Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ratusan Senjata Tersembunyi di Yayasan Sekolah Jakarta Selatan: Skandal Besar atau Kelalaian Administratif?

KriminalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Ratusan Senjata Tersembunyi di Yayasan Sekolah Jakarta Selatan: Skandal Besar atau Kelalaian Administratif?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Lebih dari 900 unit senjata, termasuk senapan, airsoft, dan amunisi, ditemukan di ruang milik mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang.
  • Pihak sekolah mengungkap temuan pertama pada 10‑11 Juli, sementara penemuan tambahan meliputi narkoba dan CD berisi pornografi pada 5 Agustus.
  • PT Lokta Karya Perbakin mengklaim semua senjata airsoft berizin, namun menolak tanggung jawab atas senjata api serta barang terlarang lainnya.

Ketika tim pengelola Jakarta Selatan membuka sebuah ruangan yang akan dijadikan ruang belajar, mereka menemukan hampir seribu buah senjata. Menurut Hermawanto, kuasa hukum sekolah, pada 10‑11 Juli 2026 petugas menemukan 995 buah senjata lengkap dengan amunisi, peredam, serta aksesori lain yang biasanya dipakai dalam olahraga menembak.

Tak lama kemudian, pada malam 5 Agustus, tim yang sama kembali mengakses ruangan lain dan menemukan tambahan senjata api, narkotika, serta sebuah CD yang berisi konten pornografi. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan dan pengawasan di lingkungan pendidikan.

Inventarisasi senjata meliputi empat laras panjang, dua laras pendek, tujuh magazin beragam kaliber, serta beberapa unit senjata airsoft yang meniru model FN P90, AK‑47, dan M4 Carbine. Selain itu, ditemukan taser, peralatan pembuatan peluru, dan buku panduan terkait.

Selain senjata, petugas menemukan sebuah ruangan yang menyerupai bunker dan terkunci rapat. Karena khawatir akan implikasi hukum, pihak sekolah meminta bantuan Polres Metro untuk membuka ruang tersebut.

Direktur PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengklaim semua 995 unit senjata airsoft berlisensi resmi dan telah disimpan sejak 2020 untuk mendukung ekstrakurikuler menembak di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut berhenti pada 2022 setelah pembina berinisial “S” meninggal dunia, sehingga senjata tidak lagi dapat dipakai.

Alhadid menolak tanggung jawab atas senjata api (senpi) yang ditemukan, menyatakan bahwa barang tersebut milik pihak lain yang sudah memiliki izin. Ia juga membantah kepemilikan narkoba dan CD pornografi, mengklaim bahwa sejak April 2026 yayasan berada di bawah pengelolaan pembina lain berinisial “N”.

Polres Metro Jakarta Selatan telah mencatat laporan temuan ini dalam Laporan Polisi tanggal 15 Juli 2026 dan kini tengah menyelidiki asal‑usul senjata api serta barang terlarang lainnya.

Analisis Pakar

Kasus ini mengungkap celah mengkhawatirkan dalam regulasi penyimpanan senjata di institusi pendidikan. Meskipun senjata airsoft dapat memiliki izin khusus, keberadaan senjata api, amunisi, dan bahkan narkotika dalam satu gedung sekolah menandakan kegagalan kontrol internal yang mendasar. Seharusnya, setiap institusi yang menyimpan barang berpotensi berbahaya wajib memiliki prosedur audit rutin, serta pengawasan dari otoritas keamanan yang independen.

Penjelasan PT Lokta Karya Perbakin bahwa semua senjata airsoft berizin tidak cukup untuk menutup celah hukum terkait senjata api. Jika senjata api memang dimiliki oleh pihak ketiga, maka ada pertanggungjawaban hukum yang harus diusut, termasuk kemungkinan adanya jaringan penyimpanan ilegal yang memanfaatkan fasilitas sekolah sebagai kedok.

Selain itu, temuan narkoba dan CD pornografi menambah dimensi kriminalitas yang lebih luas. Hal ini menimbulkan dugaan adanya jaringan penyelundupan atau penyalahgunaan fasilitas pendidikan untuk tujuan gelap. Penyelidikan harus menelusuri siapa yang memiliki akses ke bunker terkunci dan mengapa barang-barang tersebut tidak terdeteksi selama audit rutin.

Terakhir, kasus ini menyoroti perlunya revisi kebijakan izin senjata airsoft di Indonesia. Izin yang dikeluarkan harus disertai dengan mekanisme monitoring berkelanjutan, serta sanksi tegas bila barang tersebut tidak lagi digunakan untuk tujuan yang sah. Tanpa langkah-langkah tersebut, insiden serupa dapat terulang, mengancam keselamatan siswa dan menodai reputasi institusi pendidikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa banyak senjata yang ditemukan di yayasan sekolah?
  • A: Sebanyak 995 unit senjata, termasuk senapan, airsoft, amunisi, dan aksesori terkait.
  • Q: Apakah senjata airsoft yang ditemukan berizin?
  • A: Menurut pemilik PT Lokta Karya Perbakin, semua senjata airsoft memiliki izin resmi, namun hal ini masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.
  • Q: Apa tindakan hukum yang diambil oleh Polres Metro?
  • A: Polres Metro telah membuat Laporan Polisi pada 15 Juli 2026 dan sedang menyelidiki asal‑usul senjata api, narkoba, serta barang terlarang lainnya.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
😸