Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Waskita Karya Gencarkan Sekolah Rakyat di Surabaya: Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Waskita Karya Gencarkan Sekolah Rakyat di Surabaya: Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 di Surabaya, proyek WaskitaKarya, sudah mulai beroperasi dengan ratusan siswa SD‑SMA mengikuti MPLS.
  • Menteri Keuangan PurbayaYudhiSadewa meninjau langsung, menegaskan dukungan pemerintah terhadap program “Indonesia Emas” melalui pembiayaan APBN.
  • Proyek senilai Rp1,16 triliun melibatkan 4.500 tenaga kerja dan mengadopsi teknologi konstruksi cepat, menambah kapasitas 370 siswa di Jawa Timur.

Jakarta – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya yang dibangun oleh Waskita Karya (Persero) Tbk resmi dibuka untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 30 Juli 2026. Lebih dari 300 siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA telah menapaki hari pertama mereka di kampus seluas 6,6 hektare yang dilengkapi ruang guru, asrama, laboratorium, lapangan olahraga, serta masjid.

Dalam kunjungan yang sekaligus menjadi audit lapangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian krusial dari agenda Indonesia Emas. Pemerintah menyalurkan dana APBN untuk memastikan bahwa akses pendidikan berkualitas tidak lagi menjadi privilese bagi kalangan menengah ke atas, melainkan menjadi modal utama dalam meningkatkan mobilitas sosial dan produktivitas tenaga kerja masa depan.

Tak hanya Purbaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari juga berkeliling menilai fasilitas. Ia memuji standar bangunan yang “setara dengan sekolah swasta premium”, menyoroti bahwa investasi publik kini mampu menyaingi sektor swasta dalam penyediaan sarana pendidikan lengkap.

Menurut Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, proyek ini tidak sekadar “menyelesaikan tugas”. Dengan mengerahkan hampir 4.500 tenaga kerja, perusahaan mengimplementasikan metode half‑slab, penggunaan hiab crane, concrete pump, dan mobile crane untuk mempercepat penyelesaian struktur rangka atas baja serta penyambungan listrik PLN. Semua langkah ini dirancag agar SRT 2 Surabaya menjadi model kawasan terintegrasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Analisis Pakar

Sebagai seorang ekonom makro, saya melihat proyek Sekolah Rakyat ini sebagai sinyal positif bagi dua aspek utama: kebijakan fiskal dan ekosistem investasi konstruksi. Pertama, alokasi Rp1,16 triliun melalui APBN menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyalurkan belanja modal ke sektor pendidikan, yang secara historis memiliki multiplier effect tinggi. Setiap rupiah yang diinvestasikan di pendidikan dasar‑menengah dapat menghasilkan tambahan PDB sebesar 8‑12% dalam jangka menengah, terutama bila didukung oleh infrastruktur yang memadai.

Kedua, keberhasilan Waskita Karya dalam mengadopsi teknologi konstruksi cepat menandakan pergeseran paradigma BUMN dari “penyedia jasa” menjadi “pemain inovatif”. Penggunaan metode half‑slab dan crane berteknologi tinggi tidak hanya mempercepat penyelesaian proyek, tetapi juga menurunkan biaya tenaga kerja per meter persegi. Hal ini meningkatkan profitabilitas proyek publik dan membuka ruang bagi partisipasi sektor swasta dalam skema PPP (Public‑Private Partnership) di masa depan.

Namun, tantangan tetap ada. Pengawasan kualitas bangunan dan pemeliharaan fasilitas harus dijaga agar tidak berakhir menjadi “gedung kosong” setelah fase awal operasional. Pemerintah perlu menyiapkan mekanisme evaluasi berbasis outcome, misalnya tingkat kelulusan, partisipasi ekstrakurikuler, dan dampak jangka panjang pada mobilitas sosial. Tanpa data yang terukur, proyek ini berisiko menjadi simbolik semata, bukan katalis pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Terakhir, proyek ini memperkuat narasi “Indonesia Emas” dengan menekankan bahwa sumber daya manusia adalah aset utama. Jika pemerintah dapat mensinergikan investasi infrastruktur pendidikan dengan kebijakan pasar tenaga kerja—seperti program magang, pelatihan vokasi, dan insentif bagi industri yang menyerap lulusan—maka potensi peningkatan produktivitas nasional akan terasa lebih cepat. Ini adalah langkah strategis yang harus diikuti oleh semua pemangku kepentingan, baik publik maupun swasta.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa nilai total kontrak pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur?
    A: Nilai kontrak keseluruhan mencapai Rp1,16 triliun.
  • Q: Berapa kapasitas siswa yang dapat ditampung oleh SRT 2 Surabaya?
    A: Sekolah ini dirancang untuk menampung sekitar 370 siswa.
  • Q: Apa saja teknologi konstruksi yang digunakan oleh Waskita Karya dalam proyek ini?
    A: Metode half‑slab, hiab crane, concrete pump, dan mobile crane serta rangka atas baja untuk mempercepat penyelesaian.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸