Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ribuan Pemukim Israel Masuki Al Aqsa pada Tisha B'Av: Ketegangan Memuncak di Yerusalem Timur

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Ribuan Pemukim Israel Masuki Al Aqsa pada Tisha B'Av: Ketegangan Memuncak di Yerusalem Timur
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Lebih dari 2.300 pemukim Israel dan aktivis sayap kanan memasuki kompleks Al Aqsa di Jerusalem Timur untuk memperingati hari berkabung Yahudi Tisha B'Av.
  • Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir turut hadir, disertai pengamanan polisi, sementara otoritas Palestina melaporkan pembatasan ketat dan potensi peningkatan jumlah pengunjung hingga 5.000.
  • Peristiwa ini memicu kecaman internasional, meningkatkan ketegangan antara Israel‑Palestina, dan menimbulkan peringatan dari Hamas tentang konsekuensi politik dan keamanan.

Pada Kamis, 23 Juli 2024, lebih dari 2.300 pemukim Israel serta anggota kelompok sayap kanan melakukan aksi masuk ke dalam kompleks Al Aqsa, situs suci yang menjadi titik persimpangan keagamaan antara umat Muslim dan Yahudi. Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan Tisha B'Av, hari berkabung dalam kalender Yahudi yang memperingati penghancuran dua Bait Suci kuno.

Di antara para pengunjung, Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel, memasuki area tersebut dengan pengawal polisi. Ben Gvir menyatakan bahwa para warga Yahudi yang hadir pada hari itu “merasakan hak kepemilikan” atas situs tersebut, sebuah pernyataan yang menimbulkan protes keras dari otoritas Palestina.

Pihak berwenang Palestina melaporkan bahwa pembatasan ketat diterapkan di gerbang masuk, menolak akses bagi sejumlah besar jemaah dan pelajar Palestina. Mereka memperkirakan jumlah warga Israel yang memasuki kompleks dapat meningkat hingga 5.000 orang, melampaui angka yang tercatat pada perayaan Yahudi serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Selama kunjungan, para pemukim melakukan ritual yang disebut “ritual Talmud”, termasuk bersujud, menyanyikan nyanyian keagamaan, dan berdoa di dalam area yang biasanya dikelola oleh Waqf Islam. Laporan media lokal, termasuk Haaretz, mencatat bahwa tindakan ini menimbulkan ketegangan di lapangan, dengan beberapa insiden kekerasan yang dilaporkan antara pengunjung Israel dan warga Palestina.

Pemerintah Palestina menggambarkan kehadiran Ben Gvir sebagai “eskalasi berbahaya” yang dapat memicu konflik lebih luas. Sementara itu, kelompok Hamas memperingatkan bahwa aksi semacam ini akan menjadi “bumerang” bagi kebijakan pendudukan Israel dan para pemukimnya, menambah risiko keamanan di wilayah yang sudah rawan.

Analisis Pakar

Peristiwa ini menyoroti dinamika yang semakin rumit antara identitas keagamaan dan politik di Al Aqsa. Sejak Israel mengklaim kedaulatan atas Yerusalem Timur pada 1980, status situs tersebut tetap menjadi sumber perselisihan utama. Kunjungan massal pada hari berkabung Yahudi bukan hanya simbolis, melainkan juga merupakan demonstrasi kekuasaan yang dapat dipahami sebagai upaya memperkuat narasi historis Israel atas “Bukit Bait Suci”.

Namun, tindakan ini melanggar norma‑norma yang telah lama dipegang oleh kedua belah pihak, termasuk kebijakan status quo yang mengatur akses bersama ke situs suci. Penegakan kebijakan tersebut oleh otoritas Palestina, yang membatasi akses bagi warga Palestina, menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi dan konsistensi penegakan hukum di wilayah yang berada di bawah kontrol militer Israel.

Dari perspektif internasional, langkah-langkah seperti ini berisiko memicu kecaman lebih luas. Resolusi PBB dan keputusan internasional secara tegas menolak aneksasi Yerusalem Timur, dan setiap tindakan yang memperburuk ketegangan di lokasi suci dapat memicu reaksi diplomatik, termasuk sanksi atau tekanan politik terhadap Israel.

Secara strategis, Hamas dan kelompok perlawanan lainnya dapat memanfaatkan peristiwa ini untuk meningkatkan narasi perlawanan mereka, yang pada gilirannya dapat memperburuk siklus kekerasan. Bagi Israel, kehadiran tokoh seperti Ben Gvir menandakan pergeseran politik domestik ke arah nasionalisme yang lebih keras, yang dapat mempersulit upaya kembali ke jalur perdamaian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Tisha B'Av diperingati di Al Aqsa?
  • A: Tisha B'Av menandai kehancuran dua Bait Suci Yahudi yang diyakini pernah berdiri di lokasi yang kini dikenal sebagai Al Aqsa. Bagi sebagian komunitas Yahudi, mengunjungi situs tersebut pada hari berkabung memiliki makna historis dan religius.
  • Q: Apa posisi resmi Israel mengenai akses ke Al Aqsa?
  • A: Israel mengklaim kontrol keamanan atas Yerusalem Timur, termasuk Al Aqsa, namun secara resmi menghormati kebijakan status quo yang mengatur akses bersama antara umat Muslim dan Yahudi.
  • Q: Bagaimana komunitas internasional menanggapi insiden ini?
  • A: Banyak negara dan organisasi internasional, termasuk PBB, mengutuk tindakan yang dapat memicu ketegangan di situs suci, menyerukan dialog dan penghormatan terhadap status quo serta hak akses semua umat beragama.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸