Kapal SAR Basarnas Mentawai Hangus di Docking Muura Baru, Penyebab Masih Misterius

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kapal SAR Basarnas Mentawai Hangus di Docking Muura Baru, Penyebab Masih Misterius
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

Muara Baru, Penjaringan – Sebuah kebakaran melanda KN SAR Ramawijaya 240, kapal SAR utama milik Basarnas Mentawai, ketika kapal itu sedang menjalani perawatan tahunan di galangan PT Proskuneo Kadarusman pada Rabu (22) malam. Menurut Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, api muncul sekitar pukul 19.58 WIB dan tim pemadam tiba di lokasi lima menit kemudian.

Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio, menegaskan bahwa kapal tersebut bukan aset Kantor SAR Jakarta, melainkan milik Basarnas Mentawai yang sedang menjalani perbaikan rutin. Ia menambahkan, "20 mobil pemadam kebakaran dikerahkan, didukung oleh personel rescue dari Pos SAR Kepulauan Seribu".

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat, Gatot Sulaeman, melaporkan bahwa sebanyak 14 unit mobil damkar dengan 70 personel terlibat dalam pemadaman. Hingga pukul 20.44 WIB, api masih berada dalam fase pendinginan, dan petugas terus mengumpulkan keterangan saksi untuk menelusuri penyebab kebakaran.

Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor Basarnas Jakarta, memastikan tidak ada korban jiwa, baik di antara awak kapal (ABK) maupun pekerja galangan. Ia menekankan, "Kapal 40 meter ini sedang berada di dok untuk perawatan, dan berkat koordinasi intensif antara DKI Jakarta, SAR, serta tim rescue, api berhasil dikendalikan dan kini berada pada tahap pendinginan". Penyebab kebakaran masih menjadi misteri dan akan diserahkan kepada kepolisian untuk investigasi lebih lanjut. Insiden serupa pernah terjadi pada Kapal KM Nurul Salsa, menambah kekhawatiran tentang keselamatan kapal penanggulangan.

Analisis Pakar

Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan di galangan kapal Indonesia, khususnya pada fasilitas yang menangani vessel SAR kritis. Meskipun PT Proskuneo Kadarusman memiliki izin operasional, belum ada audit independen yang mengaudit prosedur pencegahan kebakaran selama proses docking. Kebakaran pada kapal SAR, yang seharusnya menjadi simbol kesiapsiagaan, mengindikasikan potensi kelalaian dalam manajemen risiko, baik dari pihak operator galangan maupun pemilik kapal.

Selanjutnya, respons cepat dari DKI Jakarta—menggerakkan lebih dari 30 unit mobil pemadam—menunjukkan kapasitas respon darurat yang memadai. Namun, hal ini juga menyoroti ketergantungan pada sumber daya eksternal. Idealnya, galangan harus memiliki sistem pemadam internal yang dapat menahan atau memadamkan kebakaran sebelum melibatkan unit luar. Kegagalan ini dapat menimbulkan biaya tambahan yang signifikan, mengingat estimasi kerugian belum dipublikasikan.

Dalam konteks kebijakan, Kementerian Perhubungan perlu meninjau kembali regulasi inspeksi tahunan untuk kapal SAR. Saat ini, prosedur inspeksi lebih menitikberatkan pada kelayakan operasional, bukan pada integritas struktural selama perawatan. Penambahan klausul audit kebakaran, serta kewajiban pelaporan insiden secara transparan, dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.

Akhirnya, transparansi investigasi menjadi kunci. Jika penyebab kebakaran ternyata terkait dengan kelalaian prosedural atau penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai, maka pertanggungjawaban harus ditegakkan secara tegas. Masyarakat berhak mengetahui apakah ada kegagalan sistemik yang mengancam aset negara dan keselamatan jiwa di laut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa penyebab kebakaran KN SAR Ramawijaya 240?
  • A: Penyebabnya masih dalam penyelidikan polisi; belum ada temuan resmi.
  • Q: Berapa banyak unit pemadam yang dikerahkan?
  • A: Total lebih dari 30 unit, termasuk 20 mobil dari DKI Jakarta dan 14 unit tambahan dari Jakarta Utara.
  • Q: Apakah ada korban jiwa?
  • A: Tidak ada korban jiwa, baik di antara awak kapal maupun pekerja galangan.