Pengantar Sutrimo ke Rumah Sakit Seorang Jaksa

KEPALA Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna membenarkan ada jaksa yang bernama Febrio Ardianto. Febrio bertugas sebagai ajudan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus,FebrieAdriansyah.
“Beliau memang ajudan, stafnya (Febrie Adriansyah),” kata dia lewat sambungan telepon, Selasa, 28 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Nama Febrio beredar di media sosial bersamaan dengan penemuan jenazah seorang pria bernama Sutrimo. Sutrimo ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru. Febrio dikabarkan menjadi orang yang membawa jenazah Sutrimo ke rumah sakit.
Anang hanya membenarkan soal status Febrio. Sementara mengenai kematian Sutrimo dan informasi dia juga bekerja di rumah Febrie, Anang irit bicara. "Bukan kompetensi saya karena itu bukan pegawai kejaksaan. Itu urusannya ranah pribadi beliau. Saya enggak tahu,” kata dia.
Sementara itu, Ketua RT 3 RW 4 Kelurahan Kramat pela, Agus, membenarkan Sutrimo bekerja di rumah Febrie yang berlokasi di Jalan Radio I, Kebayoran Baru. Jarak dari klinik ke rumah Febrie sekitar 1 kilometer. Menurut Agus, Sutrimo sudah lama bekerja di sana.
Sutrimo ditemukan meninggal dengan kondisi keluar busa dari mulut serta hidungnya. Penyidik Polres Jakarta Selatan yang mengetahui peristiwa itu mengatakan korban sempat dibantarkan ke klinik Mordent. Klinik itu sudah lama tidak beroperasi, namun bangunannya masih berpenghuni.
Saat ini Polda Metro Jaya masih mendalami soal kematian Sutrimo. “Apakah itu wajar atau tidak wajar, ini masih didalami,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto, Senin, 27 Juli 2026.
Polda juga sedang mendalami keterkaitan Sutrimo dengan Febrie Adriansyah. Sementara itu, polisi meminta publik tidak berspekulasi dengan kasus ini.
Pengacara Febrie, Febri Diansyah, mengatakan pihaknya masih menunggu keterangan utuh dari Polda Metro Jaya. "Jadi mungkin memang lebih baik agar isunya enggak campur aduk, ya, lebih baik kami tunggu saja bersama-sama," kata Febri di rumah tahanan KPK, Jakarta Selatan, pada Senin, 27 Juli 2026.
Febri menolak untuk berkomentar banyak ihwal dugaan hubungan Sutrimo dengan kliennya. "Kami fokus di substansi perkara (korupsi)," ucapnya.
Catatan redaksi: Judul berita ini diperbaiki pada 28 Juli pukul 16.26 untuk menyesuaikan dengan keterangan narasumber. Pihak Kejaksaan Agung hanya membenarkan status Febrio, bukan mengonfirmasi kronologis penemuan jenazah.
Pilihan Editor:Kejanggalan Kematian Pembantu Rumah Febrie Adriansyah
Jadikan Tempo sebagai Sumber Pilihan di Google, untuk mendapatkan berita, analisis, dan liputan ekslusif terbaru
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Trauma Ganda di Porprov Jawa Tengah: Ketum NOC Ingatkan Bahwa Penyelamatan Atlet Jauh Lebih Prioritas dari Prestasi

Pemkab Kepulauan Seribu Luncurkan Dua Rumah Singgah Gratis untuk Mendukung Mahasiswa di Wilayah Daratan

Wagub Bali Pantau Langsung Pencarian 2 Wisatawan Hilang di Glamping Pelaga Pascan Longsor
