or launch control yang terkalibrasi, mobil mudah kehilangan traksi, terutama pada permukaan jalan yang tidak dirawat. Pada kasus ini, kombinasi antara tire slip dan tekanan gas penuh pada RPM tinggi kemungkinan besar memicu oversteer yang tak terkontrol.

Selain itu, penyelenggaraan di jalan umum tanpa barrier atau zona aman bagi penonton melanggar prinsip dasar motorsport safety. Standar FIA menekankan penggunaan catch fences, debris barriers, and jarak minimum antara lintasan dan penonton. Tanpa elemen‑elemen tersebut, risiko kecelakaan fatal meningkat secara eksponensial, sebagaimana terbukti dalam tragedi ini.

Penegakan regulasi oleh otoritas lokal juga tampak lemah. Seharusnya, permits untuk acara drag race harus menyertakan audit keselamatan yang melibatkan insinyur profesional, serta uji coba run‑off sebelum acara dimulai. Ketiadaan prosedur ini menandakan adanya kelalaian administratif yang sama pentingnya dengan kelalaian teknis.

Ke depan, saya mengharapkan otoritas terkait, termasuk Ikatan Motor Indonesia (IMI), untuk menetapkan standar minimum bagi drag racing di Indonesia: penggunaan lintasan khusus, instalasi barrier yang memadai, serta persyaratan teknis bagi kendaraan yang berpartisipasi. Hanya dengan pendekatan holistik—teknis, regulasi, dan operasional—kita dapat mencegah tragedi serupa terulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab utama mobil drag race kehilangan kendali?
    A: Oversteer akibat traksi ban yang hilang pada akselerasi tinggi, terutama bila jalan tidak dioptimalkan dan tidak ada sistem kontrol traksi.
  • Q: Apakah drag race di Indonesia wajib menggunakan sirkuit khusus?
    A: Ya, standar keselamatan internasional mengharuskan penggunaan lintasan khusus dengan barrier dan zona penonton yang terpisah.
  • Q: Siapa yang bertanggung jawab atas keamanan penonton dalam acara drag race?
    A: Penyelenggara acara, pemerintah daerah, dan organisasi olahraga otomotif seperti IMI bertanggung jawab memastikan semua protokol keselamatan terpenuhi.
Meow! Tanya Nesi!
😸