Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tragedi Tangki Minyak di Tanah Bumbu: Patra Niaga Batal Klaim Armada, 7 Korban Meninggal

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tragedi Tangki Minyak di Tanah Bumbu: Patra Niaga Batal Klaim Armada, 7 Korban Meninggal
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kecelakaan tangki minyak menimpa mobil pikap yang mengangkut mahasiswa KKN di Jalan Trans Kalimantan, Tanah Bumbu, menewaskan 7 orang.
  • Patra Niaga menegaskan kendaraan yang terlibat bukan bagian dari armada operasionalnya dan menyerahkan penyelidikan kepada pihak berwenang.
  • Korban meliputi sopir truk, lima mahasiswa, dan seorang karang taruna; satu mahasiswa selamat setelah dirujuk ke RS Marina.

Sabtu (1/8) sekitar pukul 12.00 WITA, sebuah tangki minyak melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kendaraan tersebut kehilangan kendali dan menabrak mobil pikap yang sedang mengangkut sekelompok mahasiswa KKN menuju tempat wisata di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe.

Menurut Kapolsek Mantewe AKP Kusnin, truk yang dikemudikan seorang sopir berinisial MI menabrak pikap yang dimiliki Desa Irigasi Batulicin. Akibat benturan, delapan orang terlibat; tujuh di antaranya meninggal dunia, termasuk sopir truk, lima mahasiswa (dari Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Nahdatul Ulama Kalsel) dan seorang karang taruna. Satu mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (inisial MFH) selamat dan dirujuk ke Rumah Sakit Marina.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Dalam pernyataannya pada Minggu (2/8), Edi menegaskan bahwa kendaraan yang terlibat tidak terdaftar sebagai armada operasional Pertamina dan tidak pernah melakukan aktivitas pelayanan di terminal Pertamina manapun.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang," ujar Edi. Ia menambahkan harapan agar korban yang masih dalam perawatan segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Analisis Pakar

Kasus ini menyoroti kegagalan sistemik dalam pengawasan transportasi bahan berbahaya di wilayah pedalaman Indonesia. Meskipun Patra Niaga dengan cepat memisahkan diri dari tanggung jawab operasional, fakta bahwa sebuah truk bermuatan minyak melaju di jalan yang sama dengan kendaraan umum menimbulkan pertanyaan serius tentang regulasi izin jalan dan inspeksi kendaraan.

Pengawasan yang lemah pada armada non‑korporat—seperti truk milik pihak ketiga yang mengangkut bahan berbahaya—menjadi celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Pemerintah daerah dan kementerian terkait harus meninjau kembali prosedur perizinan, termasuk keharusan memiliki sertifikat kelayakan teknis dan pelatihan khusus bagi pengemudi yang mengangkut muatan berbahaya.

Selain itu, tragedi ini memperlihatkan kurangnya koordinasi antara institusi pendidikan (yang menugaskan mahasiswa KKN) dan otoritas transportasi. Penugasan perjalanan ke daerah rawan kecelakaan tanpa analisis risiko yang memadai menunjukkan kelalaian manajerial. Universitas dan lembaga KKN harus menyiapkan protokol evakuasi serta memastikan bahwa kendaraan yang dipakai memenuhi standar keselamatan.

Terakhir, respons cepat Patra Niaga dalam menegaskan non‑kepemilikan armada memang penting untuk melindungi reputasi korporat, namun tidak boleh menjadi alasan untuk mengalihkan sorotan dari kebutuhan reformasi regulasi keselamatan jalan. Kematian tujuh nyawa muda menuntut tindakan konkret: audit menyeluruh atas armada transportasi bahan berbahaya, penegakan sanksi tegas bagi pelanggar, serta edukasi publik tentang bahaya transportasi minyak di jalur publik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab utama kecelakaan tangki minyak di Tanah Bumbu?
    A: Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal menyebutkan kehilangan kendali truk bermuatan minyak.
  • Q: Apakah kendaraan yang terlibat milik PT Pertamina Patra Niaga?
    A: Patra Niaga menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan bagian dari armada operasionalnya.
  • Q: Siapa saja korban dalam kecelakaan ini?
    A: Tujuh orang meninggal, termasuk sopir truk, lima mahasiswa KKN (dari Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Nahdatul Ulama Kalsel), serta seorang karang taruna. Satu mahasiswa selamat dan dirujuk ke RS Marina.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸