Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Freeport Siapkan Dana Rp72 Triliun untuk Proyek Tambang Bawah Tanah Kucing Liar – Apa Artinya bagi Ekonomi Indonesia?

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Freeport Siapkan Dana Rp72 Triliun untuk Proyek Tambang Bawah Tanah Kucing Liar – Apa Artinya bagi Ekonomi Indonesia?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • PT Freeport Indonesia (PTFI) akan menambah investasi hingga US$4 miliar (≈Rp71,7 triliun) untuk mengembangkan tambang bawah tanah KucingLiar di Grasberg, Papua, hingga 2033.
  • Target produksi penuh: 130.000 ton bijih per hari, menghasilkan 750 juta pon tembaga dan 735 000 ons emas per tahun.
  • Investasi ini datang setelah penurunan produksi akibat longsoran lumpur 2025, dan diharapkan menjadi pendorong utama pendapatan tembaga‑emas Freeport dalam dekade berikutnya.

Jakarta, 5 Agustus 2026* – Freeport-McMoRan (FCX) mengumumkan rencana penambahan modal sebesar US$4 miliar (sekitar Rp71,69 triliun dengan kurs Rp17.923/USD) untuk memperluas proyek tambang Kucing Liar di kawasan mineral Grasberg, Papua. Investasi ini akan disalurkan secara bertahap hingga akhir 2033, dengan rata‑rata US$0,5 miliar per tahun.

Sejak peluncuran proyek pada 2022, PTFI telah mengeluarkan US$1,4 miliar (≈Rp25 triliun). Tambang Kucing Liar diproyeksikan mencapai kapasitas produksi penuh sekitar 2030, menghasilkan 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas per tahun – dua komoditas yang menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.

CEO Kathleen Quirk menegaskan bahwa investasi ini bersifat strategis untuk menjaga kontinuitas produksi di bawah tanah sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada di Grasberg. “Kami terus memantau operasional di Indonesia untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar global,” ujarnya dalam laporan Semester I‑2026.

Penurunan produksi emas (276.000 ons vs 595.000 ons tahun lalu) dan tembaga (300 juta pon vs 655 juta pon) pada semester pertama 2026 disebabkan oleh insiden longsoran lumpur di Block Cave (GBC) September 2025. Namun, Freeport menilai bahwa pemulihan kapasitas produksi dapat tercapai melalui investasi ini, sekaligus mengurangi risiko operasional di masa depan.

Analisis Pakar

Investasi Rp72 triliun ini bukan sekadar penambahan modal; ia menandai titik balik strategis bagi ekonomi Papua dan neraca perdagangan Indonesia. Dengan harga tembaga yang berada di atas US$3,50 per pon dan emas yang tetap kuat di atas US$1.900 per ons, proyek Kucing Liar dapat menghasilkan arus devisa tahunan yang signifikan. Asumsi produksi penuh, nilai jual tembaga dan emas dapat menambah lebih dari US$5 miliar pendapatan tahunan bagi Freeport, yang berarti tambahan devisa sekitar Rp90 triliun per tahun bagi negara.

Dari perspektif fiskal, pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan royalty dan tax yang meningkat secara eksponensial. Jika tarif royalty tetap pada 5 % untuk tembaga dan 10 % untuk emas, pendapatan negara dari proyek ini dapat mencapai Rp4‑5 triliun per tahun, yang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan program sosial di Papua.

Namun, risiko operasional dan sosial tetap tinggi. Insiden lumpur 2025 menyoroti kerentanan tambang bawah tanah terhadap geologi yang kompleks. Freeport harus memperkuat manajemen risiko, termasuk sistem monitoring real‑time dan program keterlibatan masyarakat (CSR) yang lebih intensif untuk menghindari konflik sosial yang dapat menunda produksi.

Secara makroekonomi, peningkatan produksi tembaga Indonesia akan memperkuat posisi negara sebagai major copper exporter, yang sangat penting mengingat transisi energi global menuju listrik dan kendaraan listrik. Ketersediaan tembaga yang stabil dapat menurunkan volatilitas harga global, memberi manfaat bagi industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa total investasi yang akan dikeluarkan Freeport untuk proyek Kucing Liar?
    A: Sekitar US$4 miliar atau Rp71,7 triliun hingga tahun 2033.
  • Q: Kapan tambang Kucing Liar diperkirakan mencapai kapasitas produksi penuh?
    A: Targetnya adalah sekitar tahun 2030.
  • Q: Apa dampak investasi ini terhadap pendapatan negara?
    A: Dengan tarif royalty yang berlaku, pemerintah dapat memperoleh tambahan devisa sekitar Rp4‑5 triliun per tahun.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸