Samsung Luncurkan Galaxy Glasses: Kacamata Pintar yang Bikin Meta Ray-Ban Ketinggalan!
Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Ringkasan Singkat
- Samsung memperkenalkan Galaxy Glasses bersama Gentle Monster dan Warby Parker, peluncuran diperkirakan September.
- Kacamata pintar ini berjalan pada Android XR, didukung Google Gemini AI dan Bixby, mampu terima panggilan, putar musik, ambil foto, dan terintegrasi dengan ekosistem Samsung.
- Tanpa layar bawaan, mengandalkan kamera internal dan mikrofon; baterai hingga 9 jam per pengisian, case menyediakan daya tambahan hingga 7 kali pengisian.
Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Glasses pada acara Galaxy Unpacked Rabu (22/7). Kacamata pintar ini merupakan hasil kolaborasi dengan merek kacamata Korea Gentle Monster dan desain dari Warby Parker, yang akan bersaing langsung dengan Meta Ray-Ban.
Menurut laporan Mashable, perangkat akan menggunakan sistem operasi terbaru dari Google, yaitu Android XR. Pada Google I/O 2026 Mei lalu, Google telah memberikan bocoran tentang kolaborasi ini, menegaskan bahwa koleksi pertama akan dirilis tahun ini, dan Samsung mengonfirmasi bahwa seluruh koleksi dari Gentle Monster dan Warby Parker akan hadir pada musim gugur.
Meski harga dan tanggal pasti belum diumumkan, Samsung mengklaim kacamata ini mampu menerima panggilan telepon, memutar musik, dan mengambil foto. Selain itu, kacamata ini mendapat dukungan kecerdasan buatan (AI) dari Google Gemini AI secara native dan dapat terhubung langsung ke ponsel Android serta jam tangan berbasis Google Wear OS. Asisten AI milik Samsung, Bixby, juga terintegrasi.
Won-Joon Choi, COO Mobile Experience Samsung, menyatakan bahwa kacamata ini dapat digunakan hingga 9 jam dalam sekali pengisian daya, sementara tempat penyimpanannya (case) menyediakan daya tambahan hingga tujuh kali pengisian. Perangkat ini tidak dilengkapi layar bawaan, melainkan mengandalkan kamera internal untuk merekam konten serta mikrofon untuk menjalankan berbagai fitur AI.
Kacamata pintar ini juga dapat digunakan untuk sudut pandang (POV) langsung saat rapat di Google Meet. Navigasinya terintegrasi dengan ekosistem perangkat Samsung lainnya, seperti gesture double-pinch untuk menjawab panggilan masuk. Produk ini akan hadir dengan minimal empat pilihan desain bingkai.
Analisis Pakar
Sebagai seorang yang telah mengamati perkembangan wearable teknologi selama bertahun-tahun, saya melihat Galaxy Glasses sebagai langkah strategis yang cukup agresif dari Samsung untuk menembus pasar kacamata pintar yang masih didominasi oleh ekosistem Meta-Rayban dan Apple Vision Pro dalam bentuk headset. Dengan mengadopsi Android XR, Samsung tidak hanya mengandalkan platformnya sendiri tetapi juga memanfaatkan ekosistem yang sudah luas dari Google, yang membuka akses ke ribuan aplikasi AR dan layanan cloud yang sudah matang.
Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker menunjukkan bahwa Samsung menyadari bahwa estetika adalah kunci adopsi massal untuk wearable berbasis wajah. Dengan desain yang lebih fashion dan kurang “geeky”, mereka berharap dapat menarik konsumen yang sebelumnya ragu karena penampilan yang terlalu futuristik atau membosankan. Namun, tantangan besar tetap berada pada penggunaan kamera internal dan mikrofon sebagai satu-satunya sensor visual dan audio. Tanpa layar transparan atau proyeksi langsung ke mata, pengalaman AR akan terasa terbatas—pengguna harus mengandalkan ponsel atau perangkat lain untuk melihat output visual, yang justru mengurangi nilai tambah dari bentuk kacamata itu sendiri.
Dari sisi spesifikasi, klaim baterai 9 jam plus case yang menyediakan 7 kali pengisian cukup kompetitif jika dibandingkan dengan Meta Ray-Ban yang menawarkan sekitar 6 jam penggunaan terus-menerus. Namun, integrasi AI yang ganda—Google Gemini AI dan Bixby—menimbulkan pertanyaan tentang konsumsi daya dan kompleksitas perangkat lunak. Apakah dua asisten tersebut dapat bekerja secara harmonis tanpa menyebabkan latency atau konflik perintah? Ini adalah area yang perlu diuji secara nyata sebelum peluncuran massal.
Secara keseluruhan, Galaxy Glasses memiliki potensi untuk menjadi pilihan menengah yang menarik bagi pengguna Android yang ingin mencoba AR tanpa harus meng-investasikan dalam headset mahal. Namun, keberhasilannya akan sangat tergantung pada seberapa baik Samsung dapat menyelesaikan keterbatasan visual (tidak ada layar) melalui pengalaman pengguna yang intuitif, serta seberapa luas ekosistem aplikasi yang mendukung Android XR di pasar setempat. Jika mereka bisa menawarkan pengalaman yang lancar dan aplikasi yang berguna, maka Galaxy Glasses bisa menjadi pembalap baru dalam kompetisi wearable yang semakin padat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan Galaxy Glasses akan resmi diluncurkan dan berapa harganya?
A: Peluncuran diperkirakan September 2025, harga belum diumumkan resmi. - Q: Apakah Galaxy Glasses membutuhkan ponsel Samsung khusus untuk berfungsi?
A: Tidak, kacamata ini dapat terhubung ke ponsel Android umum dan jam Wear OS, meski fitur terbaik dioptimalkan untuk ekosistem Samsung. - Q: Fitur utama apa saja yang ditawarkan oleh Galaxy Glasses?
A: Menerima panggilan, memutar musik, mengambil foto, integrasi AI (Google Gemini & Bixby), navigasi POV untuk Google Meet, dan kontrol gesture double-pinch.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Riset NOAA Ungkap: Awan Tropis Mempercepat Pemanasan Global 71% Lebih Cepat dari Prediksi

Saham Intel Anjlok 29%, Investasi Pemerintah AS Rugi Rp 218 Triliun
China Catat Momen Historis: Volume Inferensi AI Melampaui Data Pelatihan
