Pakuwon Group Malls in Surabaya Erect Fences Amid Public Concerns: What's the Real Reason?
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Sejumlah mal di bawah pengelolaan Pakuwon Group di Surabaya, Jawa Timur, mendadak memasang pagar mengelilingi area mereka, memicu spekulasi publik di media sosial. Pengelola mal tersebut membantah bahwa pemasangan pagar berkaitan dengan isu kondisi ekonomi yang diperparah, meski warganet tetap mempertanyakan motif di balik keputusan tersebut.
Setidaknya tiga mal milik Pakuwon Group—Pakuwon Mall di Surabaya Barat, Royal Plaza di Surabaya Selatan, dan Pakuwon City Mall di Surabaya Timur—telah menggantikan atau menambahkan pagar setinggi 2,5–3 meter. Pagar tersebut terbuat dari besi palisade berwarna hijau dengan ujung runcing, memisahkan area parkir dan akses pejalan kaki dari trotoar. Di Royal Plaza, pembangunan masih berlangsung dengan kolom beton dan besi yang sedang dalam proses penyelesaian.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menegaskan bahwa pemasangan pagar tidak ada hubungannya dengan antisipasi kondisi ekonomi atau situasi sosial-politik. Ia menyebutkan bahwa bisnis retail Pakuwon Group justru tumbuh baik pada semester pertama 2026, dengan laporan keuangan yang transparan karena status perusahaan sebagai entitas terbuka (Tbk). Namun, ia mengakui bahwa pemasangan pagar di Tunjungan Plaza (TP) di Surabaya Pusat akan menjadi prioritas berikutnya, terutama untuk mengantisipasi potensi aksi di Gedung Negara Grahadi.
Menurut Sutandi, tiap mal memiliki alasan pemasangan pagar yang berbeda. Pakuwon Mall mengganti pagar lama yang sudah hampir 10 tahun dan rusak, sementara Royal Plaza dan Pakuwon City Mall mengantisipasi kecelakaan akibat pembangunan jalan baru di sekitar area. Ia menambahkan bahwa pemasangan pagar bersamaan di beberapa lokasi dilakukan karena kedekatannya secara geografis.
Namun, pernyataan Sutandi tidak menampik bahwa maraknya demonstrasi di Grahadi menjadi pertimbangan khusus untuk TP. Ia menyebutkan, "Kalau ada aksi di Grahadi, daripada keamanan harus bolak-balik menggeret barikade, lebih baik kami siapkan pagar."
BERITA TERKAIT

Pertamina Patra Niaga dan Polda Sumut: Kolaborasi Strategis Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Medan

TNI AD Soroti: 55% Produksi Beras Nasional Capai Target 2026, Apakah Ini Solusi Ketahanan Pangan?
