Chery Group Cari Pabrik Besar Baru di Indonesia, Kapasitas Lama Tak Lagi Cukup untuk Omoda O4 EV
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- Chery Group mengakui kapasitas pabrik Bekasi dan Purwakarta sudah mendekati batas maksimum.
- Model listrik baru Omoda O4 EV akan diproduksi di dalam negeri, namun memerlukan fasilitas yang lebih besar.
- CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu dan President Director PT Chery Sales Indonesia Zeng Shuo menegaskan rencana penambahan kapasitas produksi untuk mengantisipasi peluncuran rangkaian model baru.
Jakarta, CNBC Indonesia – Ekspansi agresif produsen mobil asal China, Chery Group, kini menemui hambatan di sisi manufaktur. Setelah meluncurkan beragam model dan memperluas pangsa pasar kendaraan elektrifikasi, perusahaan harus mencari fasilitas perakitan yang lebih besar karena kapasitas pabrik yang ada tidak lagi memadai.
Chery tengah menyiapkan produksi lokal untuk Omoda O4 EV, mobil listrik yang baru saja debut secara global di Indonesia. Meskipun komitmen untuk memproduksi kendaraan tersebut di dalam negeri sudah jelas, realisasinya sangat bergantung pada kesiapan kapasitas produksi.
Saat ini, Chery Group mengandalkan dua fasilitas perakitan milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Bekasi dan Purwakarta. Penambahan portofolio kendaraan yang akan dirakit di Indonesia membuat kedua pabrik tersebut hampir mencapai batas maksimalnya.
"Kami memiliki dua fasilitas perakitan (PT HIM di Bekasi dan Purwakarta) dan akan lihat ke depannya karena kapasitas kami sudah tak cukup, sehingga kami harus mencari kapasitas yang lebih besar," kata CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu dalam pernyataan pada Selasa (28/7/2026). Ia menegaskan bahwa Omoda O4 EV tetap akan diproduksi di Indonesia, meski belum mengungkapkan apakah akan menambah lini produksi, menggandeng mitra baru, atau membangun pabrik sendiri.
President Director PT Chery Sales Indonesia, Zeng Shuo, menambahkan bahwa kebutuhan penambahan kapasitas bukan hanya untuk Omoda O4 EV. "Kami sedang menyiapkan beberapa produk baru, termasuk Omoda O4, Chery Q, dan model lainnya. Produksi masih dalam perencanaan, namun kami ingin meningkatkan kapasitas untuk mengantisipasi permintaan pasar," ujarnya.
Analisis Pakar
Secara makroekonomi, keputusan Chery untuk memperluas kapasitas produksi di Indonesia mencerminkan keyakinan terhadap pertumbuhan jangka panjang pasar kendaraan listrik (EV) domestik. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target 2,1 juta unit EV pada 2027, didukung oleh insentif fiskal, subsidi baterai, dan pembangunan infrastruktur pengisian. Dengan menambah fasilitas produksi, Chery tidak hanya mengamankan rantai pasokan, tetapi juga menempatkan diri sebagai pemain utama dalam ekosistem EV nasional.
Namun, tantangan utama terletak pada ketersediaan lahan industri, biaya tenaga kerja, dan kompetisi dari pemain lain seperti Hyundai, Toyota, dan produsen lokal seperti Gojek‑Mitsubishi joint venture. Investasi pabrik baru memerlukan modal yang signifikan, dan ROI (Return on Investment) akan sangat dipengaruhi oleh kecepatan adopsi EV oleh konsumen serta kebijakan tarif impor komponen. Jika pemerintah memperketat regulasi impor baterai atau menurunkan subsidi, margin profitabilitas dapat tertekan.
Dari perspektif keuangan, peningkatan kapasitas produksi dapat meningkatkan leverage operasional Chery, menurunkan biaya unit (economies of scale) dan memperkuat posisi tawar dalam negosiasi dengan pemasok lokal. Namun, perusahaan harus mengelola risiko likuiditas, terutama bila memilih model pembangunan pabrik hijau yang memerlukan investasi dalam teknologi ramah lingkungan. Pendanaan dapat dioptimalkan melalui skema joint venture dengan konglomerat Indonesia atau melalui obligasi hijau yang kini semakin populer.
Kesimpulannya, langkah ekspansi ini adalah sinyal positif bagi ekosistem otomotif Indonesia, namun keberhasilannya akan sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah, penyedia infrastruktur, dan kemampuan Chery untuk menyesuaikan strategi produksi dengan dinamika pasar EV yang masih sangat volatil.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Chery harus mencari pabrik baru di Indonesia?
A: Kapasitas pabrik di Bekasi dan Purwakarta sudah mendekati batas maksimum, sehingga tidak dapat menampung produksi tambahan untuk Omoda O4 EV dan model baru lainnya. - Q: Apakah Omoda O4 EV akan tetap diproduksi di dalam negeri?
A: Ya, Chery menegaskan komitmennya untuk memproduksi Omoda O4 EV di Indonesia meskipun masih mencari fasilitas yang lebih besar. - Q: Bagaimana dampak penambahan kapasitas produksi terhadap pasar EV Indonesia?
A: Penambahan kapasitas dapat mempercepat penetrasi EV, menurunkan biaya unit, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.


