John Herdman ‘Naik Kursi’ Bikin Gelak Tawa Saat Foto Bersama Mitchell Baker Pasca Kemenangan 5-1!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Setelah kemenangan telak 5-1 melawan Kamboja, John Herdman dan bintang muda Mitchell Baker mengundang tawa dengan aksi naik kursi.
- Perbedaan tinggi badan 27 cm memaksa sang pelatih asal Inggris mencari cara kreatif agar sejajar dengan pemain berpostur 197 cm.
- Momen lucu ini terjadi di Stadion Pakansari, menambah kehangatan suasana konferensi pers pasca Piala AFF 2026.
BOGOR, 27 Juli 2026 – Setelah Piala AFF 2026 berakhir dengan kemenangan gemilang 5-1 atas Kamboja, suasana di ruang konferensi pers Stadion Pakansari berubah menjadi panggung komedi tak terduga. John Herdman, sang otak taktis Timnas Indonesia, bersama penyerang muda berbakat Mitchell Baker, diminta berfoto bersama media.
Awalnya, sang pelatih tampak ragu. Tinggi badan 170 cm berbanding tinggi luar biasa 197 cm milik Baker yang baru saja mencetak hattrick melawan Kamboja. Herdman menatap kamera seolah-olah itu hanya jebakan lucu dari wartawan. Namun, tak lama kemudian, ia mengambil keputusan yang membuat ruangan pecah tawa: naik ke atas kursi agar sejajar dengan sang bintang muda.
“Saya cuma mau terlihat setara dengan Mitchell,” candanya sambil tersenyum lebar, memicu gelak tawa para jurnalis yang hadir. Momen ini bukan sekadar lelucon, melainkan simbol kebersamaan tim yang tak hanya berjuang di lapangan, tapi juga bersenang‑senang di luar sana. Herdman, yang memang sering berpasangan dengan pemain tinggi seperti Elkan Baggott atau Jay Idzes, kembali menunjukkan sisi humanisnya yang menginspirasi.
Analisis Pakar
Secara taktis, aksi “naik kursi” Herdan mencerminkan kepemimpinan yang inklusif. Ia tidak hanya memerintah dari pinggir lapangan, melainkan turun ke level pemain, menegaskan bahwa setiap anggota skuad, tak peduli tinggi atau rendah, memiliki tempat yang setara. Ini penting dalam membangun kekompakan tim—suatu faktor kunci yang sering menjadi pembeda antara tim yang hanya sekadar kompetitif dan tim yang mampu menaklukkan tekanan besar.
Selain itu, keberanian Baker mencetak hattrick pada usia muda menandakan generasi baru yang siap mengisi kembali lini serang Indonesia. Dengan postur 197 cm, ia menjadi ancaman fisik yang sulit dihadapi lawan, sekaligus menambah dimensi taktis bagi Herdman dalam mengatur serangan lewat bola udara dan set‑piece.
Namun, di balik tawa, ada pelajaran penting: komunikasi visual antara pelatih dan pemain dapat memperkuat rasa saling percaya. Momen ini, meski ringan, menegaskan bahwa Herdman memahami psikologi tim—bahwa kebahagiaan di luar lapangan berkontribusi pada performa di dalamnya. Jika Indonesia ingin melaju lebih jauh di AFF, menjaga atmosfer positif seperti ini menjadi strategi jangka panjang yang tak kalah pentingnya dengan taktik permainan.
Terakhir, aksi ini juga menjadi contoh bagi media sport: mereka tidak hanya melaporkan statistik, tetapi juga menangkap esensi manusiawi di balik kompetisi. Foto-foto semacam ini meningkatkan daya tarik publik, memperluas basis pendukung, dan pada akhirnya menumbuhkan budaya sepak bola yang lebih hidup di Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa John Herdman naik kursi saat foto bersama Mitchell Baker?
A: Karena perbedaan tinggi badan yang signifikan (27 cm), ia ingin sejajar dengan Baker agar foto terlihat lebih seimbang dan mengundang tawa. - Q: Berapa skor akhir pertandingan Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026?
A: Indonesia menang dengan skor 5-1. - Q: Di mana konferensi pers pasca pertandingan tersebut diadakan?
A: Di ruang konferensi pers Stadion Pakansari, Bogor.


