Drama Kapal Nurul Salsa: 2 Penumpang Selamat, 18 Masih Hilang di Selayar

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Drama Kapal Nurul Salsa: 2 Penumpang Selamat, 18 Masih Hilang di Selayar
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Dua penumpang KM Nurul Salsa selamat berkat bantuan kapal nelayan di sekitar Pulau Mattalang.
  • Tim SAR gabungan masih mencari 18 korban yang belum ditemukan setelah lima hari operasi.
  • Pencarian diperluas hingga 1.305 mil laut persegi dengan empat sektor yang melibatkan KN SAR Puntadewa, KN SAR Pacitan, KRI Marlin 877, dan KRI Hiu 634.

Operasi penyelamatan KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih berada dalam tahap kritis. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa dua korban, Nurmiati (46) dan Jasmal (24), berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Benteng menggunakan KRI Marlin 877 setelah diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas.

"Kedua korban ditemukan sekitar Pulau Mattalang dalam kondisi selamat dan dievakuasi ke Pelabuhan Benteng," ujar Andi Sultan kepada CNNIndonesia.com pada Minggu (19/7). Sementara itu, tim SAR gabungan terus menggali jejak 18 orang yang masih dinyatakan hilang. "Saat ini, ada sekitar 18 orang yang masih terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan," tegasnya.

Pencarian kini telah meluas menjadi 1.305 mil laut persegi, dibagi menjadi empat sektor masing-masing seluas 337,5 mil persegi. Pendekatan ini didasarkan pada metodologi Search and Rescue Marine Prediction (SARMAP), yang mengoptimalkan alokasi sumber daya di laut lepas. Penambahan unsur KRI Marlin 877 dan KRI Hiu 634 diharapkan meningkatkan efektivitas penyisiran di area operasi.

Analisis Pakar

Kasus tenggelamnya KM Nurul Salsa menyoroti kegagalan regulasi keselamatan maritim di wilayah Indonesia. Meskipun kapal tersebut beroperasi di jalur yang relatif dekat dengan pulau-pulau kecil, standar inspeksi dan sertifikasi tampaknya tidak memadai. Penyelidikan awal harus menelusuri apakah kapal tersebut memiliki peralatan navigasi modern, lampu sinyal, serta prosedur evakuasi yang sesuai dengan standar International Maritime Organization (IMO).

Selanjutnya, respons cepat kapal nelayan yang berhasil menolong dua korban menunjukkan potensi sinergi antara komunitas nelayan lokal dan lembaga SAR. Namun, ketergantungan pada inisiatif sukarela ini mengindikasikan kurangnya kesiapan aparat resmi dalam menanggapi bencana maritim. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat jaringan komunikasi, termasuk pemasangan VHF radio dan sistem pelacakan AIS pada semua kapal niaga, untuk mempercepat deteksi kecelakaan.

Penggunaan empat sektor pencarian yang luas memang terkesan profesional, tetapi realitas di lapangan sering kali terhambat oleh cuaca buruk, arus kuat, dan keterbatasan peralatan sonar. Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk kapal SAR harus diprioritaskan, termasuk modernisasi armada dengan kapal berkecepatan tinggi dan drone maritim yang dapat menembus zona berbahaya.

Terakhir, transparansi informasi kepada publik menjadi kunci. Selama lima hari operasi, data tentang posisi terakhir korban, kondisi cuaca, dan progres pencarian belum disampaikan secara terstruktur. Media harus menuntut laporan rutin dari Basarnas dan otoritas setempat, serta memastikan akuntabilitas atas setiap keputusan yang diambil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jumlah penumpang yang berada di KM Nurul Salsa saat tenggelam?
    A: Kapal tersebut mengangkut total 20 penumpang; dua di antaranya telah selamat, sementara 18 masih dicari.
  • Q: Apa saja kapal yang terlibat dalam operasi SAR?
    A: Operasi melibatkan KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, dan KRI Hiu 634.
  • Q: Bagaimana cara masyarakat dapat membantu pencarian?
    A: Masyarakat dapat melaporkan penampakan kapal atau orang di wilayah selatan Selayar melalui hotline Basarnas 191 atau menghubungi posko SAR setempat.