Trump Batal Tangkap Netanyahu di AS: Janji Kontroversial Memicu Ketegangan Internasional
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Ringkasan Singkat
- Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di Amerika Serikat.
- Wali Kota Zohran Mamdani menyatakan niatnya mencari cara agar International Criminal Court (ICC) dapat menegakkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu ketika ia berada di New York.
- Netanyahu menolak keabsahan perintah ICC, menyebutnya palsu dan menuduh Mamdani memanfaatkan isu untuk mengalihkan perhatian dari kebijakan domestik.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (20 Juli), Donald Trump menegaskan bahwa Benjamin Netanyahu tidak akan pernah ditangkap di Amerika Serikat, terlepas dari adanya surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh International Criminal Court (ICC) pada November 2024. Trump menambahkan bahwa Netanyahu sedang āberjuang melawan Republik Islam Iran,ā yang menurutnya bertanggung jawab atas ribuan kematian warga sipil dan tentara Amerika.
Pernyataan Trump muncul setelah Zohran Mamdani, walikota New York, mengungkapkan bahwa departemen hukum kota sedang meninjau kemungkinan menegakkan perintah ICC jika Netanyahu hadir di kota tersebut untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mamdani menyebut Netanyahu sebagai āpenjahat perangā yang harus diadili di Den Haag.
Sementara itu, kantor perwakilan resmi Netanyahu menolak keabsahan perintah tersebut, menyebutnya āpalsuā dan menegaskan bahwa ICC tidak memiliki yurisdiksi atas warga negara Israel. Kantor tersebut juga menuduh mantan jaksa ICC, Karim Khan, yang mengeluarkan perintah itu, berada dalam skandal seksual, serta menuduh Mamdani mencoba mengalihkan sorotan publik dari kebijakan domestik New York.
Kontroversi ini menyoroti ketegangan antara hukum internasional dan politik nasional, serta menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana negaraānegara demokratis akan menanggapi perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh lembaga internasional ketika melibatkan pemimpin tinggi.
Analisis Pakar
Secara struktural, pernyataan Trump mencerminkan pola lama dalam politik luar negeri Amerika Serikat yang menempatkan kepentingan strategis di atas komitmen terhadap lembaga internasional. Dengan menyoroti peran Iran sebagai musuh utama, Trump berusaha mengalihkan fokus dari tuduhan kejahatan perang yang diarahkan pada Netanyahu, sekaligus memperkuat narasi keamanan nasional yang telah lama menjadi landasan kebijakan luar negeri AS.
Sementara itu, upaya Zohran Mamdani untuk menegakkan perintah ICC di New York menimbulkan dilema hukum yang kompleks. ICC tidak memiliki mekanisme penegakan yang kuat di luar wilayah yurisdiksi negaraāanggota, dan Amerika Serikat belum menjadi pihak dalam Statuta Roma sejak 2020. Oleh karena itu, bahkan jika perintah penangkapan sah secara prosedural, realisasinya bergantung pada keputusan eksekutif atau legislatif AS, yang saat ini tampak tidak mendukung.
Respons Netanyahu yang menolak keabsahan perintah ICC juga mencerminkan strategi diplomatik Israel yang konsisten: menolak otoritas lembaga internasional yang dianggap bias dan menekankan kedaulatan nasional. Klaim bahwa perintah tersebut dikeluarkan oleh jaksa yang āterkait skandalā merupakan taktik retorika untuk merusak kredibilitas lembaga internasional, sekaligus menggalang dukungan domestik.
Jika dilihat dari perspektif hukum internasional, perintah penangkapan ICC tetap sah secara prosedural, namun implementasinya memerlukan kerjasama negaraānegara. Kasus ini dapat menjadi preseden penting bagi hubungan antara lembaga internasional dan negaraānegara besar yang menolak yurisdiksi mereka, serta menguji batas-batas kedaulatan dalam era globalisasi hukum.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu dapat dilaksanakan di Amerika Serikat?
A: Secara teknis ICC tidak memiliki mekanisme penegakan di luar wilayah negaraāanggota, sehingga pelaksanaannya di AS memerlukan keputusan otoritas Amerika, yang saat ini menolak perintah tersebut. - Q: Apa alasan utama Donald Trump menolak penangkapan Netanyahu?
A: Trump menekankan peran Netanyahu dalam melawan Iran, menganggapnya sebagai sekutu strategis Amerika, serta mengabaikan tuduhan kejahatan perang yang diajukan ICC. - Q: Bagaimana reaksi internasional terhadap penolakan Israel terhadap perintah ICC?
A: Banyak negara dan organisasi internasional mengkritik penolakan tersebut sebagai upaya menghindari akuntabilitas, namun beberapa sekutu utama Israel, termasuk Amerika Serikat, tetap mendukung posisi Israel.
BERITA TERKAIT

Krisis Air di Jawa Timur: 14 Kabupaten Masuk Darurat, Pemerintah Gegar Distribusi Air Bersih

Prabowo Klaim JKN Capai 96,8 Juta: Dampak Besar bagi Anggaran dan Bisnis Indonesia
